Memahami Pengertian Kewirausahaan, Sebuah Panduan Dasar Lengkap

Updated on

Dengan mempelajari konten ini, Anda diharapkan memahami pengertian kewirausahaan dalam mencappai kualitas diri, dan kehidupan yang Iebih baik.

pengertian wirausaha

Konten ini akan membahas materi dibawah ini:

  1. Pengertian kewirausahaan, apa itu wirausaha?
  2. Karakteristik wirausaha
  3. Keuntungan dan kerugian bervvirausaha, dan
  4. Konsep pembentukan kewirausahaan

Pengertian Kewirausahaan Menurut Para Ahli

Pada umumnya pengertian kewirausahaan yang ada dari para ahli menyatakan bahwa:

Wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yang dibutuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan sukses.

Geoffrey G. Meredith

Pengertian Kewirausahaan Dalam Konsep Manajemen

Sementara itu, dalam konteks manajemen. Pengertian entrepreneur adalah.

Seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan sumber daya seperti finansial, bahan mentah dan tenaga kerja, untuk menghasilkan suatu produk baru, bisnis baru, proses produksi atau pengembangan organisasi usaha.

Marzuki Usman, 1997:3

Berdasarkan pengertian kewirausahaan diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa seorang yang berwirausaha akan melibatkan dua unsur pokok yaitu peluang dan kesempatan.

Wirausaha mencakup semua aspek pekerjaan baik sebagai karyawan maupun pemerintahan.

Konsep Kewirausahaan

Melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang dan perbaikan hidup.

Dengan demikian, kata kunci dari pengertian kewirausahaan adalah inovatif dan kreatif.

Seseorang yang mempunyai sifat tersebut berarti orang itu telah mempunyai jiwa wirausaha.

Inovasi dan kreatif menumbuhkan kepedulian lingkungan dan orang yang peduli terhadap lingkungan akan memperoleh penghargaan dari lingkungannya, dan orang yang dihargai oleh lingkungan mempunyai networking yang baik.

Kondisi seperti ini terbentuk atas diri seseorang, orang yang bersangkutan tinggal menuai buah dari pohon yang ditanam dan dirawatnya.

Kedengarannya sangat filosofis uraian tersebut, tetapi ini adalah suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri bahwa orang hidup tidak dapat berhasil tanpa bantuan dan kerja sama dari individu-individu lainnya.

Seorang wirausaha harus mempunyai sifat tersebut dan ini merupakan bagian dari karakteristik wirausaha.

Karakteristik Kewirausahaan

Beberapa pendapat dan kesimpulan dari para ahli tentang karakteristik kewirausahaan berbeda-beda.

Tetapi pada intinya adalah bahwa seorang wirausaha merupakan individu yang mempunyai ciri dan watak untuk berprestasi lebih tinggi dari kebanyakan individu-individu lainnya.

Hal ini dapat dilihat dari pendapat berbagai ahli sebagai berikut.

David Mc. Clelland

Menyatakan ada 9 karakteristik utama yang terdapat dalam diri seorang wirausaha, yaitu sebagai berikut.

  1. Dorongan berprestasi: semua wirausahawan yang berhasil memiliki keinginan besar untuk mencapai suatu prestasi.
  2. Bekerja keras: sebagai besar wirausahawan “mabuk kerja”, demi mencapai sasaranyang ingin dicita-citakan.
  3. Memperhatikan kualitas: wirausahawan menangani dan mengawasi sendiri bisnisnyasampai mandiri, sebelum ia memulai dengan usaha baru lagi.
  4. Sangat bertanggung jawab: wirausahawan sangat bertanggung jawab alas usaha mereka, baik secara moral, legal, maupun mental.
  5. Berorientasi pada imbalan: wirausahawan mau berprestasi, kerja keras dan bertanggung jawab, dan mereka mengharapkan imbalan yang sepadan dengan usahanya. imbalan itu tidak hanya berupa uang, tetapi juga pengakuan dan penghormatan.
  6. Optimis: wirausahawan hidup dengan doktrin semua waktu baik untuk bisnis, dansegala sesuatu mungkin.
  7. Berorientasi pada hasil karya yang baik (excellence oriented): sering kali wirausahawan ingin mencapai sukses yang menonjol dan menuntut segala yang first class.
  8. Mampu mengorganisasikan: kebanyakan wirausahawan mampu memadukan bagian-bagian dari usahanya di dalam usahanya.
  9. Berorientasi pada uang: uang yang dikejar oleh para wirausahawan tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan pengembangan usaha saja, tetapi juga dilihat sebagai ukuran prestasi kerja dan keberhasilan.

Geoffrey G. Merideth (1996:5-6)

Mengemukakan ciri-ciri dan watak kewirausahaan yang digambarkan dalam tabel di bawah ini:

Ciri Ciri Watak
Percaya diri Keyakinan, ketidak tergantungan dan optimis
Berorientsi pada tugas dan hasil Kebutuhan untuk berprestasi. Berorientasi laba, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras mempunyai dorongan kuat, energik dan inisiatif.
Pengambilan resiko Kemampuan untuk mengambil risiko yang wajar dan suka tantangan
Kepempinan Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik.
Keorisilan Inovatif dan kreatif serta fleksibel
Berorientasi ke masa depan Pandangan ke depan, persepektif

Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993:6-7)

Mengemukakan delapan karakteristik, yang meliputi.

  1. Desire for responsibility, yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yangdilakukanya. Seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab akan selalu mawas diri.
  2. Preference for moderate risk, yaitu lebih memilih risiko yang moderat, artinya ia selalumenghindari risiko yang rendah dan menghindari risiko yang tinggi.
  3. Confidence in their ability to success, yaitu percaya akan kemampuan dirinya untukberhasil.
  4. Desire for immediate feedback, yaitu selalu menghendaki umpan balik dengansegera.
  5. High level of energy, yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginanya demi masa depan yang lebih baik.
  6. Future orientation, yaitu berorientasi ke masa depan, perspektif, dan berwawasan jauh ke depan.
  7. Skill at organizing, yaitu memiliki keterampilan mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah.
  8. Value of achievement over money, yaitu selalu menilai prestasi dengan uang.

Keuntungan dan Kerugian Berwirausaha

Bagi Anda yang ingin menjadi wirausaha jelas harus mempertimbangkan secara matang manfaat dan pengorbanannya.

Berbagai macam analisis bisnis pasti menajdi pertimbangan, seperti faktor risiko, faktor kebebasan, faktor pendapatan dan yang tidak kalah penting adalah dukungan keluarga yang akan menjadi penentu.

Beberapa ahli memberikan gambaran dan masukan tentang keuntungan dan kerugian dalam berwirausaha sebagai berikut.

Geoffrey G. Merideth mengemukakan keuntungan dan kerugian sebagai berikut:

a. Keuntungan

  1. Memberi kesempatan kepada tiap pribadi untuk mengontrol jalan hidup sendiri dengan imbalan kepemilikan yang diperoleh dari kemerdekaan untuk mengambil keputusan dan risiko.
  2. Kesempatan menggunakan kemampuan dan potensi pribadi secara penuh dan aktualitas diri untuk mencapai cita-cita.
  3. Meggunakan kesempatan untuk meraih keuntungan tak terhingga dan masa depan yang lebih baik dengan waktu yang relatif lebih singkat.
  4. Kesempatan untuk memberikan sumbangan kepada masyarakat dengan lapangan kerja dan pengabdian serta memperoleh pengakuan

b. Kerugian

  1. Kepastian pendapatan membuka dan menjalankan usaha tidak menjamin akan memperoleh uang yang cukup untuk hidup. Tidak adanya keteraturan pendapatan kalau seperti berkerja dengan orang lain. Sang pemilik yang dibayar paling akhir.
  2. Risiko hilangnya modal, asset, investasi Anda. Usaha kecil mempunyai tingkat keberhasilan yang rendah.
  3. Kualitas hidup sebelum bisnis mapan, kerja 12-6 jam sehari.

Peggi Lambing dan Charles L Kuehl

Mengemukakan keuntungan dan kerugian kewirausahaan sebagai berikut.

Keuntungan Kewirausahaan

  1. Otonomi, pengelolaan yang bebas dan tidak terikat membuat wirausaha menjadi seorang “boss” yang penuh kepuasan
  2. Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi
  3. Tantangan awal atau motivasi yang tinggi merupakan hal yang menggembirakan.
  4. Peluang untuk mengembangkan konsep usaha yang dapat menghasilkan keuntungan sangat memotivasi wirausaha.
  5. Kontrol finansial. Bebas dalam mengelola keuangan, dan merasa sebagai kekayaan milik sendiri.

Kerugian Kewirausahaan

Disamping beberapa keuntungan seperti di atas, menurut Peggi juga terdapat beberapa kerugian sebagai berikut.

1. Pengorbanan personal

Pada awal wirausaha harus bekerja dengan memerlukan waktu yang lama dan sibuk. Sedikit sekali waktu untuk kepentingan keluarga dan rekreasi. Hampir semua waktu dihabiskan untuk kegiatan bisnis.

2. Beban tanggungjawab

Wirausaha harus mengelola semua fungsi bisnis, baik pemasaran keuangan, personil maupun pengadaan dan pelatihan.

3. Kecilnya margin keuntungan dan kemungkinan gagal

Karena wirausaha menggunakan keuangan yang kecil dan milik sendiri, profit margin yang diperoleh akan relatif kecil dan kemungkinan gagal juga ada.

Pemahaman Sikap Pribadi Wirausaha

Pemahamam sikap dan pribadi seseorang wirausaha tidak terlepas dari pendekatan teori psikologi. Pengkajian teori psikologi dalam kewirausahaan dilakukan oleh David Mc. Clelland tahun 1961.

Penelitian dilakukan secara empiris terhadap faktor-faktor kepribadian yang tidak bergantung pada keadaan lingkungan, yang menentukan suksesnya seorang wirausaha.

Penemuan tersebut adalah, pertama dibuktikan bahwa ada hubungan perilaku kewirausahaan dengan kebutuhan untuk berprestasi (need for achievement).

Kedua, secara empiris ditemukan korelasi positif antara kuatnya kebutuhan untuk berprestasi dan perilaku wirausaha yang berhasil dan ia juga melakukan uji beda karakteristik perorangan antara wirausaha

Untuk lebih memudahkan pemahamam yang menyeluruh, pertama kali dikenalkan terlebih dahulu tiga variabel motif sosial yang melekat pada diri manusia.

Motif sosial mana yang menjadi ciri sikap seorang wirausaha?

Mc. Clallend mengemukakan bahwa ada tiga motif yang umumnya akan memengaruhi tingkah laku seseorang bila ia berhubungan dengan orang lain dalam satu lingkungan dan situasi tertentu.

Motif Affiliasi (Affiliation Motive)

Adalah motif yang mengarahkan perilaku seseorang yang menyenangi keharmonisan dalam berhubungan dengan orang lain.

Maksudnya, dalam tingkah laku tersebut mencari bentuk hubungan yang sangat intim dengan orang lain. Yang menjadi tujuan adalah suasana yang penuh dengan keakraban dan keharmonisan.

Baginya keakraban dalam hubungan dengan orang lain adalah tujuan utama. Ia sangat bahagia bilamana berhasil membina hubungan yang harmonis dengan orang lain.

Orang-orang yang mempunyai motif seperti ini biasanya seorang teman yang baik; ia mempunyai perhatian yang besar terhadap diri orang lain.

Persoalan-persoalan orang lain dihayatinya sebagaimana ia menghayatinya diri sendiri. Kepuasannya didapat bila ia bersama-sama dengan orang lain membina keserasian.

Motif Kekuasaan (Power Motive)

Adalah motif seseorang yang ingin menguasai orang lain. Orang yang mempunyai motif kekuasaan tinggi cendrung bertingkah laku otoriter.

Ia senang biia dapat bertindak dan berkuasaatas orang lain, dan orang-orang tersebut mau berbuat seperti apa yang dikatakan.

Berbe dadengan orang yang memiliki motif affiliasi yang kuat, orang yang memiliki motif kekuasaan tinggi tidak pernah memerdulikan perasaan orang lain.

Baginya kenarmonisan bukanlah yang utama, melainkan kekuasaan menjadi idamannya.

Dalam memberikan bantuan kepada orang lain, orang yang dengan motif kekuasaan bukan memberikan atas dasar kasihan, melainkan agar orang yang dibantunya kagum dan menghormatinya.

Sering kali orang-orang dengan motif kekuasaan memberikan bantuan kepada seseorang tanpa diminta teriebih dahulu. Hai ini tidak lain hanyalah agar dia bisa menunjukkan kelebihan dirinya atas orang iain.

Motif Prestasi (Achievement Motive)

Asalah motif yang mendorong tingkah laku seseorang dengan titik berat dengan teroapainya suatu prestasi tertentu.

Pada kedua motif terdahuiu objeknya orang lain yang ada dilingkungannya. Orang yang mempunyai motif berprestasi tidak menghiraukan orang lain.

Baginya yang terpenting adalah bagaimana caranya agar bisa mencapai prestasi tertentu.

Orang iain bagi dirinya hanyalah sebagai suatu instrumen yang mungkin dapat digunakandalam rangka menoapai prestasi.

Meningkatkan prestasi yang lebih baik adalah suatu keharusan dalam hidupnya dan yang ada dalam pikiran orang-orang dengan motif prestasi adalah bagaimana oaranya meningkatkan prestasi itu lebih tinggi lagi.

Berdasarkan tiga motif sosial yang dikemukakan oleh David Mo. Clallend, perbedaan yang ada adalah pada.

  1. Affiliasi, dititikberatkan pada bagaimana membina hubungan harmonis dengan orang lain;
  2. Kekuasaan, bagaimana menguasai orang lain sehingga orang itu kagum pada dirinya dan mengikuti perintan apa yang diinginkan.
  3. Prestasi, bagaimana menoapai tujuan dengan berprestasi. Ukuran keberhasilan bagi orang dengan motif ini adalah tercapainya prestasi yang lebih tinggi.

Ketiga motif sosial ada dalam diri setiap orang kadang nanya satu yang kuat yang memengaruhip perilaku.

Hal ini juga tidak teriepas dari keadaan dan situasi lingkungan, apakah memungkinkan atau tidak adanya individu dipengaruhi dan dikuasai oleh satu motif tertentu.

Namun, kenyataan bahwa dalam dunia bisnis, orang dituntut untuk mempunyai motif ganda.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *