Memulai Usaha Baru, Model Pengembangan dan Resikonya

Posted on

Bagaimana caranya memasuki dunia usaha dan memulai usaha baru?

Serta bagaimana pemilihan bentuk usaha yang akan dipilih beserta tata cara dan persyaratannya.

memulai usaha

Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai suatu usaha atau memasuki dunia usaha, yaitu sebagai berikut.

1. Merintis usaha baru (starting), Yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal, ide, organisasi, dan manajemen yang dirancang sendiri.

Ada tiga bentuk usaha baru yang dapat dirintis, yakni:

  • Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship), yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang
  • Persekutuan (partnership), yaitu suatu kerjasama (asosiasi) dua orang atau Iebih yang secara bersama-sama menjalankan usaha bersama
  • Perusahaan berbadan hukum (corporation), yaitu perusahaan yang didirikan atasdasar badan hukum dengan modal saham-saham

2. Membeli perusahaan orang Iain (buying), yaitu dengan membeli perusahaan yang telahdirintis dan diorganisasi oleh orang lain dengan nama (good will) dan organisasi usaha yang sudah ada.

3. Kerja sama manajemen (franchisor/ parent company), Dalam mengadakan persetujuan jual-beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha.

Kerjasama ini biasanya dengan dukungan awal seperti:

  1. Pemilihan tempat
  2. Rencana bangunan
  3. Pembelian peralatan
  4. Pola arus kerja
  5. Pemilihan karyawan
  6. Advertensi
  7. Pembukuan
  8. Pencatatan dan akuntansi
  9. Konsultasi
  10. Standar, riset dan pengendalian kualitas
  11. Promosi
  12. Nasihat hukum
  13. Sumber-sumber permodalan

Memulai usaha baru

Sebagai pengelola dan pemilik usaha (business owner manager) atau pelaksana usaha kecil (smallness operator), ia harus memiliki kecakapan untuk bekerja, berkemampuan mengorganisasi, kreatif, dan Iebih menyukai tantangan.

43% responden (wirausaha) menggunakan sumber ide bisnisnya dari pengalaman yang diperoleh ketika bekerja di beberapa perusahaan atau tempat-tempat professional Iainnya.

Sebanyak 15% Iagi dari responden dengan mencobanya dan mereka merasa mampudengan Iebih baik.

Sebanyak 1 dari 10 responden dari wirausaha yang disurvei mengungkapkan memulai uasaha untuk memenuhi peluang pasar.

Sedangkan sebanyak 46% Iagi karena hoby.

Hasil survai yang dilakukan oleh Peggy Lambing (2000:90)

Menurut Lambing, ada dua pendekatan utama yang digunakan entrepeneur untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru, yaitu.

Pendekatan inside-out

Atau disebut dengan idea generation, yaitu pendekatan berdasarkan gagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha.

Mereka melihat keterampilan sendiri, kemampuan, Iatar belakang, dan sebagainya yang menentukan jenis usaha yang akan dirintis.

memulai usaha

Pendekatan the out-side in

Disebut opportunity recognition, yaitu pendekatan yang menekankan pada basis ide bahwa suatu perusahaan akan berhasil apabila merespon atau menciptakan suatu kebutuhan di pasar.

Opportunity recognition tidak lain adalah pengamatan Iingkungan (environment scanning) yaitu alat untuk pengembangannya yang akan ditransfer menjadi peluang-peluang ekonomi.

Berita-berita peluang bersumber dari:

  1. Surat kabar,
  2. Laporan periodik tentang perubahan ekonomi,
  3. Jurnal perdagangan dan pameran dagang, dan
  4. Informasi lesensi produk yang disediakan oleh broker, universitas, dan korporasi Iainnya.

Keunggulan dari perusahaan baru datang secara langsung ke pasar adalah dapat mengidentifikasi “kebutuhan pelanggan” dan “kemampuan pesaing”.

Berdasarkan pendekatan inside–out di atas, untuk memulai usaha, kemampuan yang diperlukan meliputi:

  1. Kemampuan teknik, yaitu kemampuan tentang bagaimana memproduksi barang dan jasaserta cara menyajikannya.
  2. Pemasaran, yaitu kemampuan tentang bagaimana menemukan pasar dan pelanggan serta harga yang tepat.
  3. Kemampuan finansial, yaitu kemampuan tentang bagaimana memperoleh sumber-sumberdana dan cara menggunakannya.
  4. Kemampuan hubungan, yaitu kemampuan tentang bagaimana cara mencari, memelihara dan mengembangankan relasi, dan kemampuan komunikasi serta negoisasi.

Dalam memasuki arena bisnis atau memulai usaha baru, seorang dituntut tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga harus memiliki ide dan kemauan.

Bagan Proses Bisnis

Pada gambar di atas bahwa untuk memulai usaha harus diawali dengan adanya ide.

Setelah ada ide, Iangkah berikutnya adalah mencari sumber dana dan fasilitas baik barang, uang atau orang.

Sumber dana tersebut adalah berasal dari badan-badan keuangan seperti bank dalam bentuk kredit atau orang yang bersedia menjadi penyandang dana.

Oleh karena itu, mengamati peluang pasar merupakan Iangkah yang harus dilakukan sebelum produk barang dan jasa diciptakan.

Apabila peluang pasar untuk barang dan jasa sudah tersedia, barang dan jasa akan mudah Iaku dan segera mendatangkan keuntungan.

Dalam memulai usaha baru, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu sebagai berikut.

  1. Bidang dan jenis usaha yang dimasuki
  2. Bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yang akan dipilih
  3. Tempat usaha yang akan dipilih
  4. Organisasi usaha yang akan digunakan
  5. Jaminan usaha yang mungkin diperoleh
  6. Lingkungan usaha yang akan berpengaruh

Membeli perusahaan orang lain

Banyak alasan mengapa orang memilih membeli perusahaan yang sudah ada ketimbangan mendirikan atau merintis usaha baru, di antaranya karena memiliki beberapa keuntungan.

Seperti kurang berisiko, Iebih mudah, dan memiliki peluang untuk membeli dengan harga yang bisa ditawar.

Membeli perusahaan baru sedikit risikonya karena kemungkinan gagal ada kecil, sedikit waktu, dan tenaga yang diperlukan.

Di samping itu, membeli perusahaan yang sudah adapun memiliki peluang harga yang relatif Iebih rendah dibandingkan dengan merintis usaha baru.

Namun demikian, bahwa membeli perusahaan yang sudah ada juga mengandung kerugian dan permasalahan eksternal dan internal.

  • Masalah eksternal, yaitu Iingkungan misalnya banyak pesaing dan ukuran peluang pasar.
  • Masalah internal, yaitu masalah yang ada dalam perusahaan misalnya masalah image atau reputasi perusahaan.

Aspek yang harus diperhatikan

Sebelum melakukan kontrak jual beli perusahaan yang akan dibeli, ada beberapa aspek yang harus dipertimbangankan dan dianalisis oleh pembeli, aspek-aspek itu meliputi, yaitu sebagai berikut.

  1. Pengalaman apa yang dimiliki untuk mengoperasikan perusahaan tersebut?
  2. Mengapa perusahaan tersebut berhasil tetapi kritis?
  3. Di mana Iokasi perusahaan tersebut?
  4. Apakah membeli perusahaan tersebut akan Iebih menguntungkan ketimbang merintis sendiri usaha baru?

Langkah-Iangkah dalam membeli perusahaan

  1. Yakinlah bahwa Anda tidak akan merintis usaha baru. Pertimbangkan, alasan membeli perusahaan ketimbang merintis usaha baru atau franschising.
  2. Tentukan jenis perusahaan yang diinginkan dan apakah Anda mampu mengelolanya? Teguhkan kekuatan, kelemahan, tujuan, dan dan kepribadian Anda.
  3. Pertimbangkan gaya hidup yang Anda inginkan. Apa yang diharapkan dari perusahaantersebut apakah uang, kebebasan, atau fleksibilitas?
  4. Pertimbangkan Iokasi yang inginkan. Tempat yang bagaimana yang Anda inginkan?
  5. Pertimbangkan kembali gaya hidup. Mungkin Anda memiliki perusahaan ini selama- lamanyadan untuk kesenangan.

Franchising (kerjasama manajemen)

Franchising adalah kerja sama manajemen untuk menjalankan perusahaan cabang/penyalur Inti dari franchising adalah memberi hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha dari perusahaan induk.

Yang dimaksud dengan franchisor (perusahaan induk) adalah perusahaan yang diberi Iisensi, dan yang dimaksud dengan franchisee adalah perusahaan pemberi Iisensi.

Adapun kerjasama antara franchisor dan franchisee adalah di halaman berikut ini:

Franchising

Dalam kerja sama franchising, perusahaan induk memberikan bantuan manajemen secara berkesinambungan.

Keseluruhan citra (goodwill), pembuatan, dan teknik pemasaran diberikan kepada perusahaan franchisee.

Dasar hukum dari penyelenggaraan franchising adalah kontrak kerja sama antara franchisor (perusahaan induk) dan franchisee (perusahaan penyalur).

Kelebihan dan kelemahan dari merintis usaha baru, membeli perusahaan dan, kerjasama manajemen (franchising)

Pengertian risiko

Para wirausaha merupakan pengambil risiko yang telah diperhitungkan agar hasil yang diperoleh lebih besar daripada kegagalan dan sangat bergairah menghadapi tantangan.

Wirausaha menghindari situasi risiko rendah karena tidak ada tantangannya dan bila perlu menghindari situasi risiko tinggi karena mereka inginkan suatu keberhasilan dan mengurangi kegagalan.

Tantangan baru ada artinya bagi para wirausaha dengan risiko yang diperhitungkan bila terdapat kriteria seperti berikut ini.

  1. Apabila tujuan usaha yang ingin dicapai dan berarti bagi diri pribadi wirausaha.
  2. Kemampuan untuk mengendalikan diri pribadi wirausaha.
  3. Adanya suatu perasaan dan kepuasan kemungkinan dalam mengelola usaha untuk berhasil dan gagal.

Dengan bertambah dan berkembangnya usaha yang dimiliki, tentu akan bertambah banyak dan kompleksnya permasalahan-permasalahan yang dihadapi.

Kriteria risiko dalam memulai bisnis

Kriteria risiko timbul apabila kita dihadapkan dan menentukan pilihan antara dua alternatif ataulebih, hasilnya yang akan diperoleh tidak diketahui dan dapat dinilai secara objektif.

Kreteria risiko mengandung potensi kegagalan dan potensi keberhasilan yang dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok yaitu sebagai berikut.

1. Kelompok risiko tinggi

Keberhasilan yang diperoleh sangat kecil dibandingkan kegagalan atau usaha yang digeluti Iebih sering gagal dibandingkan dengan sukses.

Contoh: usaha di sektor pesawat terbang; wirausaha tidak memiliki Iatar belakang pendidikan atau disiplin ilmu kedirgantaraan, maupun tidak mempunyai pengalaman dan Iain-Iain.

2. Kelompok risiko rendah

Keberhasilan yang diperoleh lebih besar dibandingkan dengan kegagalan, tetapi usaha yang dikelola tidak ada tantangan dan wirausaha tidak mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki.

Contoh: Usaha warung kelontong yang tidak berkembang dan pemiliknya Iulusan S1 dan pengalaman yang Iuas.

3. Kelompok risiko sedang

Keberhasilan yang dicapai Iebih besar dibandingkan dengan kegagalan, unsur-unsur tantangan dengan tingkat risiko selalu diperhitungkan, kemampuan, pengalaman, dan Iain-Iain dioptimalkan.

Contoh: wirusaha yang sukses dengan usaha yang berkembang dan memikirkan usahanya dalam jangka panjang.

Sebagai wirusaha yang sukses dalam situasi penuh ketidakpastian dengan mempertimbangkan keberhasilan dan kegagalan perlu diperhatikan yaitu:

  1. Daya tarik setiap alternatif
  2. Seberapa besarnya kerugian yang mampu diemban, dan
  3. Seberapa jauh untuk dapat meningkatkan kemungkinan keberhasilan dan dapat mengurangi kegagalan.

Unsur lain bagi wirausaha terhadap kriteria risiko adalah menerima tanggung jawab pribadi segala akibat-akibat keputusan yang diambil, baik yang menguntungkan maupun tidak.

Sebagian orang merasa berat menerima tanggung jawab atas keputusan-keputusan yang mungkin menimbulkan kegagalan.

Ciri wirausaha saling berkaitan dengan perilaku pengambil risiko antara lain.

  1. Pengambillan risiko berkaitan dengan kreativitas dan inovasi yang merupakan bagianpenting dalam mengubah ide menjadi realitas.
  2. Pengambilan risiko berkaitan dengan kepercayaan pada diri sendiri.
  3. Pengetahuan realistik mengenai kemampuan yang dmiliki.

Semua perilaku pengambilan risiko bagi wirausaha harus sesubjektif mungkin.

Baca juga: Pengertian kewirausahaan dan konep dasarnya.

Etika dan norma bisnisyang perlu dipahami saat memulai usaha

Melihat keadaan kondisi ekonomi di banyak negara berkembang yang carut-marut pada awal 1997 sampai dengan sekarang, tingkat persaingan yang tinggi memengaruhi iklim bisnis.

Kanibalisme usaha terjadi di mana-mana hanya sekedar untuk menghindari pajak serta melepas tanggung jawab terhadap permasalahan tenaga Kerja.

Kondisi ini diperparah dengan merajalelanya kasus korupsi di banyak negara berkembang terutama di Indonesia.

Pelanggaran standar etika dalam bisnis merupakan hal yang Iazim terjadi dan ini mengakibatkan krisis yangada tak kunjung selesai terutama di Indonesia.

Selain dapat menjadi kepercayaan dan loyalitas dari semua unsur yang berpengaruh pada perusahaan (stakeholder royalty), juga sangat menentukan maju atau mundurnya perusahaan.

Etika bisnis adalah suatu kode etik perilaku pengusaha berdasarkan nilai-nilal moral dan norma yang dijadikan tuntunan dalam membuat keputusan dan dalam memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi.

Etika, aslinya adalah suatu komitmen untuk meiakukan apa yang benar dan menghindari apayang tidak benar.

Oleh karena itu, perilaku etika berperan melakukan apa yang benar dan untuk menentang apa yang salah dan apa yang buruk.

Etika bisnis adalah suatu istilah yang sering dipergunakan untuk menunjukkan perilaku etika dari seorang manajer atau karyawan suatu organisasi.

Ronald J. Ebert and Ricky M. Griffin (200:80)

Etika bisnis sangat penting untuk mempertahankan loyalitas stakeholders dalam membuat keputusan perusahaan dan dalam memecahkan persoalan perusahaan.

Mengapa demikian?

Karena, semua keputusan perusahaan sangat memengaruhi dan dipengaruhi oleh stakeholders adalah semua individu atau kelompok yang berkepentingan dan berpengaruh terhadap perusahaan.

3 thoughts on “Memulai Usaha Baru, Model Pengembangan dan Resikonya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *