Alasan Menjadi Pengusaha itu Keren dan Dapat dijadikan Pilihan Karir

Posted on

Banyak orang memilih terus menjadi karyawan daripada menjadi pengusaha atau entrepreneur.

Alasannya  sangat klasik dan sederhana, seperti tidak mau repot, tidak punya modal, takut gagal, dan seribu alasan lainnya.

jadi pengusaha

Ada juga yang memilih terus menjadi karyawan karena merasa sudah mapan dengan posisi tersebut.

Yang menarik, mereka yang punya ketakutan seperti itu sering kali belum pernah mencoba membuka bisnis serta menjalani usaha mandiri sama sekali.

Atau, baru mencoba satu, dua kali, tidak memperoleh sesuai apa yang diharapkan, putus asa, lalu memilih menghentikan usahanya.

Padahal, jika kita melihat para pengusaha yang saat ini sukses, kita akan tahu bahwa mereka tidak hanya satu kali gagal, tetapi berulang-ulang. Namun mereka tetap yakin dengan mimpinya, dengan selalu mencoba dan bekerja keras.

Jika tekun, entrepreneur yang berkarakter smart dan profesional hampir dipastikan akan menuai kesuksesan.

Bagi Anda yang masih memiliki jiwa muda, mungkin pernah terbesit pertanyaan “Apa sih enaknya jadi pengusaha?” Berikut beberapa alasan mengapa kita harus jadi pengusaha.

Bebas menentukan nasib sendiri

Dengan menjadi pengusaha mandiri, kita akan bebas menentukan nasib sendiri.

Kalau kita ingin cepat sukses, perlu bekerja ekstra keras. Kalau memilih lebih santai, tentunya lama untuk mencapai kesuksesan.

Kerja keras menjadi salah satu modal penting yang harus dimiliki dalam diri seorang pengusaha. Karena kerja keras ikut serta menentukan nasib Anda sebagai seorang pengusaha.

Pengusaha yang ulet dan pekerja keras tentu akan berhasil dengan usaha yang dijalankannya. Nasib bisnis Anda tentu berawal dari kerja keras Anda.

Baca juga modal awal untuk menjadi penjual handal.

Tidak terikat jam kerja

Salah satu alasan yang mendorong seseorang untuk menjadi seorang pengusaha yaitu tidak terikat jam kerja.

Ketika menjadi seorang pengusaha Anda bebas menentukan jam kerja Anda sendiri.

Bandingkan ketika Anda menjadi seorang karyawan disebuah perusahaan yang dimiliki oleh orang lain, tentunya jam kerja sudah diatur oleh perusahaan tersebut.

Anda harus mengikuti semua peraturan yang telah ditetapkan perusahaan mengenai jam kerja.

Bahkan mungkin disebuah perusahaan yang memang ketat dan tidak fleksibel, bisa jadi telat beberapa menit tidak dimaklumi bahkan hingga potong gaji.

Eksekusi Ide Sendiri

Salah satu kekurangan yang membuat greget diri sendiri saat bekerja dibawah perusahaan orang lain yaitu kita tidak bisa dengan mudah mengeksekusi ide ide yang kita mmiliki.

Hal ini juga yang menjadi salah satu alasan mengapa Anda harus menjadi pengusaha.

Ide yang menumpuk di kepala bisa langsung diimplementasikan menjadi bisnis yang mungkin amat potensial. Ini, sulit dilakukan para karyawan.

Walaupun kita bekerja di sebuah korporasi yang amat besar, kita hanyalah “sebuah sekrup kecil dari sebuah mesin raksasa.”

Pemecatan dan pensiun dini

Sebagai pengusaha mandiri, tentu saja kita tak perlu takut dipecat. Kita juga tak harus khawatir akan kehilangan jabatan, yang jelas kita bias menjalankan apa yang ada di dalam pikiran kita tanpa adanya intervensi orang.

Tak hanya itu, sebagai pengusaha mandiri, kita akan selalu menjadi “kepala” di perusahaan.

Sekecil apa pun bisnis kita, ini tentu lebih nikmat ketimbang menjadi “ekor” dalam perusahaan orang lain, walaupun perusahaan itu sangat besar.

Dengan memiliki sendiri sebuah usaha, kita tak akan pernah menjadi pensiunan. Kecuali, kalau memang kita ingin menyerahkan semua kepemilikan dan pengelolaan usaha yang kita rintis kepada orang lain.

Kita bisa menikmati kebebasan finansial. Walaupun tak harus menjadi konglomerat.

Ingat, jangan ingin cepat kaya, karena pasti akan terjungkal. Jangan mengelola usaha dengan terburu-buru karena hasilnya tidak akan optimal.

Yang penting untuk diingat juga yaitu pertahankan gaya hidup kita. Hiduplah sederhana, dengan kebebasan finansial, pasti terasa lebih nyaman.

Entrepreneur fondasi perekonomian

Jangan pernah berpikir bahwa yang bisa jadi pengusaha hanyalah anak-anak orang kaya dengan pendidikan yang tinggi dan nilai kuliah yang bagus.

Menjadi pengusaha adalah pilihan karier yang menantang dan bisa diraih oleh siapapun tanpa syarat gelar dan bukan karena bakat atau keturunan.

Salah satu contoh Purdi E. Chandra, founder Primagama, sebuah bimbingan belajar yang tersebar seantero nusantara.

Andai saja, 25 tahun yang silam ia tidak memilih drop out dari UGM, boleh jadi di Indonesia tidak akan pernah ada bimbingan belajar yang berkembang menjadi bisnis nasional dengan outlet hingga 520-an di hampir semua provinsi di tanah air.

Dilatarbelakangi kekecewaannya pada sistem pendidikan dan perkuliahan pada waktu itu, ia memilih keluar dan mendirikan Primagama yang kini menjadi Holding Company dengan beragam usaha.

 Ide gilanya yang berawal atas rasa kecewa terhadap sistem pendidikan memberikan peluang bisnis tersendiri dan faktanya berkembang dan beranak-pinak hingga saat Ini.

Menjadi pengusaha sukses bukan tentang seberapa besar modal uang yang dimiliki serta seberapa tinggi gelar yang dimiliki melainkan seberapa besar tekad, kerja keras dan usaha Anda.

Menjadi Dermawan

Memang tidak harus menjadi seorang pengusaha untuk menjadi seorang dermawan.

Itu teorinya, tapi nyatanya banyak orang yang secara finansial masih kurang berkata “buat mencukupi kebutuhan hidup sendiri aja masih kurang apalagi buat orang lain” sehingga sulit bahkan enggan mengeluarkan hartanya untuk membantu sesama.

Nah, sebenarnya prinsip berbagi ini dipegang oleh banyak pengusaha karena dengan berbagi pada pihak yang kurang mampu, Tuhan pasti akan melipat gandakan harta yang tadinya dibagikan tersebut.

Hal tersebut telah banyak dilakukan para pengusaha sukses di lingkungan sekitar kita.

Sebagai contoh, salah seorang kawan dan guru bisnis penulis, H. Bukhori, yang memiliki bisnis roti Aflah pernah memberikan nasihat bahwa salah satu kunci sukses menjadi seorang pengusaha adalah dengan bersedekah.

Secara logika, memang bersedekah yang mungkin diartikan sebagai membuang uang tak mungkin membuat kaya.

Tetapi perlu Anda ketahui, matematika kita berbeda dengan matematika Tuhan.

Semakin kita banyak berbagi kepada sesama, semakin banyak pula kita diberi oleh Tuhan, bahkan dilipatgandakan apa yang sebelumnya kita berikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *