Manajemen Kinerja: Pengertian, Fungsi, Jenis dan Manfaatnya

Updated on

Manajemen Kinerja, Apa itu?


Sebenarnya, manajemen dan kinerja memiliki pengertian sendiri-sendiri. Manajemen berarti pengaturan, sedangkan kinerja memiliki maknanya sendiri.

Untuk penjelasan yang lebih detail, berikut merupakan beberapa penjelasan mengenai manajemen dan kinerja dalam satu kesatuan.

Sistem Manajemen Kinerja

Pengertian Kinerja

Kinerja merupakan hasil yang hendak dicapai, terutama oleh pihak individu, yang ditetapkan berdasarkan peraturan yang berlaku, didasarkan pada bentuk pengerjaan yang tengah dilakukan.

Mangkunegara, sebagai ahli yang menggeluti bidang ini, mengatakan bahwa kinerja adalah hasil pekerjaan yang telah dihasilkan oleh seorang pegawai, guna mencapai tujuan yang diinginkan.

Setelah mengetahui pengertian kinerja, kini dilanjutkan dengan keterangan mengenai manajemen kinerja dalam bentuk yang padu.

Secara umum, dapat diambil pengertian bahwa ia merupakan kegiatan yang digunakan untuk memastikan untuk mencapai tujuan, dengan cara yang efektif, efisien dan konsisten.

Selain itu, diterangkan pula bahwa makna dari performance management ini adalah kegiatan yang dilakukan untuk memastikan bahwa sasaran dan target perusahaan atau organisasi terpenuhi secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dimulai dari tahap proses perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan terakhir evaluasi kinerja perangkat atau pihak input-output.

Pengertian Manajemen Kinerja Menurut Para Ahli

Terdapat beberapa ahli maupun cendekiawan yang menerangkan makna dari konsep tersebut.

Diantaranya adalah:

Bacal, yang menerangkan bahwa manajemen kinerja merupakan komunikasi yang dilakukan oleh karyawan dengan pihak pengelola organisasi atau perusahaan secara langsung.

Proses tersebut mencakup berbagai kegiatan untuk menumbuhkan harapan serta pemahaman yang jelas akan bentuk pekerjaan yang harus dilakukan. 

Amstrong juga menerangkan konsep tersebut pada tahun 2004.

Menurutnya, ia adalah pendekatan strategis serta terpadu dan berkelanjutan, guna memberikan keberhasilan pada pihak organisasi atau perusahaan.

Caranya dengan meningkatkan kinerja pegawai di dalam perusahaan tersebut, untuk kemudian dikembangkan kemampuan tiap individu serta pihak pengembang. 

Pengertian yang berbeda diberikan oleh Castello, ia mengungkapkan bahwa:

Manajemen kinerja merupakan dasar seta kekuatan yang mendorong segala keputusan organisasi, usaha yang harus dilakukan serta pengalokasian sumber daya dari belakang. 

Schwarz menjelaskan bahwa konsep tersebut memiliki arti sebagai:

Gaya manajerial yang dasarnya merupakan komunikasi secara langsung dan terbuka, antara manajer dengan karyawan, mencakup pencapaian yang hendak dicapai, umpan balik antar kedua belah pihak, serta penilaian kinerja.

Baca juga; manajemen SDM.

Tujuan Manajemen Kinerja Karyawan

Terdapat beberapa tujuan dari manajemen kinerja pada karyawan atau pegawai. Diantaranya sebagi berikut.

Tujuan sinergik

Tujuan tersebut berkaitan dengan berbagai kegiatan karyawan dengan fokus utama berupa tujuan organisasi ataupun perusahaan.

Dalam jalannya aktifitas tersebut, membutuhkan definisi tujuan dan hasil yang hendak dicapai, perilaku, pengembangan serta hubungan timbal balik kinerja yang dilakukan karyawan.

Serta strategi yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut. 

Tujuan administratif

Dalam tujuan ini, informasi mengenai menajerial kinerja diberikan, khususnya sebagai bentuk evalusi kinerja pegawai.

Hal tersebut berguna untuk keperluan administratif, promosi, pemberhentian karyawan serta evaluasi.

Tujuan pengembangan

Merupakan kegiatan yang dilakkan untuk mengembangkan kemampuan karyawan yang telah berhasil mencapai bidang kerjanya.

Berupa pemberian pelatihan untuk karyawan dengan kinerja yang kurang, serta menempatkannya pada posisi yang dianggap cocok dan sesuai dengan keahlian mereka.

Tiga hal tersebut merupakan tujuan dari manajemen kinerja secara umum. Secara khusus, terdapat beberapa tujuan, diantaranya adalah:

  1. Mendapatkan peningkatan kerja secara berkelanjutan
  2. Fokus pada atribut serta kompetensi yang diperlukan oleh organisasi
  3. Pemberdayaan karyawan; berupa landasan untuk memberikan imbalan dan penalti
  4. Membuat kesepakatan antara pihak manajer dengan karyawan untuk rencana pengembangan organisasi
Tahapan Manajemen Kinerja

Tahapan Manajemen Kinerja

Ada beberapa tahapan manajerial kerja yang harus dilakukan guna memenuhi kualifikasinya.

Terdapat empat tahap yang harus dilakukan secara berurutan, terus menerus dan melibatkan pihak manajer dengan karyawannya.

Directing / planning

Tahap ini merupakan tahap dimana perilaku kerja karyawan di identifikasi berdasarkan basi atau dasar kompetensinya.

Planning atau perencanaan diisi dengan pengarang yang bersifat praktis guna merencanakan target yang hendak dicapai, kapan waktu yang tepat serta bantuan apa yang sekiranya perlu diberikan.

Target memiliki sifat yang realistis, bisa dicapai, tidak terlalu tinggi ataupun rendah, serta jelas sasaran dan rentang waktunya pencapaiannya.

Sebuah target pun harus jelas apa yang hendak dicapai, bagaimana langkah mencapainya, serta terukur dan dapat dipahami keberhasilannya oleh orang lain.

Managing / Supporting

Tahap kedua dari manajemen kinerja ini berfokus pada penerapan monitoring ataupun manajerial pada proses jalanya kerja organisasi.

Berfokus pada dukungan, pengendalian, serta pengaturan agar tetap sesuai rencana yang telah ditetapkan. Ketetapan tersebut didapatkan dari kriteria maupun proses kerja yang sesuai dengan prosedur.

Review / appraising

Dalam tahap ini, utamanya merupakan kerja-kerja evaluasi.

Review dilakukan dengan melakukan pengulangan ulasan kinerja yang dilaksanakan pegawai sebelumnya.

Kemudian, kinerja diukur dan dinilai. Pada tahan review, terdapt data yang harus mendukung argumen dan manajer sebagai evaluator, harus bertindak secara objektif.

Developing / rewarding

Fokus dalam tahap ini terletak dalam pengembangan serta penghargaan pada kinerja yang telah dilakukan oleh karyawan.

Hasi evalusasi menjadi penentu dalam tahap ini, serta keputusan apa yang hendak di ambil selanjutnya oleh pihak evaluator.

Keputusan tersebut memiliki hasil berupa langkah perbaikan, pemberian penghargaan, penetapan anggaran, ataupun melanjutkan kinerja yang telah dilakukan sebelumnya.

Baca juga: penilaian kinerja karyawan.

Proses Manajemen Kinerja

Manajemen kinerja memiliki beberapa proses dalam pelaksanaannya, sehingga ia tidak bisa dilakukan dengan sembarangan.

Tata cara yang sesuai tersebut, kemudian akan memberikan hasil akhir yang lebih maksimal dan dapat dirasakan manfaatnya.

Masukan

Manajerial kinerja perusahaan memerlukan berbagai masukan, baik input maupun output, yang berguna untuk meraih tujuan serta bersinergi dengan oganisasi ataupun perusahaan.

Beberapa masukan yang diperlukan diantaranya adalah sumber daya manusia, modal,material, metode dan mekanisme kerja, hingga peralatan dan teknologi guna menunjang kinerja kayawan.

Sebagai sebuah konsep, manajerial kinerja memerlukan masukan berupa kapabilitas dan kemampuan kerja SDM yang telah mereka rekrut, baik sebagai seorang individu maupun kumpulan kelompok.

Kapabilitas tersebut dapat dilihat dari pengetahuan, kompetensi, keterampilan dan skill lainnya.

Proses

Selanjutnya merupakan proses. Proses sendiri berawal dari perencanaan tentang bagaimana mencapai tujuan yang hendak dicapai oleh perusahaan tersebut.

Selain itu, dalam proses, dirancang pula sumber daya maupun aktivitas penunjang yang bisa membantu meraih tujuan tersebut.

Dalam manajemen kinerja, proses penilaian serta pengkajian ulang keputusan yang telah diambil, maupun langkah yang telah diambil, ditinjau dan dievaluasi ulang, guna mengetahui apakah proses tersebut memang sesuai untuk meraih tujuan yang sebelumnya telah ditetapkan.

Proses seharusnya dilakukan secara jujur untuk menghindari berbagi hal yang sekiranya akan merugikan perusahaan kedepannya.

Keluaran

Keluaran merupakan hasil praktis yang didapatkan dari kinerja yang telah dilakukan perusahaan maupun organisasi, baik dalam bentuk barang jadi maupun jasa.

Hasil tersebut kemudian harus dibandingkan dengan tujuan yang telah ditetapkan, untuk dilihat apakah keluaran yang dihasilkan sudah sesuai, lebih rendah ataupun lebih tinggi dari tujuan tersebut.

Apabila lebih rendah, maka diperlukan evaluasi agar kinerja yang akan datang membaik.

Umpan balik atau feedback akan berkontribusi dalam perencanaan ulang tujuan, serta guna mengimplementasikan kinerja yang telah dilakukan oleh karyawan dan manajer.

Manfaat

Proses terakhir dari manajemen kinerja adalah pengambilan manfaat.

Dampak atau manfaat yang telah dihasilkan harusnya memberikan dampak yang positif terhadap kinerja atau pengembangan organisasi.

Misalnya, keberhasilan karyawan dalam mencapai target yang telah ditetapkan, akan meningkatkan motivasi agar kinerja perusahaan semakin tinggi.

Namun, dalam permisalan yang disebutkan sebelumnya, terdapat dampak negatif yang akan mengikuti, apabila karyawan tidak berada di lingkungan yang kondusif, yakni sombong hati, semaunya sendiri serta bermalas-malasan sebab telah berhasil mencapai target.

Karena itu, lingkungan kerja yang positif dan saling mendukung diperlukan untuk memberikan manfaat yang lebih maksimal.

Aspek

Aspek Kinerja

Terdapat beberapa aspek dari kinerja yang harus ada, guna hasil yang lebih optimal.

Menurut Blumenthal dalam karyanya di tahun 2003 mengenai aspek kinerja, ia menjelaskan bahwa peningkatan suatu kerja merupakan hasil dari perbaikan aspek.

Aspek tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut.

Stabilitas organisasi

Stabilitas dalam organisasi ini memiliki makna bahwa apapun yang terkait dengannya.

Memberikan layanan secara konsisten diberikan oleh organisasi tersebut, serta dihantarkan dengan baik pada pelanggan secara berkelanjutan.

Stabilitas finansial

Dalam manajemen kinerja, stabilitas ini terkait dengan kemampuan organisasi untuk memenuhi berbagai kewajiban jangka pendek, ataupun jangka panjang untuk beberapa kasus tertentu.

Misalnya, organisasi ataupun perusahaan mampu membayar tagihan berbagai produk yang mereka gunakan.

Dalam pembangunan kapasitas, stabilitas finansial merupakan hal ynag penting untuk diperhatikan.

Kualitas program

Baik berupa produk maupun layanan, kualitas program pada suatu organisasi didasarkan pada dampak yang telah dihasilkan.

Termasuk dalam hal tersebut program mana yang sekiranya efektif, serta sistem pengeluaran seperti apa yang harusnya di adaptasi oleh organisasi tersebut. 

Pertumbuhan organisasi

Pertumbuhan ini dapat dilihat dari perkembangan perusahaan atau organisasi untuk mendapatkan sumber daya yang dibutuhkan.

Kemudian dilanjutkan dengan menyediakan lebih banyak produk keluaran, baik jasa maupun produk fisik.

Secara umum, pertumbuhan organisasi tidak terikat dengan indikator kinerja karyawan.

Manfaat Manajemen Kinerja

Manajemen kinerja seharusnya memberikan dampak positif, bermanfaat, tidak hanya untuk karyawan, manajer, ataupun perusahaan dan organisasi itu sendiri.

Manfaat tersebut didapatkan dengan proses manajerial yang baik, serta kinerja karyawan yang berperan penting dalam peningkatan produk ataupun jasa yang sebelumnya telah ditargetkan. 

Manfaat manajerial kinerja, secara umum, dibagi dalam tiga bagian, yakni manfaat bagi individu, organisasi serta manajer maupun atasan.

Untuk organisasi

Bagi organisasi maupun perusahaan, manajerial kinerja karyawan bermanfaat sebagai referensi untuk menyesuaikan tujuan organisasi dengan tujuan yang telah ditargetkan untuk tim maupun individu, guna meningkatkan kinerja karyawan pada umumnya.

Selain itu, dengan lingkungan kinerja yang baik, komitmen antara karyawan dengan organisasi akan semakin tinggi.

Manfaat lainnya adalah mendukung program perubahan budaya dan kultur di tempat kerja agar kondusif dan tidak stagnan.

Ia juga bermanfaat untuk mendasarkan perencanaan karir tiap karyawan di depannya, meningkatkan keterampilan karyawan, serta sebagai upaya untuk terus meningkatkan dan mengembangkan keadaan organisasi.

Bagi manajer atau atasan

Selanjutnya merupakan manfaat manajemen kinerja bagi atasan atau manajer.

Sebagai pihak evaluator dan pengawas, manfaat yang diterima oleh manajer terkait dengan manajerial kerja karyawannya adalah pengklasifikasian kinerja serta eksitasi perilaku dari karyawannya.

Dengan demikian, ia mampu memberikan penilaian yang efektif kedepannya.

Dalam manajerial karyawan tersebut, manajer juga bisa memberikan imbalan non-finansial kepada bawahannya, menawarkan peluang penggunaan waktu yang lebih berkualitas, serta upaya untuk memotivasi semangat dan kinerja tim maupun individu.

Manajer juga bisa membuat kerangka kerja yang berguna untuk meninjau ulang kompetensi dan kinerja karyawannya.

Manfaat untuk karyawan

Bagi karyawan terdapat manfaat yang bisa diambilnya dari manajerial karyawan.

Misalnya untuk mendapatkan informasi mengenai peran serta tujuan yang harus dicapai, mendukung dan mendorong kinerja karyawan lain serta lingkungan tempat kerja.

Karyawan juga dapat memanfaatkan peluang kerja untuk peluang memanfaatkan waktu yang lebih berkualitas, mengembangkan kinerja dan skillnya, serta membantunya untuk fokus mencapai tujuan.

Pandangan Dasar Sistem Manajemen Kinerja

Bacal menjelaskan bahwa terdapat pandangan dasar dalam sistem manajemen kinerja, lima pandangan tersebut adalah:

Model integratif untuk kinerja organisasi

Dalam pandangan dasar ini, sistem manajerial kerja merupakan sebuah struktur yang saling bersinergi satu sama lain, antar satu aspek dengan aspek lainnya dalam perusahaan ataupun organisasi tersebut.

Sehingga, keberhasilan kinerja maupun manajerial ditentukan oleh keseluruhan aspek yang saling berkesinambungan berikut.

Fokus pada proses dan hasil

Manajerial kerja sebenarnya tidak hanya berfokus pada hasil yang dibuat oleh perusahaan, namun juga bagaimana mengembangakan sumber daya manusia di dalamnya.

Proses juga menjadi salah satu penunjang yang berperan penting dalam perolehan hasil yang baik.

Keterlibatan pihak yang berkaitan dengan pencapaian tujuan

Sebagai penunjang dalam pencapaian dan tujuan organisasi, keterlibatan pihak pekerja, yakni karyawan dalam manajemen data merupakan elemen yang penting.

Sebab ia menjadi subjek utama dalam proses bisnis organisasi secara kompleks.

Penilaian kinerja objektif dan mengena pada sasaran

Penilaian kinerja mencakup segala aspek manajerial secara objektif dan sesuai dengan sasaran yang hendak dituju oleh organisasi maupun perusahaan tersebut.

Dampaknya akan memberikan penilaian kerja yang positif dan terstruktur.

Evaluasi dan pembelajaran antara atasan dan bawahan

Manajerial kinerja yang baik seharusnya dapat memberikan evaluasi dan penilaian yang terukur dengan baik.

Hasil evaluasi kemudian akan berguna sebagai penyedia informasi yang berguna untuk kedua belah pihak, baik atasan maupun bawahan.

Informasi tersebut dapat berguna sebagai media pembelajaran untuk kedepannya.

Manajemen dan Kinerja

Syarat Manajemen Kinerja

Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh manajerial kinerja, baik berupa alat maupun ketentuan pelaksanaan, diantaranya adalah:

  1. Penerapan konsep manajerial yang didasarkan pada kompetensi SDM-nya, yakni orang yang tepat di posisi yang tepat untuk hasil maksimal.
  2. Siklus manajemen kinerja haruslah standar dan ditaati oleh seluruh elemen, yakni perencanaan kinerja, pelaksanaan, kemudian pengawasan dalam pelaksanaan, lalu evaluasi. 
  3. Perusahaan memiliki strategi pencapaian tujuan yang jelas.
  4. Terdapat kontrak kinerja antara bawahan dan atasan, didalamnya berisi ukuran serta ketentuan yang harus ditaati.

Prinsip Dasar Manajemen Kinerja

Prinsip dasar ini umumnya berlaku di seluruh organisasi ataupun perusahaan, sehingga tidak ada perbedaan antara bidang perusahaan antara satu dengan yang lainnya. 

  1. Tiap elemen perusahaan memiliki rasa tanggung jawab akan tugasnya dengan baik.
  2. Terdapat perumusan tujuan serta cara mendapatkannya dengan jelas.
  3. Memiliki komunikasi yang baik secara dua arah, antara bawahan dengan atasan.
  4. Menghargai kejujuran, memberikan pelayanan yang baik serta adanya feedback dalam tiap evaluasi.

Demikianlah penjelasan mengenai manajemen kinerja dalam perusahaan maupun organisasi.

Semoga menambah pengetahuan dan informasi untuk Anda. 


Apakah artikel ini bermanfaat?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *