Budidaya Vanilla dengan Memanfaakan Pekarangan Rumah

Posted on

Bayak orang sudah tahu bagaimana lezatnya es krim vanilla. Namun apa yang Anda bayangkan tentang budidaya vanilla?

budidaya vanilla

Buah tanaman vanilla memang sarat manfaat. Bentuknya menyerupai kacang buncis, berwarna hijauapabila masihsegar.

Buah vanilla memiliki banyak peruntukan, tidak hanya untuk makanan dan minuman, tetapi juga untuk kosmetik dan obat-obatan.

Buah vanilla kering disebut vanilla bean atau vanilla pod, sedang buah vanilla segar disebut vanilla basah, vanilla hijau, atau green bean.

Potensi bisnis budidaya vanilla

Buah vanilla tetap dikenal sebagai komoditas rempah termahal nomor dua di dunia.

Di pasar rempah internasional, harga jual vanilla tetap stabil, berkisar antara USD 20 hingga USD 35 setiap satu kilogram vanilla kering (2013).

Ulah eksportir nakal di masa lalu ketika harga vanilla dunia sempat mencapai USD 300 per kilo masihdirasakan dampaknya hingga sekarang.

Pasar rempah internasional selalu dibayangi ketakutan bila membeli buah vanilla dari Indonesia.

Selain faktor kualitas yang kurang baik, tidak seragamnya hasil akibat panen buah hjau terlalu muda, cara pengeringan buah yang tidak sesuai pedoman.

Kebutuhan vanilla dunia

Komoditas rempah vanilla menjadi kebutuhan primer dunia.

Hampir semua industri yang berkaitan dengan makanan dan minuman membutuhkan rempah vanilla sebagai perasa, mulai dari flavor manuiaottrer, hotel, restoran, gerai es krim, toko kue, roti, ibu rumah tangga.

Sebagaimana laporan yang dinyatakan oleh lembaga riset Markets and Markets.

Bahwa kebutuhan industri makanan dan minuman terhadap aroma dan perasa alami dipredksi akan terus meningkat sering dengan kesadaran manusia akan bahaya penggunaan

Mengenal bahan tanam pada budidaya vanilla tabulampot

Untuk memulai budidaya vanilla tabulampot tidaklah sulit, terlebih dahulu siapkan bahan tanamnya.

1. Bibit tanaman vanilla

Tanaman vanilla di dunia terdapat lebih dari 100 varietas.

Bibit tanaman vanilla varietas vanilla planifolia adalah bibit yang terbilang mudah didapat dikarenakan varietas ini banyak ditanam oleh para petani vanilla di Indonesia.

Bibit vanilla yang akan ditanam dalam pot bias berupa bibit yang sudah disemai terlebih dahulu dan sudah memiliki akar dalam polybag.

Atau bisa juga bibit vanilla yang masih berupa stek dengan ukuran setidaknya 30 cm sehingga dapat langsung ditanam di dalam pot.

Keduanya sama baiknya, yang terpenting bibit vanilla yang akan ditanam memenuhi persyaratan sebagai bibit vanilla yang sehat dan bukan berasal dari tanaman yang terkena penyakit.

2. Wadah pof tanaman vanilla

Kelebihan budidaya vanilla tabulampot selain tanaman dapat dipindahkan, juga untuk memanfaatkan pekarangan atau lahan sempit dan menambah keindahan halaman.

Selain itu, kebutuhan akan unsur hara, mineral, serta air bagi tanaman lebih mudah diberikan.

Di sisi lain, budidaya tabulampot tetap memiliki kekurangan, salah satunya adalah pergerakan akar tanaman yang terbatas sebagaimana ukuran pot.

Oleh karena itu, untuk mendapatkan hasil produksi yang optimal dan usia tanaman yang lebih lama, maka pergunakanlah wadah pot yang berdiameter besar agar lebih menunjang pergerakan akar tanaman.

Penulis sendiri merekomendasikan untuk mempergunakan pot dengan diameter minimal 50 cm yang dibuat beberapa lubang kecil pada tiap bagian sampingnya guna membantu sirkulasi air dan udara.

3. Tiang rambatan tanaman vanilla

Tanaman vanilla dikenal sebagai jenis tanaman yang tumbuh merambat pada pohon maupun tiang rambatan.

Pipa paralon merupakan salah satu media yang bisa digunakan sebagai tiang panjat buatan pada budidaya tanaman vanilla tabulampot.

Dengan panjang pipa kurang lebih 1,5 meter dan diameter 5 cm, pipa selanjutnya dicor ke dalam pot sehingga dapat menjadi tiang yang kokoh sebagai rambatan tanaman vanilla.

Fungsi pohon rambatan bagi tanaman vanilla yang ditanam di lahan perkebunan pada kenyataannya juga memberikan sumber makanan berupa air dan mineral, yang diserap melalui akar lekat yang ada.

Oleh karena itu setelah pipa paralon dicor ke dalam pot, lapisi pipa paralon dengan tali juk atau bisa juga sabut kelapa yang salah satunya bermanfaat sebagai media untuk mudah menyerap dan menahan air.

4. Tali ijuk dan sabut kelapa pada

Selain dikenal sebagai serat alami yang memiliki ketahanan hingga puluhan bahkan ratusan tahun, serat ijuk dikenal juga manfaatnya sebagai pencegah rayap tanah yang alami.

Tali ijuk inilah yang nantinya dililitkan pada pipa paralon.

Selain tali ijuk, bahan lain yang bisa dimanfaatkan sebagai lapisan pada pipa adalah sabut kelapa.

Sabut kelapa yang melapisi pipa paralon dan diikat dengan tali ijuk akan menjadi media yang sangat baik untuk menyerap dan menahan air manakala dilakukan penyiraman pada tanaman vanilla.

Tidak hanya itu, sabut kelapa juga dikenal kaya akan unsur hara yang diperlukan oleh tanaman.

5. Media tanam vanilla tabulampof

Faktor yang tidak kalah penting untuk keberhasilan budidaya vanilla dalam pot adalah media tanam organik yang digunakan sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya sistem perakaran tanaman.

Akar tanaman vanilla yang dikenal halus dan berserabut umumnya menggunakan media tanam organik berupa tanah.

Tanah yang digunakan sebaiknya adalah tanah yang gembur, lempung, dan berhumus.

Dalam budidaya vanilla tabulampot, dapat menggunakan media tanam berupa tanah kebun yang gembur dan berhumus, sabut kelapa, pupuk kandang, dan pupuk kompos yang semuanya itu bisa diperoleh dengan mudah di toko tanaman hias.

Komposisinya adalah 50% berupa tanah kebun dan sisanya berupa media sabut kelapa, pupuk kandang, kompos, serta bahan organik lainnya.

Penanaman

Di bawah ini merupakan rangkaian kegiatan dan jenis pekerjaan pada budidaya tanaman vanilla tabulampot.

1. Penyiapan media

Bor pipa paralon pada bagian dasar pot setinggi 10 cm dari bagian bawah ujung paralon dengan menggunakan semen.

Pipa paralon yang akan dibor ke dalam wadah pot sebaiknya juga telah dilapisi tali juk.

Bertujuan agar fungsi pipa sebagai tiang rambatan tanaman vanilla menjadi lebih kokoh dan kuat sebagai tempat merambat sulur tanaman vanilla.

Berikan kombinasi pada setiap ujung pipa paralon yang dibuat menyerupai cabang pohon.

Bisa berupa kaitan horizontal pipa yang berlubang pada setiap ujung paralon bagian atas yang saling terhubung antara kanan dan kiri di yang akan bermanfaat saat melakukan pengaturan sulur tanaman vanilla.

Kemudian, buatlah beberapa lubang di bagian samping pot.

Kondisi lembap pada tanah sangat rawan menyebabkan akar dan batang tanaman busuk.

Bila hasil pengecoran pipa paralon pada bagian dasar pot dirasa cukup kering, kurang lebih dua minggu, tahapan berikutnya adalah memasukkan media tanam.

Siram terlebih dahulu bagian dalam pot dengan menggunakan air sebelum semua bahan tanam organik tersebut dimasukkan.

2. Penanaman

Masukkan tanah terlebih dahulu ke dalam pot kemudian diikuti pupuk kandang dan kompos.

Tanaman vanilla memiliki perakaran yang dangkal, akar utama tanaman ini terbentuk pada dasar batang, bercabang, dan tersebar pada lapisan atas tanah.

Oleh karena itu, sangatlah baik bila bagian atas pot diisi dengan bahan organic murni yang halus dan lembut seperti pupuk kandang, kompos, atau bisa juga sabut kelapa.

Pot yang sudah berisi bahan organik sebaiknya jangan langsung ditanami bibit tanaman vanilla, biarkan setidaknya selama satu minggu agar media tanam ini stabil.

Sebelum akhirnya siap ditanam dengan bibit tanaman vanilla.

Dikarenakan perakaran tanaman vanilla yang halus, untuk bibit tanaman vanilla dalam kemasan polybag, robekplastik polybag secara hati-hati dengan menggunakan cutter.

Penanaman bibit stek pada media pot sebenarnya tidaklah terlalu sulit, di mana cukup menancapkan bibit stek pada media tanam sedalam 5 hingga 10 cm

Kemudian batang stek bagian atas diikat dengan tali rafia hingga batang stek memiliki tunas baru dan akar hawa yang melekat pada tiang rambatan.

Cara yang sama juga berlaku untuk penanaman bibit vanilla yang sudah tumbuh akar dari kemasan polybag.

Tanaman vanilla tidak membutuhkan banyak sinar, oleh karena itu tempatkan pot sementara waktu di lokasi dengan intensitas sinar matahari tidak melebihi 50% bila usia tanaman dalam pot masih kurang dari satu tahun.

Untuk menghindari erosi saat penyiraman, Anda dapat menambahkan pasir malang di atas permukaan kompos setelah kegiatan penanaman dilakukan.

3. Penyiraman

Budidaya vanilla dalam pot sebenarnya jauh lebih mudah dibandingkan yang dilakukan di lahan perkebunan.

Penyiraman cukup dilakukan setidaknya tiga hari sekali dengan menggunakan selang sebagaimana perlakuan umumnya terhadap tanaman di pekarangan rumah.

Namun, bila tanaman sudah cukup dewasa dengan masa tanam lebih dari satu tahun, maka kegiatan penyiraman cukup dilakukan seminggu sekali saja.

4. Pemupukan tanaman

Kebutuhan nutrisi tanaman vanilla tabulampot sangat bergantung pada ketersediaan unsur hara dan bahan organik yang ada dalam pot itu sendiri, yang lama kelamaan pastinya akan habis.

Seperti pupuk kandang dan juga kompos misalnya, di mana hanya akan tahan selama satu tahun untuk kandungan nutrisi terbaik yang bisa diserap oleh tanaman.

Keunggulan tanaman vanilla dibandingkan tanaman tabulampot lainnya adalah tanaman ini dapat membentuk akar baru dari batang vanilla yang menyentuh tanah.

Untuk pemupukan pada enam bulan pertama, cukup dengan pemberian pupuk daun 3 kali seminggu di sore hari pada bagian batang dan daun tanaman vanilla.

Agar mempercepat pertumbuhan tunas tanaman baru yang nantinya dapat menjadi akar baru saat dilakukan pengaturan sulur tanaman.

Tanaman vanilla di lahan perkebunan aslinya mendapatkan pemupukan setiap enam bulan sekali. Setelah melewati enam bulan pertama, cukup berikan pupuk daun pada bagian batang dan daun vanilla tabulampot.

Pemupukan untuk periode enam bulan berikutnya pada tanaman vanilla tabulampot adalah dengan pemberian pupuk tebar serbuk siap pakai di atas permukaan pot.

Selanjutnya dapat ditimbun kembali dengan kompos atau sabut kelapa bilamana diperlukan.

Kondisi bagian bawah samping pot yang berlubang menyebabkan tanah, pupuk kandang maupun pupuk kompos terbuang tidak sengaja sehingga perlu ditambahkan kembali.

Pemberian pasir malang pada bagian atas permukaan tanah dalam pot juga bisa dilakukan kembali.

5. Pengaluran sulur

Di habitat aslinya tanaman vanilla bisa menjalar dengan bebas hingga puluhan meter di atas permukaan tanah pada pohon rambatan.

Selain bertujuan membentuk tunas dan akar lekat baru, kegiatan pengaturan sulur dilakukan agar ketinggian tanaman tidak melebihi pipa paralon, sehingga memudahkan ketika akan dilakukan perkawinan bunga.

Dikenal beberapa pola pengaturan sulur tanaman vanilla, pengaturan sulur tanaman vanilla sering disebut juga pengaturan penjalaran tanaman vanilla.

Teknik yang pertama adalah pola pagar; lalu yang kedua adalah pola sistem penegak tunggal dan pelengkungan bolak-balik, dan yang ketiga adalah pola sistem rumbai atau air mancur.

Bagaimana dengan pola pengaturan sulur tanaman vanilla yang sebaiknya diterapkan pada budidaya vanilla tabulampot?

Catatan: selain akan berpengaruh pada jumlah produksi buah yang dihasilkan, penerapan pola pengaturan sulur yang tepat akan memengaruhi pula usia produktivitas tanaman.

Budidaya vanilla dengan pengaturan sulur yang baik setidaknya akan membuat tanaman vanilla tetap produktif hingga 10 tahun terhitung dari fase penanaman.

Kondisi ini disebabkan luasan media pot yang terbatas, sementara akar tanaman vanilla akan semakin banyak dan menumpuk dan akhirnya menjadi akar tanah.

Dengan pertimbangan estetika dan media tiang rambatan yang digunakan, agar tidak memiliki cabang baru sebagaimana umumnya tiang rambatan vanilla berupa pohon, sebaiknya diterapkan pola pagar pada budidaya vanilla tabulampot.

Pada pola pagar, batang vanilla dikaitkan pada tiang horizontal tambahan yang ditempatkan pada lubang kombinasi tiang panjat paralon.

Pola pengaturan sulur berupa sistem penegak tunggal dan pelengkungan bolak-balik sebenarnya juga bias diterapkan pada budidaya tanaman vanilla tabulampot.

Ttapi dikarenakan unsur hara dan ukuran media pot yang terbatas, teknik pelengkungan bolak-balik memiliki risiko menumpuknya akar tanaman vanilla jauh lebih cepat.

Pada pelengkungan bolak-balik, sulur diturunkan ke bagian bawah pot hingga ada bagian sulur yang menyentuh tanah.

Kemudian sisakan sulur sekitar 30 cm dari permukaan tanah, ikat bagian sulur pada tiang pot dengan tali dan biarkan sulur tumbuh ke atas.

Lakukan teknik ini secara berulang sesuai baris pot hingga tercipta estetika pada pembentukan sulur.

6. Kemunculan bunga

Kemunculan bunga pada tanaman vanilla baru akan terjadi bila tanaman vanilla sudah tumbuh dewasa dengan usia penanaman setidaknya tiga tahun.

Bunga akan muncul dalam satu tandan yang ada pada tiap ruas atau buku tanaman vanilla.

Bunga pada tanaman vanilla biasa muncul di musim kemarau atau pada saat tanaman mengalami kondisi cekaman lingkungan.

Kondisi ini terjadi dikarenakan kepala putik atau stigma pada tanaman vanilla tertutup seluruhnya oleh lidah bunga atau rostellum.

Peristiwa jatuhnya serbuk sari atau pollen di atas kepala putik atau stigma merupakan rangkaian proses reproduksi bunga vanilla yang kelak menghasilkan buah.

7. Penyerbukan

Penyerbukan bunga juga tidak dapat dilakukan setiap waktu karena penyerbukan bunga pada tanaman vanilla memiliki waktu terbatas hanya 12 jam saat bu nga mekar, mulai sekitar pukul 00.00 hingga menjelang tengah hari.

Oleh karena itu, penyerbukan akan lebih mudah bila dilakukan sebelum pukul 12.00, yaitu antara pukul 08.00 hingga pukul 10.00 saat bunga sudah kering dari air embun.

Lewat pukul 12.00, bunga biasanya akan gugur ke tanah sehingga tidak bisa lagi dikawinkan.

Cara penyerbukan bunga vanilla adalah dengan mengangkat lidah bunga yang membatasi bunga jantan dan alat betinanya dengan menggunakan lidi sepanjang 10 cm.

Kemudian serbuk sari bunga jantan (pollen) diletakkan pada stigma yang berada di bawahnya.

Untuk mengetahui berhasil atau tidaknya penyerbukan, dapat dilihat dari keadaan bunga setelah 1-2 hari.

Apabila bunga tetap tinggal di rangkaiannya berarti penyerbukan berhasil, namun jika proses penyerbukan gagal maka bunga akan jatuh.

8. Kegiatan Panen

Buah penyerbukan bunga yang berhasil dilakukan akan  membuat bunga menjadi buah pada tandan tanaman vanilla di tiap ruas atau buku tanaman.

Dalam satu tanaman akan memiliki antara 10 hingga 15 tandan dengan jumlah bunga antara 20 hingga 30 bunga pada satu tandan.

Untuk produksi buah dengan kualitas yang baik dan berukuran besar, bunga yang dikawinkan dalam satu tandan sebaiknya tidak melebihi 15 bunga di mana sisanya dibiarkan gugur dan jatuh ke tanah.

Buah pada tanaman vanilla siap untuk dipanen setidaknya delapan hingga sembilan bulan pasca penyer bukan.

Ciri buah pada tanaman vanilla yang siap untuk dipanen adalah berwarna hjau kekuningan.

Buah yang sudah matang namun tidak dipetik sesuai waktunya, maka batang buah akan pecah dan terbelah.

Karena waktu penyerbukan yang berbeda, oleh karena itu tingkat kematangan buah vanilla hjau dalam satu tandan tidaklah sama.

Kegiatan panen buah vanilla sebaiknya dilakukan secara bertahap di mana kegiatan panen dapat dilakukan dengan cara memuntir menggunakan tangan atau dengan gunting maupun cutter agar buah yang tertinggal tidak rusak.

9. Pengeringan

Tahapan selanjutnya adalah pengeringan buah vanilla.

Tujuan pengeringan buah tidak lain adalah untuk lebih mengoptimalkan aroma vanilla yang ada pada buah.

Buah vanilla sedang menjalani proses pengeringan akan mulai berubah warna, dari yang semula berwarna hijau kekuningan, perlahan akan berubah menjadi semakin gelap.

Apabila buah vanilla dipanen sesuai waktu dan tingkat kematangan yang baik, selain kadar airnya menyusut, buah vanilla juga akan mengeluarkan minyak aroma vanilla.

Dalam pengeringan buah vanilla, dikenal suatu metode yang banyak diadopsi oleh seluruh petani vanilla di dunia yang dinamakan Bourbon Method.

Berikut cara pengeringan yang disesuaikan dengan skala industri rumah tangga.

1. Cuci bersih

Buah vanilla hjau yang telah dipanen dari tandannya dicuci terlebih dahulu hingga bersih dengan menggunakan air.

Kegiatan ini bertujuan untuk menghilangkan getah atau kotoran yang menempel pada buah vanilla.

Buah vanilla telah terpisah dari tandannya saat dilakukan kegiatan panen secara selektif dan bertahap sesuai tingkat kematangan buah.

2. Perendaman

Buah vanilla hjau ke dalam panci yang berisikan air mendidih dengan suhu berkisar 65 derajat Celcius selama kurang lebih 3 hingga 5 menit tergantung ketebalan buah vanilla.

Pencelupan buah pada air mendidih bertujuan untuk mematikan pertumbuhan vegetatif pada buah vanilla dan mengaktifkan enzim vanillin yang akan memberikan aroma keharuman pada buah vanilla.

3. Penjemuran

Tahapan selanjutnya adalah penjemuran buah vanilla di bawah sinar matahari, dimulai pukul 10.00 hingga 14.00 di mana buah vanilla saat di jemur beralaskan kain hitam.

Penggunaan kain hitam bisa juga digantikan dengan plastik bagor atau terpal plastik seandainya kain hitam sulit ditemukan sebagaimana yang juga dilakukan oleh beberapa petani vanilla di Indonesia.

Tujuan penjemuran buah selain mengurangi kadar air pada buah vanilla secara bertahap agar menjadi elastis, juga untuk lebih meningkatkan kerja enzim vanillin yang memberikan keharuman aroma pada buah vanilla.

4. Pengeringan

Simpan kain hitam yang berisi buah vanilla pada ruangan yang bersih dan kembali lakukan penjemuran keesokan paginya.

Bila memungkinkan, kain hitam yang berisi buah vanilla ditempatkan pada kotak khusus yang terbuat dari kayu untuk tetap menjaga kehangatan buah di malam hari sebelum dilakukan penjemuran kembali keesokan harinya.

Terus ulangi kegiatan ini selama kurang lebih dua hingga tiga minggu hingga kadar air vanilla mencapai batas antara 25% hingga 30%, dan muncul.

budidaya tanaman vanili

5. Mengukur hasil pengeringan

Warna buah vanilla terus mengalami perubahan tiap harinya hingga akhirnya berwarna cokelat kehitaman, berminyak, dan elastis dalam arti tidak akan patah bila dilengkungkan pada ibu jari.

Pada tahap ini, kegiatan pengeringan dapat dinyatakan telah selesai dan buah vanilla siap untuk digunakan.

6. Penyimpanan

Simpan buah vanilla dalam kemasan plastik zip-lock, kemudian taruh plastik pada kardus di suatu ruangan yang bersih, hangat, serta terhindar dari sinar matahari.

Penggunaan kotak khusus yang terbuat dari kayu untuk penyimpanan buah vanilla yang sudah dikeringkan jauh lebih baik untuk tetap menjaga kualitas buah vanilla selama masa penyimpanan sebelum digunakan.

budidaya vanili modern

7. Kontrol secara rutin

Lakukan pengecekan buah secara rutin setiap dua bulan sekali dikarenakan mungkin terdapat jamur pada buah vanilla.

Kemunculan jamur pada buah vanilla bisa saja terjadi dikarenakan tempat penyimpanan buah yang lembap atau terjadi luka pada buah saat kegiatan panen dilakukan.

Buah vanilla hjau yang dipanen terlalu muda, dalam arti belum cukup matang pada tandannya, juga rawan jamur saat sudah dikeringkan.

Pengendalian hama dan penyakit tanaman

Berbeda dengan budidaya vanilla di lahan perkebunan, serangan hama dan penyakit pada tanaman vanilla yang dipelihara dalam pot relatif lebih minin.

Kondisi ini mungkin saja dkarenakan bertanam vanilla dalam pot lebih aman terhadap risiko lingkungan sekitar.

Penyakit busuk batang adalah penyakit yang paling ditakuti para petani vanilla.

Penyakit ini disebabkan oleh serangan jamur Fusarium oxysporumt. sp. vanillae (Fov) atau bisa pula disebabkan kondisi lingkungan penanaman yang terlalu lembap.

Pemilihan bioit tanaman vanilla yang sehat meupakan salah satu cara untuk terhindar dari penyakit busuk batang, tentunya selain pemeliharaan tanaman vanilla yang tepat.

Budidaya vanilla juga rawan mengalami busuk pada bagian akar bila kondisi permukaan tanah terlalu lembap.

Oleh karena itu penyiraman tanaman dalam media pot hendaknya tidak berlebihan dan terdapat Iubang pada bagian bawah samping pot sebagai upaya pencegahan.

Bila terjadi busuk pada bagian akar atau batang tanaman vanilla, segera potongakar lekat dan bagian yang terkena busik, maka secara alamiah akan turun ke bawah dengan sendirinya untuk menjadi akar tanah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *