Memahami Konsep Kewirausahaan, Sebuah Panduan Dasar Lengkap

Posted on

Dengan mempelajari konten ini, Anda diharapkan memahami konsep kewirausahaan dalam mencappai kualitas diri, dan kehidupan yang Iebih baik.

konsep wirausaha

Konten ini akan membahas materi dibawah ini:

  1. Pengertian kewirausahaan, apa itu wirausaha?
  2. Karakteristik wirausaha
  3. Keuntungan dan kerugian bervvirausaha, dan
  4. Konsep pembentukan kewirausahaan

Pengertian Kewirausahaan

Banyak pengertian tentang kewirausahaan dan sampai sekarang belum ada terminologi yang persis sama tentang konsep pengertian kewirausahaan (entrepreneurship) yang baku.

Namun, pada umumnya pengertian yang ada dari berbagai para ahli menyatakan bahwa:

Wirausaha adalah seorang yang mempunyai kemampuan dalam melihat peluang mencari dana, serta sumber dana Iain yang diperlukan untuk meraih peluang tersebut dan berani mengambil risikonya dengan tujuan tercapainya kesejahteraan individu dan nilai tambah bagi masyarakat.

Untuk itu, Geoffrey G. Meredith et.al. (2000) menyatakan sebagai berikut:

Para wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber-sumber daya yangdibutuhkan guna mengambil keuntungan dari padanya dan mengambil tindakan yang tepat guna memastikan sukses.

Geoffrey G. Meredith

Dalam Konsep Manajemen

Sementara itu, dalam konteks manajemen,

Pengertian entrepreneur adalah seseorang yang memiliki kemampuan dalam menggunakan sumber daya seperti finansial, bahan mentah, dan tenaga kerja, untuk menghasilkan suatu produk baru, bisnis baru, proses produksi atau pengembangan organisasi usaha.

Marzuki Usman, 1997:3

Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa seorang yang berwirausaha akan melibatkan 2 unsur pokok yaitu peluang dan kesempatan.

Mengambil peluang melalui kemampuan individu-individu yang ada.

Menurut Suryana (2001), beberapa konsep “entrepreneur juga banyak yang Iebih menekankan pada kemampuan danperitaku seorang sebagai pengusaha.

Bahkan, Dun Steinhoff dan John F. Burgess (1993:4), memandang kewirausahaan sebagai pengelola perusahaan kecil atau pelaksana perusahaan.

Beberapa konsep kewirausahaan seakan-akan indentik dengan kemampuan para pengusahadalam dunia usaha (business).

Padahal tidak demikian, kewirausahaan tidak selalu indentik dengan watak atau ciri pengusaha semata karena sifat ini dimiliki juga bukan pengusaha.

Wirausaha mencakup semua aspek pekerjaan baik sebagai karyawan maupun pemerintahan.

Konsep kewirausahaan adalah melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang dan perbaikan hidup.

Dengan demikian, kata kunci dari kewirausahaan adalah “inovatif dan kreatif”.

Seseorang yang mempunyai sifat tersebut berarti orang itu telah mempunyai jiwa wirausaha.

lnovasi dan kreatif merupakan dua suku kata yang dalam artinya, terutama bagi orang yang berhasil dalam kehidupannya.

lnovasi dan kreatif menumbuhkan kepedulian Iingkungan dan orang yang peduli terhadap Iingkungan akan memperoleh penghargaan dari lingkungannya, dan orang yang dihargai oleh Iingkungan mempunyai networking yang baik.

Kalau kondisi seperti ini terbentuk atas diri seseorang, orang yang bersangkutan tinggal menuai buah dari pohon yang ditanam dan dirawatnya.

Kedengarannya sangat filosofis uraian tersebut, tetapi ini adalah suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri bahwa orang hiduptidak dapat berhasil tanpa bantuan dan kerja sama dari individu-individu Iainnya.

Seorang wirausaha harus mempunyai sifat tersebut dan ini merupakan bagian dari karakteristikwirausaha yang akan dijelaskan berikut ini.

Karakteristik Kewirausahaan

Beberapa pendapat dan kesimpulan dari para ahli tentang karakteristik kewirausahaan berbeda-beda.

Tetapi pada intinya adalah bahwa seorang wirausaha merupakan individu yang mempunyai ciri dan watak untuk berprestasi Iebih tinggi dari kebanyakan individu-individuIainnya.

Hal ini dapat dilihat dari pendapat berbagai ahli sebagai berikut.

1. David Mc. Clelland menyatakan ada 9 karakteristik utama yang terdapat dalam diri seorang wirausaha, yaitu sebagai berikut.

  1. Dorongan berprestasi: semua wirausahawan yang berhasil memiliki keinginan besar untuk mencapai suatu prestasi.
  2. Bekerja keras: sebagai besar wirausahawan “mabuk kerja”, demi mencapai sasaranyang ingin dicita-citakan.
  3. Memperhatikan kualitas: wirausahawan menangani dan mengawasi sendiri bisnisnyasampai mandiri, sebelum ia memulai dengan usaha baru lagi.
  4. Sangat bertanggung jawab: wirausahawan sangat bertanggung jawab alas usaha mereka, baik secara moral, legal, maupun mental.
  5. Berorientasi pada imbalan: wirausahawan mau berprestasi, kerja keras dan bertanggung jawab, dan mereka mengharapkan imbalan yang sepadan dengan usahanya. imbalan itu tidak hanya berupa uang, tetapi juga pengakuan dan penghormatan.
  6. Optimis: wirausahawan hidup dengan doktrin semua waktu baik untuk bisnis, dansegala sesuatu mungkin.
  7. Berorientasi pada hasil karya yang baik (excellence oriented): sering kali wirausahawan ingin mencapai sukses yang menonjol, dan menuntut segala yang first class.
  8. Mampu mengorganisasikan: kebanyakan wirausahawan mampu memadukan bagian-bagian dari usahanya di dalam usahanya. Mereka umumnya diakui sebagai komandan”yang berhasil.
  9. Berorientasi pada uang: uang yang dikejar oleh para wirausahawan tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan pengembangan usaha saja, tetapi juga
  10. dilihat sebagai ukuran prestasi kerja dan keberhasilan.

2. Geoffrey G. Merideth (1996:5-6) juga mengemukakan ciri-ciri dan watak kewirausahaan yang digambarkan dalam tabel di bawah ini :

NO Ciri Ciri Watak
1 Percaya diri Keyakinan, ketidak tergantungan dan optimis
2 Berorientsi pada tugas dan hasil Kebutuhan untuk berprestasi. Berorientasi laba, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras mempunyai dorongan kuat, energik dan inisiatif.
3 Pengambilan resiko Kemampuan untuk mengambil risiko yang wajar dan suka tantangan
4 Kepempinan Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik.
5 Keorisilan Inovatif dan kreatif serta fleksibel
6 Berorientasi ke masa depan Pandangan ke depan, persepektif

3. Ahli lain, seperti M, Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993:6-7) mengemukakandelapan karakteristik, yang meliputi.

  1. Desire for responsibility, yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yangdilakukanya. Seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab akan selalu mawas diri.
  2. Preference for moderate risk, yaitu Iebih memilih risiko yang moderat, artinya ia selalumenghindari risiko yang rendah dan menghindari risiko yang tinggi.
  3. Confidence in their ability to success, yaitu percaya akan kemampuan dirinya untukberhasil.
  4. Desire for immediate feedback, yaitu selalu menghendaki umpan balik dengansegera.
  5. High level of energy, yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginanya demi masa depan yang Iebih baik.
  6. Future orientation, yaitu berorientasi ke masa depan, perspektif, dan berwawasan jauh ke depan.
  7. Skill at organizing, yaitu memiliki keterampilan mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah.
  8. Value of achievement over money, yaitu selalu menilai prestasi dengan uang.

Keuntungan Dan Kerugian Berwirausaha Dan Berwiraswata

Individu-individu yang ingin menjadi wirausaha sekaligus wiraswasta jelas akan mempertimbangkan secara matang manfaat dan pengorbanannya yang diperoleh atas pilihan tersebut.

Berbagai macam analisis bisnis pasti menyertai dalam pertimbangannya, seperti faktor risiko, faktor kebebasan, faktor pendapatan individu dan yang tidak kalah penting faktordukungan keluarga akan menjadi faktor penentu.

Beberapa ahli memberikan gambaran dan masukan tentang keuntungan dan kerugian dalam berwirausaha sebagai berikut.

Geoffrey G. Merideth mengemukakan keuntungan dan kerugian sebagai berikut:

a. Keuntungan

  1. Memberi Kesempatan kepada tiap pribadi untuk mengontrol jalan hidup sendiridengan imbalan kepemilikan yang diperoleh dari kemerdekaan untuk mengambilkeputusan dan risiko.
  2. Kesempatan menggunakan kemampuan dan potensi pribadi secara penuh danaktualitas diri untuk mencapai cita-cita.
  3. Meggunakan Kesempatan untuk meraih keuntungan tak terhingga dan masa depan yang Iebihbaik dengan waktu yang relatif Iebih singkat.
  4. Kesempatan untuk memberikan sumbangan kepada masyarakat dengan Iapangankerja dan pengabdian serta memperoleh pengakuan

b. Kerugian

  1. Kepastian pendapatan membuka dan menjalankan usaha tidak menjamin akanmemperoleh uang yang cukup untuk hidup. Tidak adanya keteraturan pendapatankalau seperti berkerja dengan orang Iain. Sang pemilik yang dibayar paling akhir.
  2. Risiko hilangnya modal, asset, investasi Anda. Usaha kecil mempunyai tingkatkeberhasilan yang rendah.
  3. Kualitas hidup sebelum bisnis mapan, kerja 12-6 jam sehari.

Peggi Lambing dan Charles L Kuehl (2000:9-20), mengemukakan keuntungan dan kerugian Kewirausahaan sebagai berikut.

a. Keuntungan Kewirausahaan

  1. Otonomi, pengelolaan yang bebas dan tidak terikat membuat wirausaha menjadiseorang “boss” yang penuh kepuasan
  2. Tantangan awal dan perasaan motif berprestasi
  3. Tantangan awal atau motivasi yang tinggi merupakan hal yang menggembirakan.
  4. Peluang untuk mengembangkan konsep usaha yang dapat menghasilkan keuntungansangat memotivasi wirausaha.
  5. Kontrol finansial. Bebas dalam mengelola keuangan, dan merasa sebagai kekayaanmilik sendiri.

b. Kerugian Kewirausahaan

Disamping beberapa keuntungan seperti di atas, menurut Peggi juga terdapat beberapa kerugian sebagai berikut.

  1. Pengorbanan personal. Pada awal wirausaha harus bekerja dengan memerlukanwaktu yang iama dan sibuk. Sedikit sekaii waktu untuk kepentingan keluarga danrekreasi. Hampir semua waktu dihabiskan untuk kegiatan bisnis.
  2. Beban tanggung jawab. Wirausaha harus mengeiola semua fungsi bisnis, baikpemasaran keuangan, personil, maupun pengadaan dan pelatihan.
  3. Kecilnya margin keuntungan dan kemungkinan gagal. Karena wirausaha menggunakan keuangan yang kecil dan milik sendiri, profit margin yang diperolehakan relatif kecil dan kemungkinan gagal juga ada.

Konsep Pembentukan Kewirausahaan

Berbagai metode dan konsep pembentukan kewirausahaan diperkenalkan pada masyarakat dunia dan ini diajarkan sebagai mata kuliah di berbagai universitas terkenal dunia.

Di Amerika Serikat saja, pada ratusan perguruan tinggi, kewirausahaan (entrepreneurship) diajarkan sebagai mata kuliah yang harus ditempuh oleh mahasiswanya.

Apakah hal ini memang suatuperkembangan yang periu dicermati sebagai suatu perobahan yang sangat penting?

Paraakademisi dan mahasiswa periu mengetahui akan fenomena ini apalagi mahasiswa yang ingin memperdaiam kewirausahaan dan wirausaha adalah kunci sukses dalam meraih masa depan yang cermelang.

Diawali dengan pengamatan kita dalam trend 1.000 tahun terakhir, dapat dilihat perpindahan kekuasaan pada kelompok orang atau individu tertentu sebagai berikut.

Telah diramalkan bahwa selama 25 tahun, individu birokrat akan bersikap defensive, mencari cara untuk mempertahankan status keamanan yang sudah ada dari standar hidup mereka.

Sedangkan individu yang berjiwa wirausaha akan bersifat ofensive, mencari cara memperbesarkesempatan mereka, kemampuan mereka dan peningkatan kualitas hidup mereka.

Dibeberapa negara maju perkembangan kewirausahaan begitu pesatnya.

Terutama di Amerika Serikat karena perkembangan kewirausahaan yang dinamis membuat negara tersebut mampu mewujudkan Iebih dari 15 juta pekerjaan dalam tempo 7 tahun.

Valentino Dinsi, Jangan Mau Seumur Hidup jadi Orang Gajian, Hal 23 – 25.

Lalu bagaimana dengan konsep kewirausahaan di Indonesia?

Berbagai macam pola dan metode dilakukan oleh Iembaga-Iembaga di Indonesia untuk memajukan kewirausahaan di negeri ini, baik dari Iembaga pemerintah maupun swasta terlihat berlomba dalam mencanangkan program kewirausahaan.

Kementrian Koperasi, Departemen Pendidikan, BUMN & Pemerintah Daerah dan berbagai perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, semua mencanangkan kewirausahaan sebagai jalan keluar untuk memecahkan masalah ekonomi, tenaga kerja, dan masalah-masalah sosial Iainnya.

Namun, bagaimana realisasinya?

  1. Perguruan Tinggi, diberlakukannya mata kuliah kewirausahaan sebagai mata kuliah wajib yang diikuti oleh mahasiswa dan dimulai tahun 1997.
  2. Departemen Tenaga Kerja, dengan program yang dikenai Tenaga Kerja Pemuda Mandiri (TKPMP) dimulai pada tahun 1994. Alasan utama pembentukan program ini adalah berkaitandengan penciptaan kesempatan kerja muda, terutama lulusan perguruan tinggi, yang dibina untuk menjadi wirausaha dengan harapan dapat menciptakan Iapangan pekerjaan baikbagi dirinya maupun orang lain.
  3. Departemen Pendidikan, program pengembangan budaya kewirausahaan di perguruantinggi telah berjalan sejak tahun 1997. Secara umum program ini bertujuan antara Iain untuk “Menumbuh kembangkan budaya kewirausahaan di dalam Iingkungan perguruan tinggi untuk mendorong terciptanya wirausaha baru.”
  4. Pemda DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan Menengah dan Unggi (Dikmenti), programpembinaan kewirausahaan bagi mahasiswa perguruan tinggi Jakarta, kerja sama denganPusat Kemitraan antara Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dan Industri (DUDI) mulai tahunanggaran 2005.
  5. Badan Usaha Milik Negara (BUMN), program ini dikhususkan bagi Usaha Kecil Menengah(UKM) yang diperuntukkan bagi pengembangan usaha, melalui bantuan modal danpelatihan manajemen usaha. Bantuan tersebut berasal dari keuntungan BUMN sebesar 2sampai 5% dan dimulai sejak 1995.

Peran Serta instansi dan Iembaga di atas mempunyai konsep tersendiri dalam pelaksanaanprogramnya.

Setiap konsep mempunyai kelebihan dan kekurangan pada saat pelaksanaan diIapangan.

Konsep dan program di atas mempunyai kesamaan tujuan yaitu, menanggulangi masalah pengangguran dengan menciptakan Iapangan kerja melalui penciptaan wirausaha baru.

Beberapa konsep yang dilaksanakan akan diuraikan secara gamblang, yang pada akhirnya kami mengusulkan konsep program pembinaan setelah melalui pengkajian selama delapan tahun membina dan menumbuh kembangkan kewirausahaan di perguruan tinggi.

1. Konsep Model CEFE

“Creation of Enterprises & Formation of Entrepreneurs” atau biasa disebut CEFE.

Konsep CEFE

Model ini diperkenalkan oleh Deperindag tahun 1985 yang didasarkan bahwa suatu kehidupan perekonomian, terdapat dua faktor yang Sangat menentukan, yaitu:

  • Pelaku ekonomi
  • Situasi ekonomi

Keberhasilan suatu masyarakat perekonomian sangat dipengaruhi oleh kompetensi para pelaku ekonomi dan juga oleh situasi ekonomi yang dapat diciptakan.

Usaha-usaha untuk meningkatkan kompetensi para pelaku dapat ditempuh melalui berbagai cara, antara lain:

  1. Pelatihan
  2. Extention senvices
  3. Infrastructure
  4. Kebijaksanaan kredit, dan
  5. Kebijaksanaan pemerintah

Adapun instrumen yang dipergunakan haruslah dapat membentuk wirausahawan yang mampu memberikan reaksi strategis dengan cara yang benar pada suatu situasi tertentu dalam mengejar apa yang diinginkan, reaksi-reaksi strategis yang harus dikembangkan adalah sebagai berikut.

  1. Peluang tidak akan tampak bagi orang-orang yang tidak memiliki kemampuan sepertitersebut di atas.
  2. Seorang pelaku ekonomi yang sukses harus mampu mengeksplotasi peluang yangada, mampu membuat rencana dan menyesuaikan kekuatan-kekuatan dari kelemahan-kelemahan yang dimiliki dengan tuntutan-tuntutan ekonomi baik sekarang maupun yang akan datang.
  3. Kalau menghadapi hambatan-hambatan, mereka harus mampu menentukan strategi, yang dapat bersifat menyesuaikan (adapting strategy), berusaha kerja sama (complementing strategy) ataupun mengubah situasi (reshaping strategy).

Sebagai upaya untuk membantu pemerintah dalam menumbuhkan wirausahawan baru, suatu model pelatihan yang berorientasi pada langkah-langkah awal untuk mendirikan suatu usaha adalah sangat tepat.

Menurut konsep ini, ukuran yang dapat menentukan keberhasilan seseorang untuk merealisasiapa yang diinginkan adalah ketersediaan dari peluang yang dimiliki.

Di samping itumereka harus mampu memahaml peluang mereka pada situasi ekonomi tertentu, mempelajari umpan balik yang mereka peroleh, mampu untuk membuat rencana kerja.

Tetapi juga harus mengenali kekurangannya dalam menangani secara kompeten situasi tempat peluang tersebut berada, mengatur strategi serta bagaimana meningkatkan kompetensi mereka.

3 thoughts on “Memahami Konsep Kewirausahaan, Sebuah Panduan Dasar Lengkap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *