Panduan Ternak Kambing, Budidaya Mudah Untung Melimpah

Posted on

Sejak dahulu, ternak kambing telah dikembangkan masyarakat secara luas, dengan bangsa dan jenis yang beragam.

Kambing tersebut sudah dikenal sebagai ternak penghasil daging dan susu. Setiap bangsa jenis kambing memiliki bentuk, ukuran tubuh, dan sifat-sifat khas lain yang berbeda-beda satu sama lain.

ternak kambing

Namun, pada hakikatnya, bangsa kambing digolongkan sebagai ternak penghasil daging dan susu. Bangsa kambing tersebut masing masing memiliki potensi bisnis dan keunggulan yang berbeda dari setiap jenisnya.

Hal ini dipengaruhi oleh potensi produktivitasnya dalam menghasilkan daging dan susu. Pada umumnya, kambing yang berasal dari luar negeri, memiliki tingkat produktivitas (potensi produksi) yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kambing lokal.

Sehingga dengan demikian, nilai bisnis atau nilai ekonomi kambing yang berasal dari luar negeri (kambing introduksi) menjadi lebih tinggi daripada yang lokal.

Manfaat dan jenis olahan daging kambing

Daging kambing banyak digemari. Demikian pula susunya, terutama oleh penderita penyakit TBC. Hal itu disebabkan adanya kandungan protein yang tinggi dalam daging serta susu kambing.

Di samping itu, memiliki cita rasa yang enak dan mampu menghangatkan tubuh.

Saat ini daging kambing sudah banyak diolah secara lebih beragam. Selain diolah menjadi satai, gulai, dan tongseng, kini juga sering digunakan sebagai bahan campuran isi martabak telur, lumpia, tahu isi, sup, dan lain sebagainya.

Penambahan daging kambing pada bermacam-macam masakan, tentu akan menambah cita rasa masakan tersebut.

Hal yang harus dipahami dalam usaha ternak kambing

Untuk mendukung pengembangan usaha ternak kambing secara intensif dan komersial, diperlukan pemahaman terhadap beberapa faktor berikut.

A. Prospek usaha dan keuntungan ternak kambing

Bagi masyarakat, kambing sudah sangat dikenal sebagai ternak kecil penghasil daging, setelah sapi.

Daging kambing sudah umum dikonsumsi oleh masyarakat sebagai salah satu menu makanan, di samping daging ternak besar (sapi atau kerbau), dan unggas (ayam, itik, burung puyuh, dan burungdara).

Dalam kapasitasnya sebagai bahan makanan, daging kambing dikonsumsi masyarakat dalam bentuk aneka olahan masakan, misalnya satai, gulai, sup, tongseng, tengkleng, dan lain-lain.

Saat ini, sajian aneka masakan daging kambing dapat dengan mudah ditemukan di berbagai restoran sederhana, restoran besar, hotel-hotel berbintang, maupun warung tenda di perkotaan dan di daerah.

Umumnya, rumah-rumah makan tersebut selalu didatangi oleh banyak pengunjung (konsumen). Hal itu menunjukkan minat yang tinggi dari masyarakat terhadap daging kambing tersebut.

Seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, pendapatan masyarakat, serta pendidikan masyarakat pada masa yang akan datang, dapat dipastikan bahwa konsumsi daging kambing akan semakin meningkat pula.

Daging kambing sebagai salah satu bahan pangan asal ternak kecil, sudah tidak disangsikan lagi akan turut hadir memenuhi kebutuhan pangan dan gizi bagi masyarakat dunia.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan dan gizi bagi masyarakat, khususnya terhadap protein hewani yang bersumber dari daging ternak kecil (kambing), maka subsektor peternakan sebagai salah satu bagian dari pembangunan pertanian, harus dikembangkan.

Pengembangan ternak kambing di Indonesia

Selama ini, umumnya, usaha pengembangan ternak kambing di Indonesia masih tergantung pada sistem tradisional, yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Terbatasnya modal
  • Rendahnya produksi (input)
  • Masih kecilnya skala usaha
  • Masih bertahannya pola pemeliharaan ternak semitradisional yang hanya mengandalkan ketersediaan pakan hijauan dari lapangan saja, sehingga produktivitas ternak belum optimal dan tidak sesuai dengan potensi genetik.

Keuntungan usaha ternak kambing

Budi daya kambing dapat dikembangkan dengan baik dan ditingkatkan produksinya bila ditunjang oleh ketersediaan bibit yang berkualitas, serta keterampilan dan pengetahuan yang memadai dari petani sebagai pelaku kegiatan budi daya.

Dengan demikian, usaha ternak kambing sebagai pedaging, bisa menjadi peluang bisnis yang baik untuk dikembangkan.

Selain memiliki prospek usaha yang cerah, usaha ternak domba dan kambing memberikan keuntungan-keuntungan lain sebagai berikut.

  1. Karena merupakan ternak kecil, maka dalam lahan yang sempit, dapat digunakan untuk memelihara kambing dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan sapi dan kerbau.
  2. Kambing memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap berbagai kondisi lingkungan, sehingga mudah dipelihara dan dikembangkan, baik di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Bahkan di daerah yang kering dengan makanan-makanan kasar pun, kambing masih dapat dikembangkan.
  3. Kambing suka hidup berkelompok sehingga memudahkan penggembalanya. Kambing yang digembalakan tidak akan tepisah jauh dari yang lainnya, sehingga kemungkinan lepas dari pengawasan, sangat kecil.
  4. Perkembangbiakan kambing tergolong cepat karena dalam waktu 1,5 tahun sudah bisa beranak, dengan Selang beranak berikutnya adalah 7—8 bulan. Dengan demikian, dalam waktu 2 tahun sejak bibit (anak kambing) dipelihara, sudah dapat beranak dua kali, dan dalam sekali beranak dapat melahirkan 2 ekor atau lebih. Apabila pemeliharaan kambing dimulai dari umur 10 bulan, maka dalam waktu 2 tahun, sudah dapat beranak 3 kali, atau bisa bertambah sebanyak 6 ekor.
  5. Kambing, selain diambil dagingnya sebagai produk utama, bulu dan kulitnya juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan utama dalam beberapa industri, misalnya industri tekstil, industri sepatu, dan lain-lain.
  6. Limbah kotoran yang dihasilkan dalam usaha ternak kambing dapat dimanfaatkan dalam bidang pertanian, yaitu sebagai pupuk organik yang sangat baik bagi kesuburan tanah sehingga dapat membantu meningkatkan usaha pertanian.
  7. Daging kambing merupakan sumber protein yang mempunyai nilai gizi tinggi sehingga dapat menjadi sumber gizi bagi masyarakat.
  8. Sebagai bahan pakan kambing, dapat digunakan limbah-limbah pertanian sebagai hijauan pakan, misalnya limbah hasil panen jagung, limbah hasil panen golongan kacang-kacangan, dan lain-lain.
  9. Modal yang diperlukan lebih sedikit dibandingkan dengan usaha pemeliharaan ternak besar, misalnya sapi, kerbau, dan lain lain. Hasil yang diperoleh juga lebih besar dibandingkan dengan ternak besar, karena dengan modal yang sama dapat dipelihara kambing dalam jumlah yang lebih banyak.
  10. Ternak kambing merupakan sumber uang tunai, karena apabila diperlukan, sewaktu-waktu dapat dijual dengan mudah.
  11. Pada usaha berskala besar, ternak kambing dapat dijadikan sebagai lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan.

Hambatan pengembangan kambing

Banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari usaha ternak kambing. Namun, pengembangan kambing sebagai salah satu ternak potong, masih banyak mengalami hambatan. Beberapa hambatan pengembangan ternak kambing tersebut yaitu sebagai berikut:

  1. Pemeliharaan kambing masih dilakukan secara tradisional.
  2. Pemberian pakannya hanya sekadarnya saja tanpa memperhitungkan kebutuhan standar gizi.
  3. Sering dijumpai, kambing dilepas begitu saja di area tertentu untuk mencari makan sendiri.
  4. Tata laksana pemeliharaannya tidak terprogram dengan baik
  5. Kandangnya dibuat sekadar sebagai tempat berlindung dari teriknya matahari di waktu siang dan udara dingin di waktu malam.

Pemeliharaan kambing secara tradisional ini jelas kurang menguntungkan, karena tidak dapat diharapkan berproduksi secara maksimal.

Hal ini disebabkan tidak adanya pengawasan yang baik tentang makanan, baik kuantitas maupun kualitasnya.

B. Manfaat dan nilai gizi daging kambing

Secara umum, daging merupakan makanan yang banyak mengandung protein, termasuk daging kambing. Berikut ini beberapa kandungan gizi daging kambing beserta manfaatnya.

a. Sebagai sumber protein hewani

Daging kambing sangat bermanfaat sebagai gizi pembangun tubuh manusia, misalnya untuk pertumbuhan badan dan penggantian sel-sel tubuh yang rusak.

Dengan demikian, daging kambing sangat baik untuk dikonsumsi sebagai salah satu bahan pangan penambah gizi.

b. Sumber Energi

Zat lemak yang di kandungnya dapat meningkatkan energi di dalam tubuh, sehingga dapat membantu meningkatkan proses metabolisme tubuh.

c. Baik untuk kesehatan tulang dan gigi

Kandungan zat kalsium dan fosfor, bermanfaat dalam pembentukan tulang dan gigi. Kandungan zat besinya bermanfaat dalam pembentukan sel darah merah.

d. Mengandung Vitamin B1

Di samping mengandung zat protein, lemak, dan mineral, daging kambing juga mengandung vitamin B1. Walaupun kandungan vitaminnya tidak tinggi, namun daging domba dan kambing tetap bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Daging kambing, umumnya dipasarkan dalam keadaan telah dipotong-potong dan telah dipisah-pisahkan antara daging, tulang, kaki, kepala, Iidah, dan jeroan atau bagian dalamnya.

Dengan demikian, memudahkan konsumen untuk memilih bagian yang dikehendaki.

Selain itu, daging kambing juga banyak dipasarkan dalam bentuk olahan matang yang telah banyak dikenal masyarakat, antara lain satai dan gulai.

Kandungan nilai gizi pada daging kambing
Kandungan nilai gizi pada daging kambing, lebih lengkap disini.

Penentuan lokasi, perkandangan dan perlengkapan

Dalam mengembangkan usaha ternak kambing, hal pertama yang harus dipikirkan yaitu penentuan lokasi, perkandangan dan juga perlengkapannya.

Karena hal ini masuk ke dalam persiapan dalam usaha ternak kambing.

lokasi kandang kambing yang baik

A. Penentuan Lokasi

Penentuan lokasi peternakan untuk kambing dilakukan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan beberapa faktor diantaranya yaitu:

1. Faktor lingkungan dan sumber daya alam

Keadaan lingkungan dan ketersediaan sumber daya alam yang mendukung usaha ternak kambing adalah sebagai berikut:

  1. Perkandangan berada di lokasi yang cukup luas, dengan udara yang segar dan dengan kondisi sekeliling yang tenang.
  2. Tempat dapat terbuka atau pun terlindung pepohonan, namun jangan berada di bawah pepohonan yang besar dan rindang. Pepohonan yang besar dan rindang dapat menghalangi masuknya sinar matahari pagi ke dalam kandang sehingga dapat meningkatkan kelembapan dan menjadikan kandang kurang sehat. Keadaan lingkungan yang demikian kurang menguntungkan bagi kehidupan ternak, karena organisme pengganggu dan parasit-parasit lainnya dapat tumbuh subur, sehingga ternak mudah terserang penyakit.
  3. Lokasi peternakan sangat disarankan tidak berada di daerah yang ramai atau bising, misalnya dekat lapangan tembak, lapangan terbang, lintasan kereta api, dan lain-lain. Di tempat-tempat tersebut kambing sering dikejutkan oleh suara bising yang tiba-tiba, yang dapat menyebabkannya stres. Stres yang berkepanjangan dapat menurunkan produktivitas.
  4. Ketersediaan sumber daya alam di sekelilingnya, seperti adanya limbah pertanian untuk pakan, dan kesuburan tanah yang mendukung tumbuhnya rerumputan sebagai hijauan ternak, merupakan faktor penting yang perlu dipertimbangkan dalam penentuan lokasi.

Sumber pakan merupakan factor yang sangat menentukan dalam proses produksi, terutama pakan alami.

Di daerah yang tandus, rumput dan tanaman hijauan lain tidak dapat tumbuh subur sehingga memengaruhi ketersediaan pakan.

Ketersediaan pakan yang tidak mencukupi kebutuhan, dapat mengganggu jalannya usaha peternakan.

Di samping itu, dapat menyebabkan terjadinya pembengkakan biaya produksi karena harus mendatangkan tambahan hijauan pakan dari luar. Lokasi peternakan juga harus memiliki sumber air yang cukup.

2. Faktor sosial

Penentuan lokasi peternakan dilakukan dengan memperhatikan pula faktor sosial.

Walaupun bukan merupakan bagian dari proses produksi secara langsung, akan tetapi, faktor sosial mempunyai peran yang sangat penting terhadap kelangsungan usaha peternakan.

Pendirian usaha peternakan yang tidak dilakukan dengan memperhatikan faktor sosial, dapat menimbulkan protes dari masyarakat di sekitar lokasi.

Antara lain karena adanya bau menyengat yang ditimbulkan dari kotoran ternak dan adanya limbah peternakan yang dapat mencemari air di sekitar lokasi sehingga mengganggu kesehatan.

Oleh karena itu, untuk lokasi peternakan sebaiknyadipilih tempat yang jauh dari daerahpemukiman.

Namun, bila usaha peternakan masih berskala kecil dan dilakukan dengan pengelolaan yang baik, maka lokasi di dekat pemukiman masih dapat dilakukan.

3. Faktor ekonomis

Faktor lain yang harus mendapat perhatian dalam penentuan lokasi peternakan adalah faktor ekonomi, yaitu faktor yang berkaitan dengan pemasaran dan ketersediaan pakan.

Lokasi yang jauh dari pusat pemasaran, kurang menguntungkan bagi usaha peternakan, karena beban biaya pengangkutan akan meningkat dan itu berarti akan menurunkan pendapatan yang diperoleh.

Dengan kata lain, pendapatan atau keuntungan akan menjadi lebih kecil bila dibanding dengan lokasi peternakan yang dekat dengan pusat pemasaran.

Demikian pula, lokasi peternakan yang jauh dari pusat pakan dapat menyebabkan bertambahnya biaya produksi. Oleh karena itu, lokasi peternakan harus dipilih yang tidak jauh dari pusat pemasaran dan pakan.

4. Faktor hukum yang mendukung pembudidayaan kambing itu sendiri

Adapun faktor hukum yang berpengaruh terhadap kelangsungan usaha peternakan adalah yang berkaitan dengan rencana tata ruang dan tata guna tanah serta pengembangan wilayah yang telah ditentukan oleh pemerintah daerah setempat, atau yang lebih dikenal sebagai rencana induk (master plan).

Lokasi peternakan yang tidak sesuai dengan rencana induk dapat menimbulkan masalah hukum.

Misalnya, lokasi peternakan di daerah yang digunakan untuk kawasan cagar budaya, hutan lindung, atau tempat-tempat lain yang bukan merupakan daerah pengembangan peternakan.

Dengan memperhatikan rencana induk, maka usaha peternakan domba dan kambing yang dilakukan pada lokasi yang tepat dari segi hukum dan prosedur, akan terjamin keberlangsungannya.

Keempat faktor tersebut tidak dapat dipisahkan. Terabaikannya salah satu faktor tersebut dapat menyebabkan terhambatnya kelangsungan proses produksi, yang pada akhirnya dapat merugikan usaha peternakan.

B. Perkandangan

Setelah penentuan lokasi peternakan ditentukan sesuai dengan persyaratan yang ada, maka langkah berikutnya adalah pembangunan kandang.

Pembangunan kandang merupakan faktor yang penting untuk diperhatikan, mengingat kendang memiliki fungsi yang sangat vital, yaitu sebagai berikut.

  1. Melindungi ternak dari hewan pemangsa, misalnya harimau, anjing liar, serigala, dan sebagainya.
  2. Melindungi ternak dari panasnya sinar matahari, hujan, udara yang dingin, dan angin kencang.
  3. Mencegah agar ternak tidak merusak tanaman lain di sekitarnya.
  4. Membuat ternak dapat tidur dan beristirahat dengan tenang.
  5. Membuat ternak dapat kawin dan beranak dengan baik.
  6. Menampung kotoran sehingga mudah dibersihkan, di kumpulkan, dan kemudian dimanfaatkan sebagai pupuk pertanian.
  7. Memudahkan pemeliharaan sehari-hari, misalnya pem berian pakan, minum, pengawasan terhadap penyakit, dan seleksi.

Sistem perkandangan intensif dapat membantu kambing yang dipelihara menjadi produktif.

Sistem perkandangan intensif adalah sistem perkandangan yang dibangun menurut persyaratan teknis sesuai dengan kebutuhan kehidupan ternak yang akan dipelihara, yaitu meliputi tata letak kandang, konstruksi kandang, bahan kandang, dan perlengkapan kandang.

Hal-hal yang harus diperhatikan di dalam sistem perkandangan intensif adalah sebagai berikut.

  1. Kandang harus dibuat kuat dan dari bahan yang awet sehingga dapat dipakai dalam waktu yang lama.
  2. Ukuran kandang harus disesuaikan dengan jumlah ternak yang akan dipelihara.
  3. Bila terdapat kandang yang rusak harus segera diperbaiki
  4. Kebersihan kandang harus tetap terjaga, baik di dalam maupun di luar kandang. Kotoran kambing secara rutin, seminggu sekali, harus dibersihkan agar keselamatan ternak yang dipelihara terjamin. Kandang yang kotor dapat menyebabkan gangguan pernapasan akibat adanya gas amonia yang timbul dari kotoran dan air kencing.
  5. Kandang harus cukup memperoleh sinar matahari pagi agar organisme pengganggu seperti kutu dan parasit-parasit lainnya mati.
  6. Ventilasi kandang harus cukup agar pertukaran udara berjalan baik sehingga udara di dalam kandang tetap sejuk, tidak pengap dan lembap.
  7. Kandang harus dibangun di lokasi yang cukup dekat dengan sumber air yang memadai, agar kebutuhan air minum ternak tercukupi dan keperluan untuk membersihkan kandang dan perlengkapannya dapat tercukupi juga.

1. Tata letak kandang

Tata letak kandang sangat berpengaruh terhadap kehidupan ternak yang dipelihara, terutama terhadap kesehatannya.

Lingkungan bangunan kandang harus mendukung, yakni bersih, sehat, dan dengan ketenangan yang terjamin. Letak kandang harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut.

  1. Letak kandang harus lebih tinggi daripada lingkungandi sekitarnya. Tanahnya harus mudah menyerap air agartidak terjadi genangan, terutama pada musim hujan. Air yang menggenang akan meningkatkan kelembapandi sekitar kandang. Kelembapan yang tinggi akan merangsang tumbuhnya organisme pengganggu yangdapat meningkatkan timbulnya penyakit ternak, sepertipilek, anemia, dan lain-lain.
  2. Letak kandang memungkinkan sinar matahari pagi masuk secara merata. Sinar matahari pagi sangat di perlukan sebagai penghangat, pembunuh kuman penyakit, sumber pembentukan vitamin D, dan untuk mengeringkan kandang yang basah akibat kotoran atau air kencing. Sementara itu, udara segar diperlukan untuk menghilangkan atau mengusir bau tak sedap yang menyengat di dalam kandang yang berasal dari kotoran dan atau air kencing domba dan kambing.
  3. Letak kandang harus terlindung dari angin langsung, teru tama angin yang dingin, karena dapa tmenyebabkan penyakit pneumonia pada ternak.
  4. Letak kandang jangan terlalu dekat dengan rumah dan sumber air, misalnya sumur dan lain-lain. Jarak kendang yang baik adalah 10 m dari rumah atau sumur.
  5. Letak kandang harus di tempat yang kering dan tidak lembap.
  6. Letak kandang harus di tempat yang mudah untuk membuat selokan atau parit-parit saluran air, agar pada waktu hujan, air hujan mudah mengalir dan tidak menggenangi lingkungan perkandangan.

2. Model Kandang

Model kandang yang dapat diterapkan dalam usaha ternak kambing adalah model panggung dan model kandang berlantai tanah.

Kandang sistem panggung memiliki kolong yang berfungsi menampung kotoran dan air kencing ternak, maka konstruksi lantai dibuat berjarak dengan permukaan tanah.

Pada sistem kandang berlantai tanah, tidak terdapat kolong, sehingga permukaan tanah secara langsung menjadi lantai dari kandang tersebut, dan sekaligus berfungsi menampung kotoran dan air kencing ternak.

Kelebihan dan kelemahan masing-masing model kandang tersebut adalah sebagai berikut.

a. Kandang Panggung

Kelebihan kandang panggung adalah sebagai berikut.

kandang kambing model panggung
  1. Kotoran dan air kencing ternak jatuh ke tempat penampungan yang berada di kolong kandang, sehingga kebersihan kandang terjamin.
  2. Lantai kandang tidak becek sehingga kelembapan yangtinggi di dalam kandang dapat dihindari.
  3. Lantai kandang lebih kering sehingga kuman-kuman penyakit, cendawan, dan parasit dapat ditekan pertumbuhannya.

Kelemahan kandang panggung adalah sebagai berikut.

  1. Biaya pembangunan kandang mahal karena memerlukan bahan atau material yang lebih banyak.
  2. Adanya risiko kecelakaan, misalnya kambing terperosok karena lantai yang rapuh.
  3. Kandang memikul beban yang berat sehingga apabila pembuatannya kurang kuat dapat menimbulkan kecelakaan.
b. Kandang lantai tanah

Kelebihan kandang lantai tanah adalah sebagai berikut.

  1. Biaya pembuatannya murah karena konstruksinya lebih sederhana.
  2. Risiko kecelakaan lebih kecil daripada kandang panggung.

Kelemahan kandang lantai tanah adalah sebagai berikut.

  1. Tidak terdapat penampungan kotoran dan air kencing secara khusus sehingga kebersihan kandang menjadi kurang terjamin. Dengan demikian, kandang harus lebih sering dibersihkan.
  2. Lantai kandang menjadi becek dan lembap sehingga mendorong pertumbuhan kuman-kuman penyakit, parasit, dan jamur yang dapat merugikan ternak. Kesehatan ternak menjadi kurang terjamin karena lebih mudah terserang penyakit

3. Kontruksi Kandang

Kandang merupakan tempat bagi ternak untuk tumbuhdan berkembang. Oleh karena itu, konstruksi kandang harus memenuhi persyaratan teknis yang benar.

Konstruksi kandang yang benar dapat menekan pertumbuhan parasit dan organisme-organisme lain yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit hewan.

Konstruksi kandang yang benar dapat membantu menjaga suhu dan kelembapan kandang. Peredaran udara dalam kandang dapat berjalan baik sehingga ternak dapat terhindar dari gangguan pernapasan.

a. Dinding kandang

Dinding kandang menjadi semacam benteng yang berfungsi untuk menjaga agar ternak tidak lepas keluar, menahan angin yang secara langsung masuk ke dalam kandang, dan menahan keluarnya panas dari tubuh ternak itu sendiri, terutama pada malam hari.

Konstruksi dinding kandang dibuat tidak rapat agar udara dalam kandang selalu segar, suhu di dalam kendang tidak terlalu panas, dan pada malam hari kambing tidak kedinginan.

Bagian dinding yang rapat dibuat untuk bagian sampingdan belakang, dengan ketinggian 60—80 cm dari lantai kandang.

Dinding bagian ini dapat dibuat dari papan atau pun anyaman bambu.

Sementara, bagian dinding yang lain merupakan celah terbuka yang dapat dibuat dari kawat kasa atau jeruji dari bilahan bambu yang diatur dengan jarak 5—10 cm antarjeruji.

Di Sisi bagian depan, khususnya pada bagian tempat pakan,dipasang bilah-bilah yang berjarak antara 20—30 cm agarkepala domba atau kambing bisa dengan leluasa keluar untukmengambil makanan yang disediakan di tempat pakan pada sisi bagian depan kandang.

b. Lantai kandang

Lantai kandang berfungsi sebagai alas ternak, tempat berpijak, tempat berbaring, dan tempat beristirahat.

Untuk memenuhi fungsi tersebut, lantai kandang harus dibuat rata, tidak keras, tidak licin, tidak mudah tembus air, tahan lama, dan tidakcepat menyerap panas atau dingin.

Ada dua model konstruksi lantai kandang, yakni konstruksi miring dan konstruksi lantai berlubang.

Konstruksi lantai miring digunakan untuk sistem kandang dengan lantai tanah, sedangkan konstruksi lantai berlubang digunakan untuk model kandang panggung.

  1. Lantai kandang dibuat tinggi yaitu sekitar 50 cm dari permukaan tanah, sedangkan lubang atau celah-celah lantai dibuat dengan jarak 1,5 cm. Dengan pengaturan jarak tersebut, diharapkan agar kotoran dan air kencing dapat dengan mudah jatuh ketempat penampungan, dan di sisi lain dapat memperkecil kemungkinan kaki kambing terperosok dan terjepit masuk di celah lantai yang dapat menyebabkan Iuka pada kaki.
  2. Konstruksi lantai berlubang pada model kandang panggung harus dibuat sedemikian rupa agar mudah dilepas pada saat-saat tertentu, misalnya pada waktu pembersihan kandang.
  3. Pada sistem kandang panggung, lantai kandang dipasang sejajar dengan bak atau tempat pakan, agar pakan yang diberikandapat dijangkau dengan mudah.
  4. Bila lantai kandang dibuat dari bambu, maka harus digunakan bambu bulat berdiameter 5 cm. Bambu tersebut dibelah dengan lebar 4 cm dan dianyam.
  5. Apabila dibuat dari papan, maka gunakanlah papan yang memiliki ketebalan sekitar 2 cm.

c. Atap kandang

Atap kandang berfungsi sebagai penaung untuk melindungi ternak dari panas matahari, hujan, dan udara dingin di waktu malam.

Untuk atap kandang yang berbentuk huruf A, konstruksi (susunan) atap harus dibuat miring dan meluncur kearah samping kanan dan kiri. Atap kandang juga dapat dibuat miring dan meluncur ke arah belakang.

Untuk atap kendang yang demikian, konstruksi atap kandang pada bagian depan harus lebih tinggi daripada bagian belakang.

Atap kendang model ini dibuat meluncur dengan arah dari Timur ke Barat, agar pada Siang hari kandang tidak terlalu panas, dan apabila hujan, air dapat meluncur dengan cepat sehingga tidak masuk ke dalam kandang.

Dengan demikian, kekeringan atap dapat mencegah tumbuhnya berbagai macam kuman dan penyakit.

Bahan untuk membuat atap kandang

Adapun bahan yang dapat digunakan untuk membuat atap kandang kambing adalah sebagai berikut:

a. Daun rumbia dan alang-alang

Atap kandang dari rumbia atau alang-alang mempunyai risiko yang amat tinggi, yaitu mudah terbakar, mudah rusak, tidak tahan lama, dan sering kali bocor sehingga sangat membahayakan ternak yang dipelihara.

b. Seng

Atap kandang dari seng dapat menyebabkan suhu udara dalam kandang menjadi sangatpanas.

Selain itu, apabila hujan turun, atap dengan bahan seng dapat menimbulkan bunyi menggaduhkan yang dapat menyebabkan ternak mengalami stres.

c. Asbes dan genting

Yang baik dan disarankan adalah genting dan asbes, karena bahan ini tidak menimbulkan panas dalam kandang dan tahan lama.

d. Lubang Ventilasi

Lubang ventilasi berfungsi sebagai jalan keluar masuknya udara dalam kandang. Dengan adanya ventilasi, dapat terjadi proses pertukaran udara kotor (C02) di dalam kandang dengan udara bersih (02) dari luar.

Di samping itu, ventilasi juga dapat mengurangi kelembapan nisbi yang tinggi dan kepengapan didalam kandang yang disebabkan oleh penguapan kotoran, air kencing, dan pernapasan ternak yang dipelihara.

Oleh karena itu, konstruksi kandang harus dilengkapi dengan ventilasi yang cukup agar lingkungan kandang tetap sehat, sehingga kesehatan ternak terjamin.

Lubang ventilasi dapat dibuat dengan mengatur dinding sedemikian rupa menggunakan bilah-bilah bambu atau kawat kasa yang berlubang agak lebar, agar sebagian dinding tersebut menjadi terbuka.

e. Posisi kandang

Agar mendapatkan cukup sinar matahari pagi secara langsung dan untuk menghindari teriknya matahari di waktu siang, maka posisi kandang dibuat menghadap ke arah Timur, membujur atau memanjang dari arah Timur ke Barat.

Dengan posisi kandang yang demikian, maka fungsi sinar matahari sebagai desinfektan (pembunuh kuman) dan kelangsungan hidup hewan ternak yang dipelihara, benar-benar dapat dioptimalkan.

f. Kolong kandang

Kolong kandang berfungsi menampung kotoran, air kencing, dan sampah yang jatuh dari lantai kandang.

Untuk keperluan ini, sebaiknya tanah dasar kolong kandang digali sedalam 40—50 cm, agar kotoran, air kencing, dan sampah sisa-sisa makanan yang jatuh, tidak tercecer keluar.

Tanah bekas galian diatur sedemikian rupa di sekeliling lubang sehingga menjadi benteng (bumbunan) yang dapat mencegah air hujan masuk ke dalam lubang tersebut.

Dengan demikian, air tidak menggenang di kolong kandang. Adapun ukuran tinggi kolong yang dianjurkan adalah 50-70 cm dari permukaan tanah rata.

g. Kerangka kandang

Kerangka kandang berfungsi membentuk bangunan kandang secara utuh. Adapun bagian kerangka kandang adalah sebagai berikut.

  1. Tiang utama yang berfungsi menahan beban kandang.Tiang utama harus dibuat dari bahan yang kuat danbesar, misalnya kayu tiang yang berukuran sekitar 12cm x 12 cm atau bambu besar yang tebal dengan diameter minimal 14 cm. Tiang utama yang kuat membuat bangunan kandang menjadi kokoh dan tidak mudah roboh.
  2. Kerangka penunjang yang terdiri atas kerangka penunjang bawah, kerangka penunjang atas, suhunan,penunjang tegak, dan penunjang tengah. Kerangka kandang berfungsi sebagai penegak berdirinya kandang. Bahan yang digunakan dapat berupa kayu ataupun bambu yang mempunyai ukuran berlainan. Untuk penunjang bawah dapat digunakan kayu berukuran 12cm x 12 cm atau bambu besar dan tebal berdiamter 14 cm. Sebagai penunjang atas dan suhunan dapat digunakan kayu palang dada berukuran 12 cm x 6 cm atau bamboo ukuran sedang sekitar 10 cm. Untuk penunjang tegak dan penunjang tengah dapat digunakan kayu palang dada atau bambu yang mempunyai ukuran sama dengan penunjang atas dan suhunan.
  3. Siku-siku, yang berfungsi untuk memberi kekuatan pada kerangka kandang agar tidak mudah goyang dan tidak mudah miring, sehingga bangunan kendang tidak mudah roboh. Siku-siku terdiri atas siku-siku bagian atas dan siku-siku bagian bawah. Siku-siku dapat dibuat dari bahan kayu palang dada berukuran12 cm x 6 cm atau bambu ukuran sedang berdiameter sekitar 10 cm.
  4. Galar, yakni bagian kerangka yang berfungsi sebagai penahan lantai dan beban ternak yang berada di atasnya.Bahan yang dapat dipergunakan adalah bambu bulat berdiameter sekitar 7—8 cm. Galar handaknya disusun dengan jarak sekitar 20 cm antara galar yang satu dengan galar yang lain.

h. Ukuran luas kandang

Luas kandang harus disesuaikan dengan kebutuhan kambing dan tingkat kepadatannya. Ukuran kepadatan ternak yang dipelihara tergantung pada tingkat umur, jenis kelamin, dan keberadaan induk yang sedang menyusui.

Ukuran luas kandang dan tingkat kepadatan ternak yang dipelihara dapat dilihat pada Tabel.

ukuran kandang kambing ideal
Ukuran kandang ideal

Untuk mendapatkan luas kandang yang sesuai dengan keadaan ternak, kandang dapat disekat menjadi beberapa bagian (menjadi kandang individual). Kandang yang disekat menjadi beberapa bagian mempunyai manfaat sebagai berikut.

  1. Memudahkan pemeliharaan, terutama dalam hal pemberian pakan menurut umur dengan kebutuhan pakan yang sangat berbeda-beda.
  2. Kambing yang masih muda bisa mendapat kesempatan makan dengan baik. Bagi ternak yang sakit, mudah dikontrol.
  3. Bagi induk yang sedang menyusui, lebih tenang dalam merawat anaknya.
  4. Bagi induk yang bunting, akan lebih aman dalam melahirkan anak.
  5. Dapat menghindari perkawinan sebelum waktunya.
  6. Memudahkan pengaturan perkawinan.
  7. Kemungkinan perkawinan satu darah dapat dihindari.
  8. Kambing jantan tidak banyak mengganggu ternak yang lainnya.

C. Perlengkapan operasional

Kambing yang dipelihara dalam kandang secara terus-menerus memerlukan tempat pakan, tempat minum,dan tempat penyimpanan pakan atau persediaan pakan.

Disamping itu, perlu juga disediakan peralatan untuk menunjang kelancaran proses produksi seperti:

  • Golok
  • Cangkul
  • Cangkul garpu
  • Alat semprot
  • Palu
  • Gunting cukur
  • Sikat
  • Gunting kuku
  • Pisau rautan dll

1. Tempat pakan

Tempat pakan biasanya berupa bak yang berbentuk seperti palung, berfungsi sebagai tempat hijauan pakan.

Tempat pakan yang baik akan menjamin keutuhan dan kebersihan pakan karena tidak terinjak-injak dan tidak tersebar ke mana-mana. Disamping itu, pemborosan penggunaan pakan dapat dihindari.

Agar pemberian pakan dapat lebih efisien, ukuran tempat pakan harus disesuaikan dengan kebutuhan. Ukuran tempat pakan yang cocok dan telah banyak digunakan adalah sebagaiberikut.

  1. Tinggi bak pakan sekitar 50 cm, terhitung dari bak bagian atas ke lantai; atau 25—30 cm dari bak bagian bawah ke lantai.
  2. Lebar bak pakan pada bagian atas sekitar 30—40 cm.
  3. Kedalaman bak pakan sekitar 20—25 cm.Lebar bak pakan pada bagian bawah atau dasar sekitar25 cm.
  4. Tempat pakan dapat dibuat dari papan atau bambu yang dibelah atau dianyam. Bagian bawah tempat pakan dibuat rata dan rapat agar tidak banyak bahan pakan yang tercecer danjatuh ke bawah.
  5. Bak pakan untuk sistem kandang kolong atau panggung diletakkan di luar dan ditempelkan pada dinding kandang. Bahan pakan tersebut harus terlindung dari panas matahari atau pun air hujan, agar hijauan pakan tidak menjadi kering atau basah. Kambing kurang menyukai hijauan pakan yang kering atau basah.

Untuk memudahkan pembersihan, bak pakan dapat dilengkapi dengan engsel yang mudah disetel.

Pada sistem kandang berlantai tanah (tidak berkolong), tempat pakan dapat diletakkan di dalam kendang atau di luar kandang.

Bak pakan yang diletakkan di dalam kandang harus memiliki konstruksi yang berbeda dengan bak pakan yang diletakkan di luar kandang. Bentuknya berupa rak-rak.

Sementara, bak pakan yang diletakkan di luar kandang, konstruksinya tidak berbeda dengan bak pakan pada sistem panggung (kolong).

2. Tempat minum

Tempat minum berfungsi sebagai tempat penyediaan air minum bagi ternak. Dengan tersedianya tempat minum, maka kebutuhan air bersih dan sehat dapat terpenuhi dengan baik, sehingga ternak dapat terhindar dari berbagai ancaman penyakit.

Tempat air minum dapat dibeli di toko-toko, khususnya toko-toko yang menjual aneka kebutuhan ternak, seperti poultry shop dan tempat-tempat lain yang membuatnya.

Tempat minum ini juga dapat dibuat sendiri sesuai dengan kebutuhan. Berbagai macam tempat minum yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

a. Tempat minum dari ember plastic

berukuran tinggi 25cm dengan diameter sekitar 27 cm. Tempat minum ini dapat diletakkan di dalam kandang.

Tempat minum tersebut harus diusahakan agar tidak mudah dikotori oleh ternak dan tidak mudah tergelimpang ketika tersenggol.

Air minum yang tumpah dan membasahi kandang bisa membuat kandang menjadi becek dan tentu saja meningkatkan kelembapan kandang sehinggaakan berpengaruh kurang baik terhadap kehidupan ternak.

Untuk mencegah hal tersebut, ember tempat minum dapat diikatkan pada salah satu tiang kandang atau pada bagian lain di dalam kandang.

Sementara,untuk tempat minum di luar kandang, dapat diletakkan menempel pada dinding kandang berdampingan dengan tempat pakan pada sisi depan atau pada sisi belakang.

b. Tempat minum dari paralon atau bambu yang dibelah

Paralon atau bambu yang digunakan sebagai tempat minum harus memiliki ukuran diameter yang besar, sehingga setelah dibelah dapat digunakan untuk menampung cukup banyak air minum.

Jika menggunakan paralon, maka pada sisi kanan dan kirinya harus ditutup rapat dengan dempul atau aspal sehingga tidak bocor.

Panjang tempat minum dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Tempat minum tersebut dapat diletakkan menempel pada kandang di sebelah luar dan terpisah dari tempat pakan.

Tempat minum dari bahan papan atau tripleks yang tebal. Ukurannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Sebagai pedoman dapat digunakan ukuran sebagai berikut.

  1. Tinggi bak= 15 cm
  2. Lebar bak bagian atas = 25cm
  3. Lebar bak bagian bawah = 16cm
  4. Panjang bak= 29 cm

Untuk menghindari kebocoran, pada tiap sambungan dapat ditutup dengan aspal dan dicat hitam. Dengan demikian, tempat minum ini dapat bertahan lama.

Tempat minum dapat diletakkan menempel pada dinding luar kandang berdampingan dengan tempat pakan atau terpisah pada sisi yang lain.

3. Ember dan gayung

Ember dapat digunakan antara lain untuk mengangkut pakan konsentrat dari gudang pakan ke kandang, untuk mengangkut air minum ternak, serta untuk beberapa keperluan lainnya.

Sementara, gayung dapat digunakan sebagai alat untuk mengambil air dari penampungan air untuk dimasukkan ke dalam ember, dan untuk mengambil air dari ember untuk dimasukkan ke tempat minum ternak.

Ember yang disediakan dapat berupa ember plastik, ember karet, atau ember seng. Sementara, gayung yang disediakan dapat berupa gayung yang terbuat dari bahan plastik.

4. Drum

Drum berguna sebagai tempat penampungan air dari sumber air. Drum yang disediakan untuk keperluan ini dapat berupadrum plastik, drum bekas wadah minyak, dan sebagainya.

5. Slang air

Slang air digunakan untuk mengalirkan air dari sumber air ke bak/drum penampungan air serta untuk menyemprotkan air saat membersihkan kandang dan memandikan ternak.

6. Sekop dan cangkul

Sekop dan cangkul digunakan untuk mengeruk (membersihkan) kotoran ternak dan untuk mengaduk Saat mencampur ransum pakan (konsentrat) ternak.

7. Peralatan Kesehatan

Peralatan-peralatan kesehatan yang harus disediakan yaitu suntikan, pisau pemotong kuku, sikat, gunting, kapas,gelas, dan lain-lain.

Peralatan kesehatan ini digunakan untuk memelihara kesehatan ternak, misalnya untuk memotong bulu, memotong kuku, dan sebagainya. Di samping itu, juga untuk merawat dan mengobati ternak yang sakit.

Penutup

Sebelum memulai alangkah lebih baik materi dasar ini di pahami betul. Selain memahami teknisnya, sebagai pengusaha Anda juga perlu membekali diri dengan materi pendukung seperti:

Tentunya konten ini masih jauh dari jata sempurna, kami undang Anda untuk berdiskusi bersama melalui kolom komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *