Sumber Modal Koperasi dari Mana? Apakah Harus Sah Secara Hukum?

Updated on

Badan usaha dengan sistem kekeluargaan, sumber modal koperasi dari mana?

Nama koperasi tentu sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat. Kata koperasi sendiri berasal dari co-operation yang bermakna kerja sama.

Koperasi adalah sebuah badan usaha yang didirikan dengan memegang asas kekeluargaan dan dikelola oleh anggota koperasi itu sendiri.

Tujuan didirikannya koperasi adalah untuk memenuhi kebutuhan bersama terlebih pada bidang ekonominya.

Semua anggota yang tergabung dalam koperasi dipastikan mendapat keuntungan yang telah dijanjikan pada awal kontrak kerjasama.

Untuk pendirian koperasi, siapapun bisa melakukannya baik perorangan maupun badan hukum.

Modal yang digunakan dalam koperasi pun beragam. Sebagian besar modal didapatkan dari para anggota koperasi, dengan begitu usaha koperasi harus bisa memenuhi kebutuhan setiap anggotanya.

Untuk lebih jelasnya, berikut daftar sumber modal pada koperasi yang perlu anda ketahui.

Sumber Modal Koperasi

Pada dasarnya, koperasi adalah badan usaha milik bersama yang artinya dibutuhkan modal yang besar untuk bisa mengembangkannya.

Modal yang dibutuhkan oleh koperasi dapat digolongkan menjadi dua yakni modal keuangan dan modal non-keuangan.

Baik modal keuangan maupun bukan, semuanya memiliki peran yang cukup esensial dalam perkembangan koperasi.

Secara garis besar, sumber modal pada  koperasi dibagi menjadi dua yakni secara langsung dan secara tidak langsung.

Untuk lebih jelasnya, berikut ulasan lengkap mengenai sumber modal koperasi.

Sumber modal langsung

Sumber modal yang pertama adalah secara langsung. Untuk mendapatkan sumber modal ini, ada tiga cara klasik yang dapat digunakan.

Ketiga cara klasik tersebut adalah:

Meminjam dari bank dan non bank

Langkah yang satu ini dapat digunakan untuk mendapatkan modal kerja ataupun modal investasi yang dapat digunakan untuk mengembangkan koperasi agar menjadi lebih produktif.

Pada dasarnya, melakukan peminjaman ke lembaga bank maupun non bank cukup mudah untuk dilakukan.

Namun, dalam hal berbisnis pasti ada kendala yang mungkin didapati oleh pihak pertama maupun pihak kedua.

Kendala yang mungkin didapatkan oleh pihak koperasi adalah persyaratan yang diajukan oleh pihak bank atau non bank terlalu sulit untuk dipenuhi.

Sedangkan pihak bank atau non bank sendiri sebagai penyedia dana juga memiliki kendala yang mungkin terjadi seperti belum memahami mengenai koperasi tersebut atau meminta persyaratan yang terlalu memberatkan pihak koperasi.

Mengandalkan simpanan wajib

Simpanan wajib adalah salah satu hal yang memiliki peran penting dalam perkembangan koperasi.

Dengan mengandalkan simpanan wajib yang memiliki kaitan dengan volume pelayanan yang diberikan oleh pihak koperasi kepada anggotanya. 

Besar kecilnya simpanan wajib akan diakumulasikan guna menambah permodalan secara langsung.

Jika pelayanan yang diberikan semakin baik, maka simpanan wajib para anggota akan semakin besar pula.

Dengan mengaktifkan simpanan wajib bagi para anggota koperasi, jumlah modal yang ada di koperasi akan menjadi lebih besar.

Bahkan di beberapa negara maju, simpanan wajib koperasi sudah memiliki kedudukan yang sama dengan saham. 

Namun, saham yang dimaksud disini memiliki pengertian berbeda dengan saham yang ada pada PT. Saham di koperasi memiliki makna sebagai modal sendiri .

Dengan mengacu pada negara maju, koperasi di Indonesia dapat mencontoh sikap dari negara maju yang memupuk simpanan wajib yang didasarkan pada pelayanan terbaik untuk para anggotanya.

Mengaktifkan tabungan yang dimiliki oleh anggota

Pada dasarnya, tabungan anggota bersifat sukarela yang akan diberikan balas jasa berupa bunga.

Tabungan anggota tidak memiliki tanggungan risiko bisnis. tabungan anggota memiliki sifat yag sukarela, jadi pengurus koperasi harus berusaha keras untuk meyakinkan para anggota menabung secara rutin di koperasi.

Mengaktifkan tabungan seperti ini masih tergolong jarang terjadi, namun jenis Koperasi Simpan Pinjam sudah banyak yang menerapkan sistem ini.

Dilihat dari sudut jumlah, penerapan sistem ini cukup berhasil dan hasilnya juga memuaskan.

Selain itu, tabungan anggota dapat dijadikan sebagai tambahan modal usaha. Keunggulan dari sistem ini adalah pihak koperasi dapat memberikan bunga kepada anggota yang menabung.

Sumber modal tak langsung

Sumber dana yang didapatkan dari cara ini tidak digunakan secara langsung oleh koperasi.

Namun dengan cara mengambil manfaat dari kemampuan koperasi itu sendiri dengan menekan biaya yang seharusnya dikeluarkan oleh koperasi untuk mengembangkan usahanya.

Berikut cara mendapatkan sumber modal tak langsung yang dapat dilakukan oleh koperasi.

Menjalin kerja sama

Kerja sama usaha adalah salah satu cara yang paling potensial untuk membantu peningkatan modal tambahan ataupun modal keseluruan.

Jalinan kerja sama yang berlangsung akan dapat membantu koperasi berkembang dengan lebih pesat. 

Menjalin kerja sama dengan badan usaha lainnya dapat dijadikan sebagai ajang promosi produk yang disediakan oleh koperasi tersebut.

Dengan melakukan kerja sama ini, koperasi dapat menekan kebutuhan modal dan melakukan perjanjian dalam pembagian hasil keuntungan.

Kerja sama yang dilakukan juga secara tidak langsung telah menambah modal koperasi.

Melakukan penundaan pembayaran

Menunda pembayaran yang dilakukan dapat memberikan keuntungan bagi koperasi karena dengan jumlah dana yang dikumpulkan dapat digunakan untuk menunjang usaha koperasi yang membutuhkan dana pada saat tersebut.

Umumnya, batas waktu penundaan pembayaran adalah 30 sampai 90 hari sejak tagihan pembayaran diterima.

Dalam waktu tersebut, koperasi dapat memanfaatkannya untuk modal mengembangkan usaha koperasi.

Dengan menggunakan cara ini, dana yang telah terkumpul dapat dialokasikan sebagai modal usaha untuk koperasi.

Selain itu, koperasi juga dapat memanfaatkan pasokan barang yang diberikan oleh mitra kerja sama tanpa harus menyediakan atau mengeluarkan dana tunai untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Pendirian badan usaha dengan subsidi

Mendirikan badan usaha bersubsidi juga dapat menjadi langkah dalam pengembangan modal koperasi.

Badan usaha bersubsidi ini bisa menjadi perusahaan khusus yang dapat digunakan untuk memasarkan hasil produksi dan juga menyediakan setiap barang kebutuhan koperasi.

Sehingga koperasi dapat mendapatkan keuntungan secara tidak langsung selama proses produksinya. 

Badan usaha bersubsidi ini nantinya akan menjadi modal dan milik koperasi sponsornya. Yang artinya juga memiliki kewajiban utama untuk memprioritaskan dan memberikan pelayanan terbaik bagi para sponsor dan anggota.

Dengan adanya perusahaan bersubsidi, anggota sudah tidak perlu menyediakan dana tunai dalam proses produksi, pemasaran maupun pembelian bahan baku.

Hal ini dikarenakan perusahaan bersubsidi telah berperan sebagai modal tambahan koperasi secara tidak langsung.

Mengaktifkan dana cadangan

Dana cadangan memiliki peran yang cukup penting dalam pengembangan koperasi.

Untuk menanggulangi hal tersebut, pihak koperasi mengalihkannya menjadi dana cadangan.

Dengan begitu, keberadaan dana cadangan cukup berpengaruh terhadap perkembangan koperasi.

Fungsi esensial dari dana cadangan adalah saat koperasi harus membutuhkan bantuan finansial guna menunjang kelancaran usaha.

Sejauh ini, penggunaan dana cadangan lebih pada menutup atau mengganti nilai penyusutan yang terjadi pada barang–barang modal atau melakukan perbaikan terhadap mesin yang mengalami kerusakan.

Sumber Modal Koperasi Menurut UU

Selain kedua sumber diatas, ada beberapa sumber lain yang didasarkan pada undang–undang negara. Berikut daftar sumber modal yang berdasar pada undang–undang.

Modal sendiri

Secara singkat, modal sendiri adalah modal yang didapatkan dari simpanan para anggota koperasi baik simpanan pokok maupun simpanan wajib.

Apabila koperasi telah mendapatkan keuntungan, sisa hasil usaha sebagian dibagi dengan para anggota dan sebagian lagi dihimpun untuk dijadikan dana cadangan koperasi.

Dengan begitu, modal sendiri terdiri dari berikut ini:

Simpanan wajib

Simpanan wajib adalah jumlah uang atau dana yang wajib dibayarkan oleh para anggota guna mencukupi kebutuhan dana.

Jumlah simpanan wajib yang harus dibayarkan oleh setiap anggota tidaklah sama. Jumlah simpanan wajib yang harus dibayarkan oleh para anggota harus bisa mencapai target dana yang telah didiskusikan.

Target dana tersebut berfungsi untuk menunjang perkembangan koperasi agar menjadi lebih berkembang.

Simpanan pokok

Sumber modal sendiri yang kedua berasal dari simpanan pokok. Simpanan pokok adalah jumlah uang yang dibayarkan oleh anggota saat hendak masuk menjadi anggota koperasi.

Dana ini bersifat sukarela dan dialokasikan untuk tambahan kas koperasi. Selama masih menjadi anggota koperasi, simpanan pokok yang sudah dibayarkan tidak bisa diambil kembali dengan alasan apapun.

Meski bersifat sukarela, besarnya jumlah simpanan pokok yang dibayarkan akan ditentukan melalui rapat anggota koperasi.

Hibah atau donasi 

Dana yang satu ini tidak wajib dilakukan oleh semua anggota koperasi.

Hibah atau donasi adalah memberikan uang atau barang kepada pihak koperasi yang nantinya akan digunakan untuk mengembangkan usaha koperasi.

Karena bersifat tidak wajib, hibah atau donasi ini boleh ada dan boleh tidak.

Modal pinjaman

Selain modal sendiri, sumber dana koperasi yang didapatkan bisa berasal dari pinjaman.

Berikut daftar modal pinjaman yang bisa didapatkan oleh pihak koperasi.

Modal pinjaman anggota

Modal pinjaman yang pertama dapat berasal dari anggota yakni simpanan khusus dan simpanan sukarela.

Kedua sumber ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan, berikut pengertiannya yang lebih lanjut.

1. Simpanan khusus

Simpanan khusus adalah jenis modal pinjaman yang digunakan untuk membiayai kebutuhan tertentu dari koperasi.

Untuk keuntungan yang didapatkan biasanya sudah diatur dalam peraturan khusus yang telah disepakati.

2. Simpanan sukarela

Berbeda dengan simpanan khusus, simpanan sukarela adalah jumlah uang yang dititipkan oleh para anggota kepada pihak koperasi dan dapat diambil sewaktu–waktu sesuai dengan peraturan yang telah dibuat pada saat menandatangani kontrak dengan koperasi.

Peraturan dan jumlah simpanan sukarela sepenuhnya telah diatur dalam anggaran rumah tangga.

Modal pinjaman koperasi atau badan usaha lain

Selain bisa mendapatkan pinjaman dari anggota, koperasi juga bisa mendapatkan suntikan dana dari meminjam kepada koperasi atau badan usaha lain.

Namun, pinjaman ini didapatkan dari jalinan kerja sama antara kedua belah pihak. Pinjaman yang dilakukan juga harus bisa menguntungkan satu sama lain.

Bank atau lembaga keuangan lain

Selain kedua cara diatas, koperasi juga dapat memperoleh pinjaman modal dari bank ataupun lembaga keuangan lain.

Namun, diperlukan beberapa syarat khusus untuk bisa memperolehnya.

Berikut syarat yang biasa diajukan oleh pihak yang meminjamkan dana:

  1. Rencana dikembalikannya kredit yang telah diambil sesuai dengan kesepakatan
  2. Rencana pemanfaatan modal atau rencana pengembangan usaha
  3. Barang yang menjadi jaminan harus sesuai dengan besaran dana yang diinginkan

Penelitian obligasi dan surat hutang lain

Apa yang Anda ketahui tentang obligasi?

Obligasi adalah jenis surat berharga yang memiliki nilai tinggi dan terhitung sebagai hutang jangka panjang sehingga peminjam harus melunasinya berikut dengan bunganya pada waktu yang telah disepakati.

Surat berharga atau obligasi yang dikeluarkan harus sudah memenuhi syarat dan mendapatkan izin dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM) agar surat tersebut dapat berlaku secara legal.

Sumber lain yang sah

Selain kedua sumber modal koperasi di atas, koperasi juga bisa mendapatkan pinjaman dana dari sumber lain asalkan legal dan sah secara hukum.

Sumber lain yang dimaksud disini dapat berasal dari pemerintah maupun lembaga lainnya.

Modal penyertaan

Modal penyertaan adalah jumlah dana yang berasal dari pemerintah atau masyarakat dan memiliki risiko yang harus ditanggung.

Ada beberapa jenis modal penyertaan, berikut ulasannya:

Modal penyertaan dari pemerintah

Yang pertama adalah modal penyertaan dari pemerintah.

Dalam bantuan modal ini, pihak pemerintah seperti BUMN akan memberikan bantuan dana kepada koperasi yang memiliki potensi tinggi dalam perkembangan dan kemajuannya.

Selain itu, pemerintah juga dapat secara langsung mengutus perwakilannya untuk turut serta mengembangkan koperasi.

Setelah usaha koperasi berjalan lancar dan menguntungkan, pemberi modal penyertaan dapat menarik kembali dana yang telah disumbangkan.

Modal penyertaan swasta

Sama dengan definisnya, modal penyertaan adalah salah satu jalan yang harus ditempuh oleh koperasi guna mendapatkan lebih banyak modal dengan mengajak investor untuk ikut menanggung risiko yang mungkin terjadi.

Meski begitu, ada perjanjian yang mengikat antara koperasi dengan penanam modal. 

Jika dilihat dari sudut penanam modal, berinvestasi dalam koperasi memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan.

Yang artinya, tidak semua lembaga atau perorangan tertarik untuk menanam modal. Pihak penanam modal juga memiliki hak dan kewajiban yaitu:

  1. Memiliki wewenang dalam perencanaan pengelolaan dan pengawasan perkembangan koperasi dengan cara menempatkan wakil atau utusannya dalam koperasi.
  2. Hak terhadap jumlah modal penyertaan yang telah ditanamkan baik dengan sistem bagi hasil atau pembayaran bunga tetap yang dilakukan oleh koperasi.

Fungsi Modal Koperasi

Modal memiliki peran yang cukup esensial dalam mengembangkan koperasi. Jika tidak ada modal, dapat dipastikan bahwa koperasi tidak akan bisa berkembang dengan baik.

Jika koperasi tidak bisa berkembang dengan baik, dapat dikatakan bahwa koperasi tersebut sedang berada di ujung tanduk.

Secara garis besar, terdapat tiga fungsi utama dari penghimpunan modal koperasi. 

Biaya proses pendirian

Fungsi pertama adalah sebagai biaya proses pendirian.

Maksud dari modal sebagai biaya pendirian koperasi adalah pemanfaatan modal untuk membuat akta pendirian atau anggaran dasar koperasi.

Mendanai biaya administrasi pengurusan izin yang diperlukan oleh koperasi, menyewa tempat, biaya transportasi dan lain sebagainya.

Barang modal

Fungsi kedua adalah untuk membeli barang modal.

Barang modal yang dimaksud adalah peralatan jangka panjang yang dibutuhkan oleh koperasi.

Selain itu, barang modal digolongkan sebagai harta tetap atau modal jangka panjang.

Modal kerja

Yang ketiga adalah modal berfungsi sebagai modal kerja.

Pada dasarnya, modal kerja pada koperasi digunakan untuk membiayai semua biaya operasional yang digunakan untuk menjalankan usaha koperasi.

Demikian materi ini kamu sajikan untuk pemahan Anda. Semoga bermanfaat.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *