Tips Dalam Mengirim Email yang Baik

By | April 11, 2021

Saat sebelum masuk di ulasan tentang ini, yakinkan lebih dulu jika kamu telah mempunyai e-mail gmail,karena panduan kesempatan ini memakai interface e-mail gmail, jadi untuk pemakai e-mail lain seperti e-mail yahoo atau outlook, penampilannya sedikit berlainan.

Tidak boleh cemas, akar penulisan e-mail masih sama, lepas dari service e-mail yang kamu pakai.

Penulisan e-mail resmi dapat disebut serupa dengan surat resmi atau di penyesuaian dari penulisan surat resmi. Jadi jika kamu telah terlatih menulis surat resmi, kamu dapat aplikasikan pengetahuan itu di e-mail.

Penting untuk dipahami, tidak seluruhnya komunikasi melalui e-mail harus resmi, namun, bila berkaitan pekerjaan dan tersangkut poin utama yang lain, saya anjurkan untuk menyempatkan diri dan membuat pesan e-mail yang bagus dan terang. Supaya tidak ada salah pengertian, dan permasalahan yang lain.

  1. Kenali Ke Siapa kamu Akan Mengirimi E-mail

Saat kamu ingin mengirim sebuah e-mail, hal pertama kali yang harus kamu kenali ialah alamat e-mail yang menerima. Tanpa ketahui alamat e-mail yang menerima karena itu kamu tidak bisa mengirim sebuah e-mail ke orang itu.

Pada baris To berisi alamat e-mail yang menerima khusus. Seterusnya pada baris CC berisi alamat e-mail yang menerima tembusan/copy e-mail (sisi ini bisa tidak diisi bila kamu tidak inginkan seseorang untuk terima e-mail itu) dan pada baris BCC sama dengan baris CC, kamu tidak diharuskan untuk isi baris ini.

  1. Catat Subject E-mail

Sesudah kamu tuliskan alamat e-mail yang menerima, cara setelah itu tuliskan Subject/Judul pada e-mail yang bakal kamu kirim. Tulislah Subject/Judul e-mail sesuai arah pengangkutan e-mail.

Bisa disaksikan jika gambar di atas ialah contoh undangan untuk datang pada suatu acara seminar. Jibrot.Com. Pada gambar pertama judul e-mail kelihatan tidak terang (tidak tercatat seminar apakah yang dimaksud). Sedang pada gambar ke-2 , judul kelihatan lebih jelas dan lengkap (ada nama acara seminar yang diartikan).

  1. Tulis Salam Pembuka
Baca Juga   Cerpen Cerita Pendek Terbaik

Sebagai salah satunya norma dalam memberikan email, sebaiknya e-mail yang kamu akan kirimkan dengan diawali salam pembuka. Salam pembuka tidak harus resmi, hal itu bergantung dengan yang menerima e-mail.

Contoh salam pembuka resmi

Ke Yth.

Bapak/Ibu Pimpinan HRD

PT. xxxx

Pada tempat

Bila kamu mempunyai jalinan baik dengan yang menerima e-mail karena itu kamu bisa tuliskan salam pembuka yang tidak resmi seperti, ” Dear Mba Ida” atau “Selamat Pagi/Siang/Sore”.

  1. Tuliskan Arah

E-mail yang bagus selalu mempunyai arah yang pasti. Saat kamu ingin menulis e-mail, pikir sesaat dan tanya dalam diri kamu, ” Buat apa saya mengirimi e-mail ini?”. Bila kamu tidak dapat jawab pertanyaan ini, kamu tidak semestinya memberikan email.

Lalu tanya dalam diri kamu ; “Apa e-mail ini penting?”. Kirimlah e-mail berkenaan suatu hal poin penting untuk memberikan sikap santun ke yang menerima e-mail. Kalau sudah tentukan arah kamu, tulislah hal itu pada bodi e-mail dengan singkat, padat dan terang.

  1. Tulis Salam Penutup

Di bagian akhir kamu bisa tuliskan salam penutup seperti, “Hormat Saya”, “Regards”, bergantung kondisinya. Berikut contoh salah satunya salam penutup yang resmi:

Best Regards,

ArzLock19

Staff Pusat Karier

Agen xxxx

PT. xxxx

Jl. xxxx No. xxx

Tlp. 021- xxxxx Ext. xxx

Ponsel. +62 xxxxx -xxxxxx

E-mail. arzlock19@gmail.com

  1. Lampirkan document bila perlu

Tidak seluruhnya pesan e-mail perlu tambahan, tetapi bila di rasa perlu, kamu dapat menyertakan document atau foto sebagai pendamping.

Misalkan saat kamu akan mengirim surat lamaran kerja. Akan lebih bagus bila kecuali dari e-mail itu, kamu menyertakan CV (curriculum vitae) kamu.

Tips cara menghapus email yang sudah terkirim

  1. Berlaku Santun
Baca Juga   Google Adsense

Banyak Orang kerap memikir jika e-mail kelihatan kurang resmi dibanding surat tradisionil. Tetapi pesan yang kamu kirim sebagai cerminan dirimu sendiri, jadi dibutuhkan tingkat normalitas tertentu bergantung yang menerima e-mail.

Bila kamu terkait baik dengan yang menerima e-mail, kamu bisa memakai Bahasa tidak resmi dan kependekan umum. Dan kebalikannya bila kamu ingin mengirimi e-mail ke seorang yang masih belum ada mengenal baik pakai Bahasa resmi.

Yang menerima bisa memilih untuk cetak e-mail dan membagikan sama orang lain, jadi berlaku santun dalam mengirimi e-mail sangat penting.

Ingat jika e-mail yang kamu kirim ialah cerminan dirimu. Jadi tulislah e-mail dengan singkat, padat dan terang, lalu pikirkan bagaimana seseorang dapat menerjemahkan suara pesan Kamu. Berlakulah santun dan selalu koreksi apa yang sudah kamu catat saat sebelum mengeklik tombol “kirim”.