Panduan Mengatur Keuangan Pribadi, Agar Tidak Menyesal Di Masa Depan

Diposting pada

Secara ekonomi, manusia adalah mahluk konsumtif! Jika Anda tidak pandai mengatur keuangan, maka hancurlah kehidupan finansial Anda pada masa yang akan datang.

mengatur keuangan

Konsumsi ini terdiri dari konsumsi terhadap barang dan jasa. Pada umumnya persentase dari pendapatan untuk konsumsi lebih besar dari pengalokasian lainnya, seperti investasi dan tabungan.

Anda harus mengetahui beberapa hal tentang konsumsi berikut juga tips tentang konsumsi. Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Kebiasaan konsumsi pada level tertentu tidak akan mudah turun
  2. Alokasikan uang untuk konsumsi dengan perencanaan
  3. Antara konsumsi dan banyak uang di tangan
  4. Pandangan orang Cina dan Jepang terhadap konsumsi
  5. Hati-hati terhadap diskon
  6. Hati-hati terhadap iklan
  7. Hati-hati terhadap sales
  8. Disiplin dalam alokasi konsumsi dan kesibukan pada pekerjaan
  9. Jangan punya utang konsumsi
  10. Menabung di depan
  11. Ingat kesengsaraan dan kemiskinan
  12. Kemewahan dan konsumsi
  13. Konsumsi untuk investasi adalah baik

Kebiasaan konsumsi pada level tertentu tidak akan mudah turun

Teori ekonomi menyatakan bahwa jika seseorang terbiasa dengan pola konsumsi level tertentu maka untuk masa selaniutnya ia akan sulit untuk menurunkan pola konsumsi ke level yang lebih rendah.

Misalnya, ada orang yang berasal dari golongan menengah ke atas yang setiap harinya makan “mewah”, maka jika suatu waktu ia menjadi miskin ia mengalami kesulitan untuk mengubah pola konsumsinya menjadi lebih sederhana.

Begitu juga dengan gaya busana dan lain-lain.

Teori ekonomi menyatakan bahwa jika seseorang terbiasa dengan pola konsumsi level tertentu maka untuk masa selanjutnya ia akan sulit untuk menurunkan pola konsumsi ke level yang lebih rendah.

Kapan waktu ideal untuk meningkatkan gaya hidup?

Perhatikan pola hidup Anda jika sedang mengalami kenaikan income.

Gaya hidup Anda seharusnya naik seiring naiknya aset investasi Anda, bukan karena gaji naik.

Pola konsumsi ini akan mempengaruhi sukses atau tidaknya finansial di masa depan.

Tips simpel …

Biasakan ketika ada kenaikan income, yang dinaikan adalah aset investasinya terlebih dahulu, gaya hidup menyusul seiring kenaikan aset tersebut.

Alokasikan uang untuk konsumsi dengan perencanaan yang baik

Uang yang Anda punyai tidak semuanya digunakan untuk konsumsi.

Dalam ilmu ekonomi, selain konsumsi, terdapat juga alokasi untuk investasi dan tabungan.

Kalau konsumsi lebih bersifat meghabiskan uang, maka investasi lebih bersifat menggunakan uang guna menghasilkan uang.

Tabungan bersifat menyimpan uang, di mana simpanan itu dapat berfungsi sebagai cadangan untuk kebutuhan darurat.

Tujuan dari pengalokasian ini adalah agar uang yang ada tidak habis dibelanjakan. Tentukan angka ideal yang dimanfaatkan untuk kegiatan konsumsi.

Alokasi sederhana dengan persentase

Misal, Anda ingin menabung untuk emergency fund sebesar 10% dari pendapatan dan untuk investasi sebesar 20%.

Dengan begitu terdapat alokasi untuk konsumsi sebesar 70%.

Jika tidak memungkinkan maka Anda dapat menurunakan jumlah 20% untuk investasi itu sesuai kemampuan Anda.

Catatan: Investasi dan menabung itu bukan tentang angka, melainkan tentang membangun habbit. Bentuk lah kebiasaannya dulu, naikan angkanya perlahan.

Anda dapat menggunakan alokasi investasi tersebut untuk bisnis atau membeli produk investasi.

Buat perencanaan yang lebih spesifik

Setelah menempatkan uang untuk konsumsi, buatlah rencana pengalokasian untuk satu minggu.

Misalnya untuk satu minggu Anda menggunakan 25% dari uang untuk konsumsi, jika uang untuk konsumsi sebesar 1 juta, maka tiap minggu maksimal penggunaannya 250 ribu.

Anda harus disiplin untuk tidak menggunakan uang konsusmsi seminggu lebih dari 250 ribu.

Semakin pendek waktu alokasi uang konsumsi, maka semakin bisa Anda mendisplinkan diri bahkan kalau bisa pengalokasiannya untuk satu hari.

Kalau Anda merencanakan untuk lebih panjang jangka waktunya seperti satu bulan, maka akan lebih susah untuk mendisplinkan diri dalam mengatur keuangan tersebut.

Mengatur keuangan dan Anda akan mendapatkan kepuasan.

Ada yang perlu diperhatikan, ada orang yang mempunyai kepuasan dan kebanggaan tersendiri jika memiliki banyak tabungan, sehingga ia tidak memerlukan tingkat konsumsi yang tinggi.

Hal ini bagus juga dicontoh untuk meredam tingkat konsumsi Anda.

Dengan begitu, orang yang memakai pola ini akan memiliki cadangan uang yang banyak di masa depan.

Di masa mendatang ia mempunyai keamanan finansial dan bila ia ingin membuka suatu bisnis telah ada modal yang cukup.

Jenis Konsumsi

Konsumsi terbagi menjadi konsumsi barang dan konsumsi jasa.

  • Konsumsi barang berupa makan dan minum, pakaian, rumah, barang elektonik dan lainnya
  • Konsumsi jasa seperti pendidikan, transportasi, perawatan tubuh, ditambah biaya sosial
manage uang

Pandangan orang Cina dan Jepang terhadap “pemborosan”

Masyarakat Cina dan Jepang sangat disiplin dengan yang namanya konsumsi. Mereka memiliki tradisi baik yakni hemat dan tidak suka boros.

Sebelum sukses secara finansial dan benar-benar kaya, mereka hidupdengan hemat dan sederhana.

Orang Jepang mengatakan, adalah pemborosan jika membuang barang hanya karena telah menjadi tua, menggunakan barang dengan ceroboh sehingga dalam waktu singkat tidak bisa digunakan lagi, atau menggunakan barang yang tidak perlu dan tidak produktif, seperti membiarkan lampu menyala pada ruangan kosong.

Membelanjakan uang melebihi yang diperlukan tidak hanya boros, tetapi dipandang sebagai tindakan kurang hormat pada leluhur.

Sindrom batin anti pemborosan ini tampaknya merupakan penghalang batin bagi orang Jepang terhadap pembelian mobil mewah, rumah besar, atau berlibur dengan biaya mahal-meskipun sebenarnya mereka mampu.

Konsumsi yang mencolok seperti itu lebih bersifat pemborosan dalam arti tidak menghormati.

Ingat kesengsaraan dan kemiskinan

Ada pepatah yang mengatakan bahwa hidup bagai roda pedati, ada kalanya berada di atas dan ada waktunya di bawah.

Artinya bila sekarang kita adalah orang yang kaya dan memiliki banyak uang, maka di masa mendatang belum tentu akan terus seperti itu.

Setiap orang bisa saja jatuh menjadi miskin, dan hal ini bisa terjadi jika kita tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan finansial.

Jika Anda mengingat kesengsaraan dan kemiskinan maka akan timbul sikap hati-hati dan perasaan takut untuk menjadi miskin.

Ketakutan itu akan membuat Anda berpikir berkal-kali untuk bertindak konsumtif Fenomena menunjukkan begitu banyaknya orang yang berfoya-foya serta lupa akan kesengsaraan dan kemiskinan yang ditimbulkannya.

Anda harus berusaha untuk mencegah diri menjadi miskin dengan cara mengatur tingkat konsumsi, berinvestasi, asuransi, dan giat menabung.

Lagipula, dengan pola hidup sederhana, kita akan memperoleh ketenangan batin.

Kemewahan dan Konsumsi

Konsumsi yang bisa menguras uang adalah ketergantungan terhadap barang dan jasa yang bersifat mewah. Hal ini jelas karena barang dan jasa seperti ini harganya lebih mahal bahkan sangat mahal.

Orang yang terbiasa hidup dengan barang mewah akan kesulitan beradaptasi jika suatu saat mereka jatuh miskin atau kondisi ekonominya menurun.

Mengatur Keuangan untuk investasi adalah baik

Konsumsi investasi adalah kegiatan konsumsi dalam rangka untuk mengliasilkan uang.

Selama kegiatan konsumsi barang atau jasa tersebut bisa membuat peningkatan produktivitas Anda serta dalam rangka menghasilkan uang, maka kegiatan konsumsi itu bersifat positif asalkan masih bersifat sederhana.

Mengatur keuangan bukan berarti membentuk Anda menjadi pribadi yang pelit, sebaliknya, dengan pengetahuan finansial yang baik, Anda akan lebih lolay terhadap diri sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *