Budidaya Sengon, Investasi Kayu yang Kini Banyak Diminati

Posted on

Salah satu usaha yang cukup menjanjikan dengan memanfaatkan lahan yang Anda miliki tersebut. Lalu, usaha apakah itu? Budidaya Sengon.

Sengon atau Albasia merupakan salah satu jenis pohon yang bisa dimanfaatkan untuk bahan baku berbagai furniture, bangunan dan beberapa aperalatan lainnya.

budidaya sengon

Budidaya Sengon ini tidak kalah dengan budidaya pohon jati karena harganya yang terbilang cukup tinggi dengan jangka waktu penanaman yang singkat atau pendek.

Harga jual kayu Sengon yang cukup tinggi menjadikan budidaya Sengon menjadi usaha yang cukup menggiurkan dan bisa dijadikan bisnis manis.

Keunggulan Kayu Sengon

Beberapa tahun terakhir, sengon tengah naik daun dan mengalahkan tanaman kayu lainnya. Tanaman yang semula dipandang sebelah sekarang menjadi primadona bagi penanam dan pengusaha HPH.

Berbagai industri berbahan baku kayu pun mulai mengincar kayu sengon. Selain murah dan cepat tersedia, kualitas kayu sengon tidak kalah dengan kayu jenis lain.

Dalam hal kekuatan, kayu sengon bisa jadi di bawah kayu jati atau meranti. Namun, budidaya sengon memiliki keunggulan yang tidak dimiliki tanaman penghasil kayu lainnya, antara lain:

1. Pertumbuhan sangat cepat

Dalam kondisi kesuburan tanah yang cukup, tinggi tanaman akan bertambah 5-7 meter per tahunnya.

Bandingkan dengan tanaman jati yang hanya 1-2 meter per tahun dengan kondisi lahan yang sama.

2. Masa tebang pendek

Pertumbuhan dan tingkat kedewasaan yang lebih cepat menjadikan sengon mempunyai masa tebang yang lebih pendek. Budidaya sengon hanya membutuhkan 7-8 tahun untuk siap panen.

Bahkan dengan pemeliharaan yang optimal, pada umur 5 tahun pun sengon sudah siap ditebang.

Dibandingkan tanaman jati yang membutuhkan setidaknya 15 tahun. Pada umur ini pun jati sebenarnya masih terlalu muda, seperti halnya sengon yang masih berumur 5 tahun.

3. Budidaya lebih mudah

Budidaya sengon relatif mudah, hampir setiap orang bisa melakukannya.

Setelah penanaman dan pemeliharaan yang baik, termasuk diantaranya dengan pemupukan, kita tinggal menunggu tanaman siap tebang.

Banyak orang berpendapat budidaya sengon serupa berinvestasi, yaitu menanamkan modal di awal penanaman dan setelah beberapa tahun kemudian kita akan menuai hasil yang besarnya berkali-kali lipat.

4. Dapat ditanam di berbagai kondisi tanah

Sengon merupakan tanaman kayu yang termasuk famili Leguminoceac (kacang-kacangan).

Anggota famili ini dikenal dengan kemampuannya hidup di lahan minus, karena mampu bersimbiosis dengan bakteri pengikat nitrogen sehingga tidak terlalu membutuhkan nitrogen dari tanah.

Karena itulah, sengon masih dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang kurang subur.

5. Kayu cenderung tumbuh lurus

Keistimewaan tanaman sengon lainnya adalah kecenderungnnya untuk tumbuh lurus.

Tanaman kayu yang tumbuh lurus sangat penting karena bernilai lebih tinggi.

Sengon sangat jarang bercabang, terutama apabila ditangani dengan teknik budidaya yang tepat.

6. Produktivitas tinggi

Produktivitas kayu tanaman sengon cukup tinggi dalam jangka waktu yang pendek.

Tanaman sengon dengan pertumbuhan normal mampu menghasilkan kayu sebanyak 350 – 400 m dalam waktu 7 – 8 tahun, atau kurang lebih 50 m per pohon per tahun.

Produksi ini lebih tinggi dibandingkan jenis tanaman kayu lain, misalnya jati.

olahan sengon
Hardcase handphone dari kayu sengon

Baca juga: Manajemen produksi agar proses usaha lebih efisien.

7. Kegunaan tinggi

Kayu sengon layak untuk berbagai kegunaan, antara lain un- tuk bahan bangunan, furnitur, dan peti kayu.

Sebagai bahan bangunan dan furnitur, kayu sengon cukup kuat dan awet, se- dangkan sebagai peti kayu, kayu sengon memiliki fleksibilitas yang tinggi.

8. Budidaya sengon multimanfaat

Tanaman sengon tidak hanya dapat dimanfaatkan kayunya. Masih banyak manfaat lain dari sengon.

Daun sengon dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak, cabang dan rantingnya dapat digunakan untuk kayu bakar.

Sedangkan bagian akar mengandung bintil akar yang banyak mengandung nitrogen yang dapat memperbaiki kesuburan tanah.

Prospek Pengembangan Sengon

Prospek budidaya sengon dalam 10 tahun terakhir semakin membaik. Tren positif ini diramalkan akan terus meningkat pada tahun-tahun yang akan datang.

Peningkatan tren positif ini didukung beberapa faktor pendorong, antara lain:

1. Meningkatnya pertumbuhan penduduk

Pertumbuhan penduduk Indonesia sangat cepat. Saat 2017, penduduk Indonesia sudah mencapai 264 juta jiwa.

Jumlah penduduk yang meningkat ini dibarengi oleh meningkatnya kebutuhan akan rumah yang pasti membutuhkan kayu.

Penduduk Indonesia yang pada umumnya akan cenderung memilih kayu sengon dengan alasan harganya lebih rendah daripada jati dan mudah didapat.

2. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat

Meningkatnya kesejahteraan masyarakat akan berpengaruh langsung maupun tidak langsung pada perkembangan kayu sengon.

Kesejahteraan yang meningkat akan merangsang masyarakat untuk membangun atau memperbaiki rumahnya.

Kebutuhan terhadap kayu secara langsung akan meningkat, sehingga permintaan kayu juga akan terdongkrak.

Kayu yang murah dan mudah didapatkan seperti sengon akan menjadi pilihan utama bagi masyarakat.

3. Pertumbuhan industri perumahan

Pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan akan rumah yang terjangkau menyebabkan menjamurnya industri perumahan.

Kayu sengon menjadi pilihan utama pengembang perumahan karena harganya relatif murah untuk menekan biaya produksi, tetapi kualitasnya memadai.

4. Semakin banyak industri berbahan baku kayu

Industri berbahan baku kayu jugva sudah mulai mengalihkan bahan baku dari kayu hutan ke kayu sengon, misalnya industri kertas.

Pada awalnya, industri kertas hanya menggunakan kayu hutan, namun setelah adanya pembatasan penggunaan kayu-kayu hutan, dan harga yang melambung tinggi, bahan baku kertas dialihkan pada kayu sengon.

Selain harganya lebih murah dan mudah didapatkan, kertas dari kayu sengon ternyata berkualitas baik, berwarna putih cerah.

Syarat tumbuh pohon sengon

Syarat tumbuh yang sesuai sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan tanaman sengon.

Apabila syarat tumbuh minimal tidak terpenuhi, tanaman sengon tidak akan tumbuh dengan baik, bahkan tanaman dapat mengalami kematian.

Syarat tumbuh yang penting bagi tanaman sengon terkait dengan iklim, cuaca, dan lingkungan.

1. Iklim

Iklim yang sesuai akan mendukung pertumbuhan sengon. Jika sengon ditanam pada lahan dengan kondisi lingkungan yang tidak sesuai, biasanya pertumbuhannya akan lambat dan pohon tidak dapat besar.

Kondisi iklim merupakan faktor mutlak di mana kita tidak dapat mengubahnya.

2. Ketinggian tempat

Tanaman sengon termasuk tanaman yang dapat tumbuh pada ketinggian O – 1.600 meter di atas permukaan laut (m dpl).

Namun, ketinggian yang paling ideal untuk pertumbuhan sengon adalah O – 800 m dpl.

Semakin meningkat ketinggian tempat di atas 800 m dpl, semakin menurun pertumbuhan tanaman sengon.

3. Curah hujan

Tanaman sengon dapat tumbuh pada berbagai curah hujan antara 1.500 – 4.500 mm/tahun. Namun curah hujan yang paling baik untuk tanaman sengon antara 2.000 – 2.700 mm/tahun.

Curah hujan ini biasanya terjadi pada wilayah yang memiliki curah hujan cukup merata sepanjang tahun, denganbulan kering maksimal 4 bulan.

4. Suhu

Tanaman sengon dapat tumbuh pada suhu udara antara 10′ -36aC.

Namun suhu optimal untuk tanaman sengon adalah 220-340C suhu udara ini biasanya hanya ada di dataran rendah dan menengah.

Untuk dataran tinggi, suhu udara yang terlalu rendah akan menghambat pertumhuhan sengon.

5. Sinar matahari

Tanaman sengon merupakan tanaman yang sangat membutuhkan sinar matahari. Agar tumhuh dengan Iayak, tanaman sengon setidaknya perlu mendapatkan sinar matahari sebanyak 80%.

Karena itulah tanaman sengon cenderung tumbuh ke atas saat jarak tanam dirapatkan, yaitu untuk mendapatkan sinar matahari yang cukup.

6. Tanah

Tanah merupakan faktor terpenting kedua setelah iklim dalam menentukan keberhasilan budidaya. Sengon akan tumbuh optimal apabila ditanam di tanah yang sesuai dengan kebutuhannya.

Meskipun demikian, tanah bukan merupakan faktor mutlak seperti halnya iklim.

Sifat-sifat tanah masih dapat direkayasa agar sesuai dengan kebutuhan sengon. Beberapa sifat tanah yang berpengaruh terhadap tanaman sengon adalah sebagai berikut.

a. Tekstur tanah

Tanaman sengon dapat tumbuh pada berbagai jenis tekstur tanah, bahkan pada tekstur-tekstur tanah ekstrim, misalnya tekstur tanah pasir atau liat.

Namun tekstur tanah paling baik untuk tanaman sengon adalah tekstur lempung berpasir atau pasir berlempung.

Cara mengetahui tekstur ini, kepalkan tanah hasah lalu buka kepalan. Jika bola tanah retak namun tidak pecah semuanya, berarti tekstur tanah itu cocok untuk ditanami sengon.

b. Struktur tanah

Struktur tanah yang diperlukan tanaman sengon adalah struktur remah dan memiliki porositas sedang.

Struktur seperti ini akan mendukung pertumbuhan akar sengon, terutama bintil-bintil akar yang bermanfaat bagi perkembangan tanaman.

c. Keasaman tanah (pH)

Tanaman sengon mampu hidup pada berbagai kondisi keasaman tanah, mulai dari tanah asam hingga agak basa, dengan pH antara 5,0 – 7,2. Namun pH terbaik untuk tanaman sengon adalah 6,5.

Pada kondisi terlalu asam, pertumbuhan sengon akan terhambat karena kekurangan unsur hara, sengon kemungkinan keracunan A1, dan perkembangan bakteri pengikat nitrogen menurun.

Sedangkan pada kondisi yang terlalu basa, perkembangan akar terhambat akibat tanah terlalu keras.

d. Kedalaman tanah

Yang dimaksud dengan kedalaman tanah adalah lapisan topsoil yang subur. Kedalaman tanah minimal untuk sengon adalah 40 cm.

7. Lingkungan (Agroekosistem)

Selain iklim dan tanah, kondisi lingkungan juga perlu diperhatikan dalam penanaman sengon. Beberapa hal berikut perlu diperhatikan dalam penanaman sengon:

a. Jangan menanam sengon di dekat perumahan

Karena Sengon cepat tumhuh besar, dan saat tanaman dewasa, perakarannya kadang kala tidak mampu menahan beban bagian atasnya, sehingga sengon mudah roboh terutama ketika diterpa angin yang sangat kencang.

Dikhawatirkan tanaman roboh menimpa rumah di dekatnya. Karena itu, sengon tidak dianjurkan ditanam di sekitar rumah.

b. Sengon ditanam pada lahan miring dan lahan kritis

Sengon sebaiknya ditanam pada lahan miring untuk mencegah terjadinya tanah longsor atau erosi. Selain mendatangkan manfaat ekonomi, penanaman di lahan miring juga mendatangkan manfaat ekosistem.

Sengon juga sangat baik ditanam pada lahan-lahan kritis di mana tanaman lain belum tentu dapat tumbuh.

c. Jangan menanam sengon pada lahan pangan yang subur

Sebaiknya sengon tidak ditanam di lahan pertanian pangan yang subur karena hal ini akan mengurangi kesuburan lahan tersebut dan selanjutnya mempengaruhi ketahanan pangan.

Banyak lahan sawah yang beralih fungsi menjadi lahan sengon, sehingga produksi padi atau beras menurun.

Pembibitan sengon

Bibit-bibit berkualitas baik akan tumbuh menjadi tanaman sengon yang sehat dan tumbuh dengan cepat.

Praktik pembibitan yang baik harus memenuhi unsur-unsur teknis budidaya, ketelitian, dan tentu saja, benih yang baik.

Dengan terpenuhinya unsur-unsur ini, bibit yang dihasilkan akan berkualitas tinggi. Metode pembibitan sengon secara umum adalah sebagai berikut.

a. Pembenihan

Pada umumnya tanaman sengon diperbanyak dengan bijinya. Biji sengon yang dijadikan benih harus terjamin mutunya.

Benih yang baik adalah benih yang berasal dari induk tanaman sengon yang memiliki sifat-sifat genetik yang baik, bentuk fisiknya tegak lurus dan tegar, tidak menjadi inang dari hama ataupun penyakit.

Ciri-ciri penampakan benih sengon yang baik sebagai berikut:

  • Kulit bersih berwarna coklat tua
  • Ukuran benih maksimum
  • Tenggelam dalam air ketika benih direndam, dan
  • Bentuk benih masih utuh.

Selain penampakan visual tersebut, juga perlu diperhatikan daya tumbuh dan daya hidupnya, dengan memeriksa kondisi lembaga dan cadangan makanannya dengan mengupas benih tersebut.

Jika lembaganya masih utuh dan cukup besar,maka daya tumbuhnya tinggi.

Bibit sengon

Kebutuhan benih

Jumlah benih sengon yang dibutuhkan untuk luas lahan yang hendak ditanami dapat dihitung dengan menggunakan rumus perhitungan sederhana berikut:

  • Luas kebun penanaman sengon 1 hektar (panjang= 100 mdan lebar= 100 m)
  • Jarak tanam 3 x 2 meter
  • Satu lubang satu benih sengon
  • Satu kilogram benih berisi 40.000 butir
  • Daya tumbuh 60 %
  • Tingkat kematian selama di persemaian 15%

Dengan demikian jumlah benih = 100 / 3 x 100/2 x I =1.667 butir.

Namun dengan memperhitungkan daya tumbuh dan tingkat kematiannnya, maka secara matematis dibutuhkan 3.705 butir.

Sedangkan operasionalnya, untuk kebun seluas satu hektar denganjarak tanam 3 x 2 meter dibutuhkan benih sengon kira-kira 92,62 gram, atau dibulatkan menjadi 100 gram.

Perlakuan benih

Sehubungan dengan biji sengon memiliki kulit yang liat dan tebal serta segera berkecambah apabila dalam keadaan lembab.

Maka sebelum benih disemaikan, sebaiknya dilakukan treatment guna membangun perkecambahan benih tersebut, yaitu:

  • Benih direndam dalam air panas mendidih (80 C) selama 15 – 30 menit.
  • Rendam kembali benih dalam air dingin sekitar 24 jam, lalu ditiriskan.
  • Benih siap untuk disemaikan.

b. Pemilihan lokasi persemaian

Keberhasilan persemaian benih sengon ditentukanoleh ketepatan dalam pemilihan tempat. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa persyaratan memilih tempat persemaian sebagai berikut:

  1. Lokasi persemaian dipilih tempat yang datar atau dengan derajat kemiringan maksimum 5%.
  2. Diupayakan memilih lokasi yang memiliki sumber air yang mudah diperoleh sepanjang musim (dekat dengan mata air, dekat sungai atau dekat persawahan).
  3. Kondisi tanahnya gembur dan subur, berbatu/kerikil, tidak mengandung tanah liat.
  4. Tidak Berdekatan dengan kebun penanaman dan jalan angkutan, guna menghindari kerusakan bibit pada waktu pengangkutan.

Untuk memenuhi kebutuhan bibit dalam jumlah besar perlu dibangun persemaian yang didukung dengan sarana dan prasarana pendukung yang memadai, antara lain bangunan persemaian, sarana dan prasarana pendukung, sarana produksi tanaman dll.

Selain itu ditunjang dengan ilmu pengetahuan yang cukup diandalkan.

c. Langkah-langkah penyemaian benih sengon

Terlepas dari kegiatan pembangunan dan penyediaan sarana dan prasarana pendukung maka langkah-langkah penyemaian benih dapat dibagi menjadi tahap – tahap kegiatan sebagai berikut:

a. Penaburan

Kegiatan penaburan dilakukan dengan maksud untuk memperoleh prosentase kecambah yang maksimal dan menghasilkan kecambah yang sehat.

Kualitas kecambah ini akan mendukung terhadap pertumbuhan bibit tanaman, kecambah yang baik akan menghasilkan bibit yang baik pula dan hal ini akan dapat membentuk tegakan yang berkualitas.

Bahan dan alat yang perlu diperhatikan dalam kegiatan penaburan adalah sebagai berikut:

  • Benih
  • Bedeng tabur/bedeng kecambah
  • Media Tabur yaitu campuran pasir dengan tanah 1 : 1
  • Peralatan penyiraman
  • Tersedianya air yang cukupdan sebagainya

Teknik pelaksanaan penaburan benih yaitu sebagai berikut:

  • Bedeng tabur dibuat dari bahan kayu/bambu dengan atap rumbia dengan ukuran bak tabur 5 x 1 m ukuran tinggi naungan depan 75 cm belakang 50 cm.
  • Kemudian bedeng tabur diisi dengan media tabur setebal 10 cm, usahakan agar media tabur ini bebas dari kotoran/sampah untuk menghindari timbulnya penyakit pada kecambah.
  • Penaburan benih pada media tabur dilakukan setelah benih mendapat perlakuan guna mempercepat proses berkecambah dan memperoleh prosen kecambah yang maksimal.
  • Penaburaan dilakukan pada waktu pagi hari atau sore hari untuk menghindari terjadinya penguapan yang berlebihan.
  • Penaburan ini ditempatkan pada larikan yang sudah dibuat sebelumnya, ukuran larikan tabur ini berjarak 5 cm antara larikan dengan kedalaman kira-kira 2 cm.
  • Usahakan benih tidak saling tumpang tindih agar pertumbuhan kecambah tidak bertumpuk.
  • Setelah kecambah berumur 7 – 10 hari maka kecambah siap untuk dilakukan penyapihan.

b. Penyapihan bibit

  • Langkah-langkah kegiatan penyapihan bibit antara lain adalah:
  • Siapkan kantong plastik ukuran 10 x 20 cm, dan dilubangi kecil-kecil sekitar 2 – 4 lubang pada bagian sisi-sisinya.
  • Masukkan media tanam yang berupa campuran tanah subur, pasir dan pupuk kandang (1:1:1). Jika tanah cukup gembur, jumlah pasir dikurangi.
  • Setelah media tanam tercampur merata, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plasitk setinggi 3/4 bagian, barulah kecambah Sengon ditanam, setiap kantong diberi satu batang kecambah.
  • Kantong plastik yang telah berisi anakan,diletakkan dibawah para-para yang diberi atap jerami atau daun kelapa, agar tidak langsung tersengat terik matahari.

Pada masa pertumbuhan anakan semai sampai pada saat kondisi bibit layak untuk ditanam di lapangan perlu dilakukan pemeliharaan secara intensif.

Budidaya tanaman sengon

Tanaman sengon termasuk tanaman yang mudah dibudidayakan dan dapat tumbuh dengan cepat. Namun teknik budidaya yang kurang tepat akan menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang baik.

Tanaman sengon diharapkan telah mencapai ukuran siap tebang pada umur 7 – 8 tahun.

Apabila pada umur ini sengon masih belum siap tebang, berarti kerugian bagi penanamannya.

Untuk itu, teknik budidaya yang baik harus digunakan dalam budidaya sengon.

a. Persiapan lahan

Sebelum lahan digunakan untuk penanaman sengon, sebaiknya lahan diolah lebih dulu agar bibit sengon dapat tumbuh dengan baik.

Walau sengon masih tetap dapat tumbuh di lahan tanpa pengolahan yang baik, namun biasanya pertumbuhannya sangat lamban.

Akibatnya, umur panen menjadi lebih lama dan merugikan secara ekonomi meskipun kadang-kadang tidak dirasakan oleh penanam.

1. Pengolahan lahan

Lahan yang hendak digunakan untuk menanam sengon dipersiapkan sebaik mungkin.

Beberapa hal yang harus dikerjakan,antara lain:

  • Lahan dibersihkan dari rerumputan, ilalang, batu, sisa tanaman, dan berbagai pengganggu lainnya. Benda-benda ini dapat menjadi sumber dan inang berbagai hama.
  • Ada baiknya lahan dicangkul lebih dulu supaya lebih gembur dan aerasi udara meningkat.
  • Lahan dibiarkan terbuka selama seminggu agar terkena sinar matahari untuk mematikan bibit penyakit.
persiapan penanaman sengon
Proses pembersihan lahan dan pembuatan lubang tanam serta di isi pupuk kandang

2. Penentuan jarak tanam

Langkah selanjutnya dalam persiapan lahan adalah menentukan jarak tanam. Alternatif jarak tanam untuk bibit sengon adalah I x 3 m, I x 4 m, 2 x 2 m, atau I x 5 m.

Dengan jarak tanam ini per hektar lahan dapat ditanami 1.750 – 3.300 bibit. Penanaman memang diusahakan serapat mungkin agar tanaman sengon tumbuh lurus ke atas dan tidak banyak tumbuh cabang air.

Penentuan jarak tanam juga dipengaruhi oleh beberapa faktor:

  • Kesuburan lahan yang ditanami sengon. Untuk lahan yang kurang subur, sebaiknya jarak tanam diperlebar.
  • Kontur atau topografi lahan. Lahan datar dapat memuat tanaman lebih banyak dibandingkan lahan yang miring atau bergelombang.

Seiring dengan perkembangan tanaman sengon, harus dilakukan penjarangan.

Sebaiknya penjarangan dilakukan 3 kali hingga pada akhirnya per hektar lahan hanya tersisa 200 – 400 batang tanaman.

jarak tanam

3. Pembuatan lubang tanam

Lubang untuk tanaman sengon dibuat dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm untuk tanah-tanah yang subur dan remah.

Sedangkan untuk tanah-tanah keras dan kurang subur, lubang tanam sebaiknya diperbesar menjadi 50 x 50 x 50 cm.

Pada saat membuat lubang, tanah yang digali ditempatkan di dekat lubang. Tanah ini penting untuk menutup lubang kembali.

Pembuatan lubang sebaiknya dilakukan satu minggu sebelum penanaman. Setelah dibuat, lubang dibiarkan terpapar sinar matahari untuk mematikan bibit penyakit dan hama.

Selain itu, gas-gas yang berdampak negatif bagi tanaman juga akan terlepas ke atmosfer.

B. Pemilihan bibit

Bibit yang baik akan menghasilkan tanaman yang baik, sebaliknya bibit yang tidak baik akan menghasilkan tanaman yang kurang baik pula.

Prinsip ini harus diperhatikan saat memilih bibit sengon. Apabila kita menanam tanaman yang kurang baik, kerja kita akan sia-sia.

Dalam memilih bibit, perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Bibit sebaiknya berasal dari perusahaan bibit ternama jika bibit tidak diproduksi sendiri.
  • Bibit berasal dari pohon induk yang berkualitas baik dan cukup umur.
  • Sehat, tidak rusak, dan tidak terserang hama atau penyakit.
  • Bibit tidak mengalami stres terutama akibat perjalanan yang lama. Bibit yang mengalami stres sebaiknya ditempatkan dalam tempat yang sejuk terlebih dahulu sebelum ditanam agar beraklimatisasi.
  • Benih memiliki pertumbuhan yang baik. Cara mengetahuinya dengan menanyakan umur bibit, kemudian bandingkan dengan ukuran bibit.

C. Penanaman bibit

Bibit yang telah dipersiapkan dapat segera ditanam. Langkah-langkah penanaman bibit adalah sebagai berikut:

  • Lubang tanam dipersiapkan dengan ukuran 30 x 30 x 30cm dan dibiarkan selama seminggu.
  • Separuh tanah galian lubang dicampur dengan pupuk organik dengan perbandingan 1 : 1 hingga merata. Sepertiga dari tanah campuran dimasukkan ke lubang.
  • Polybag tempat bibit disilet kanan dan kiri, kemudian polybag ditarik hati-hati dari atas ke bawah hingga terlepas.
  • Pastikan tanah tidak terlepas dari bibit.
  • Masukkan bibit ke dalam lubang, kemudian isi lubangmdengan campuran tanah. Tekan-tekan hingga agak memadat kemudian siram dengan air.

Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Tancapkan ajir di dekat bibit untuk mengikat dan menegakkan bibit.

Selain itu, bibit juga perlu diberi naungan sementara agar tidak layu.

D. Pemeliharaan tanaman

Setelah ditanam, sengon perlu dipelihara dengan haik. Kebanyakan petani sengon hanya membiarkan tanamannya begitu saja, sehingga walaupun tanaman tumbuh, pertumbuhan tanaman tidak seperti yang diharapkan.

Untuk itu perlu adanya pemeliharaan optimal terhadap tanaman sengon untuk menghasilkan sengon yang bermutu baik.

Beberapa hal yang perlu dilakukan dalam pemeliharaan tanaman:

1. Penyiraman atau Irigasi

Pada saat masih muda, tanaman sengon membutuhkan air cukup banyak untuk mendukung pertumbuhannya. Penyiraman yang cukup diperlukan oleh tanaman muda karena perakarannya saat itu belum cukup kuat dan panjang.

Dalam 1 tahun pertama, tanaman sengon diberi penyiraman atau irigasi. Penyiraman manual dilakukan jika jumlah tanaman yang dipelihara tidak terlalu banyak.

Namun jika tanaman cukup banyak, sebaiknya dibuat parit-parit di antara barisan tanaman guna mengalirkan air.

Penyiraman atau irigasi dilakukan pada pagi atau sore hari. Tidak dianjurkan melakukan penyiraman atau irigasi pada siang hari.

Penyiraman atau irigasi juga dilakukan apabila benar-benar dibutuhkan. Pada musim hujan di mana tanah cenderung basah, penyiraman atau irigasi tidak perlu dilakukan.

2. Pemupukan

Banyak penanam sengon yang masih mengabaikan pemupukan. Meskipun tanaman sengon tetap dapat tumbuh tanpa pemupukan, namun pertumbuhannya tidak sesuai dengan target yang diinginkan.

Target utama petani sengon adalah untuk mendapatkan tanaman siap tebang (berdiameter di atas 40cm) dalam waktu yang singkat, sekitar 7 – 8 tahun. Untuk mencapainya, diperlukan asupan hara yang cukup bagi tanaman.

Pupuk untuk tanaman sengon sebenamya tidak harus banyak, namun rutin diberikan setiap tahun. Pemupukan diberikan dua kali, vaitu di awal dan akhir musim hujan.

Langkah-langkah dalam memberikan pupuk tanaman sengon yaitu sebagai berikut:

  • Buatlah parit-parit dengan kedalaman 10 cm (umur 0 – 1tahun), 20 cm (umur 2 – 3 tahun), 30 cm (umur 4 – 5tahun), dan 50 cm (umur > 5 tahun). Parit dibuat mengelilingi tanaman dengan jarak yang tetap, vaitu di bawah tajuk terluar tanaman.
  • Pupuk ditimbang sesuai dosis per tanaman. Untuk sekali pemupukan hanya digunakan lh dari dosis yang ditentukan. Campur pupuk hingga rata kecuali pupuk organik.
  • Pupuk organik dimasukkan lebih dulu ke dalam parit-parit secara merata, kemudian dilanjutkan dengan pemberiancampuran pupuk buatan.
  • Tutup parit menggunakan tanah kemudian padatkan.Setelah itu, lakukan penyiraman dengan air.
  • Pemupukan sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari.
pupuk tanaman sengon
Tabel dosis pupuk tanaman sengon

Pupuk yang digunakan untuk memupuk tanaman sengon, antara lain pupuk organik, ZA, Superphos (SP-36/SP-18) dan KCI.

Pupuk-pupuk tersebut juga dapat disubstitusi dengan pupuk NPK, NKCI, KNO, fosfat alam, guano dan lain-lain. Dalam penggantian pupuk, perhatikan kandungan unsur haranya.

3. Pemangkasan cabang air

Tanaman sengon diharapkan tumbuh lurus ke atas dalam waktu yang singkat.

Namun sebagai tanaman yang memiliki kambium, sengon juga memiliki kecenderungan menumbuhkan cabang.

Dalam teknik budidaya, cabang dibedakan menjadi2 jenis, yaitu sebagai berikut:

a. Cabang pokok

Cabang pokok merupakan percabangan utama yang timbul akibat tanaman tidak dapat melanjutkan pertumbuhan lurus batang pokok.

b. Cabang air

Cabang air merupakan cabang-cabang kecil yang muncul pada batang. Cabang-cabang air perlu dipangkas agar tidak menghambat pertumbuhan batang utama.

Adanya cabang air akan mengurangi pasokan makanan ke batang utama. Pemangkasan cabang air dilakukan dengan memotong cabang air sekitar 10 – 20 cm dari batang (tidak perlu memotong pangkal cabang air).

Cabang air yang telah dipotong tersebut akan mengering dan patah dengan sendirinya.

Pruning atau pemangkasan cabang air perlu dilakukan secara rutin setiap 12 bulan sekali. Jika tidak, pertumbuhan cabang air akan membuat tanaman tampak rimbun.

Tanaman yang terlalu rimbun akan merangsang tumbuhnya berbagai cendawan penyebab penyakit serta menjadi sarang bagi hama tanaman sengon.

4. Penyiangan dan pembumbunan

Lahan tanaman sengon seringkali dibiarkan begitu saja sehingga dipenuhi oleh gulma yang lambat laun akan menjadi semak belukar.

Gulma ini, meskipun tidak kentara, akan mengganggu pertumbuhan tanaman sengon, terutama dalam hal memperebutkan hara tanah.

Penyiangan terhadap gulma dan semak belukar perlu dilakukan secara rutin.

Pengendalian gulma untuk lahan yang cukup luas dapat menggunakan herbisida.

Beberapa herbisida yang diperbolehkan digunakan, antara lain Round Up 486 SL Polaris 200/8SL Spark 130/5 Wallop 240/110 SL, dan herbisida lain yang sesuai.

Perhatikan kesesuaian antara gulma berdaun lebar dan berdaun sempit, karena herbisida yang digunakan biasanya berbeda-beda.

Selain penyiangan gulma, pekerjaan rutin yang harus dilakukan adalah pembumbunan. Curah hujan dan pertumbuhan akar seringkali menyebabkan akar muncul di permukaan tanah.

Hal ini dapat menyebabkan berkurangnva kekuatan akar dalam menopang bagian atas tanaman yang semakin besar.

Untuk itu, perlu dilakukan pembumbunan, vaitu penambahan dan pemadatan tanah di bawah dan di sekitar akar tanaman. Pembumbunan sebaiknya dilakukan secara rutin 2 – 3 bulan sekali.

5. Penjarangan tanaman

Sengon biasanya ditanam dengan kepadatan yang sangat tinggi (jarak tanam rapat) agar tanaman tumbuh lurus ke atas.

Namun seiring dengan semakin besarnya tanaman, perlu dilakukan penjarangan untuk mengurangi kepadatan, sehingga tanaman yang tersisa dapat tumbuh besar.

Selain mengurangi kepadatan, penjarangan juga merupakan panen kecil dalam budidaya sengon.

Penjarangan pertama dilakukan saat umur tanaman 2 – 3 tahun dengan diameter batang sekitar 10 – 15 cm. Penjarangan kedua dilakukan pada tahun ke-4 dan ke-5, atau diameter batang sekitar 15 – 20 cm.

Penjarangan terakhir dilakukan pada saat tanaman berumur di atas 5 tahun dengan diameter di atas 20 cm. Tanaman sengon yang perlu mendapat penjarangan:

  • Tanaman yang berada di tengah tanaman-tanaman yang lain. Misalnya tanaman berisi 10 baris, maka penjarangan dilakukan terhadap tanaman di baris ke-2, ke-4, ke-6, ke-8, dan ke-10.
  • Penjarangan juga dilakukan terhadap tanaman-tanaman yang pertumbuhan nva kurang baik, rusak, atau terserang hama dan penyakit.
Pupuk NPK pohon sengon
Tabel pupuk NPK pohon sengon

Budidaya Sengon sudah kita bahas secara lengkap disini, mulai dari sisi bisnis hingga tata cara penanaman pohon sengon secara lengkap.

Bagaimana? Apakah Anda berminat untuk berinvestasi melalui budidaya sengon ?

One thought on “Budidaya Sengon, Investasi Kayu yang Kini Banyak Diminati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *