Siapapun Bisa Bisnis Susu Kedelai Sekarang Juga!

Diposting pada

Adapun tujuan utama dari usaha bisnis susu kedelai adalah untuk menganekaragamkan produk-produk olahan kedelai yang dibutuhkan masyarakat dengan harga terjangkau.

Di samping itu, juga untuk menggantikan peran susu sapi khususnya bagi para penderita alergi.

bisnis susu kedelai

Kondisi Susu Kedelai

Untuk dapat menjalankan bisnis susu kedelai dengan kualitas baik, ada beberapa hal yang perlu diketahui terlebih dahulu sebelum proses produksi dilakukan. Adapun beberapa

hal tersebut antara lain sebagai berikut.

a. Menurut Prof. H-M. Hembing

Komposisi gizi susu kedelai adalah setara dengan susu sapi sebagaimana dapat dilihat dalam Tabel-Kandungan lesitin dalam protein kacang kedelai dapat

digunakan sebagai emulsifier alami untuk membentuk emulsi minyak dalamair. Dengan demikian, lemak dapat larut dalam darah dan diangkut ke seluruhtubuh.

Pemberian susu kedelai yang mengandung lesitin secara teratur dapat membantu meningkatkan intelegensi.

Selain itu, susu kedelai juga dapat mencegah berbagai penyakit, seperti:

  • Jantung
  • Kanker
  • Lever
  • Radang lambung kronis
  • Tekanan darah tinggi
  • Anemia
  • Rematik
  • Arterosklerosis
  • Mencegah kerusakan gigi
  • Meningkatkan stamina, dan lain-lain.
susu kedelai vs susu sapi
Tabel perbandingan nilai gizi susu kedelai dengan susu sapi

b. Pembuatan susu kedelai sebenarnya tidaklah sulit

Namun, yang membuat repot dan sangat mengganggu adalah adanya bau langu kedelai yang disebabkan oleh enzim lipoksidase.

Untuk menghilangkan bau langu dalam kedelai, dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu sebagai berikut.

  1. Pengupasan dilakukan dalam keadaan kering
  2. Penggilingan dilakukan secara cepat dengan bantuan air mendidih yang dikucurkan sedikit demi sedikit.
  3. Pemberian flavor dengan menambahkan pandan, keningar, vanili, jahe, ataupun cokelat.
  4. Pemberian bahan kimia berupa soda kue atau soda ash.

c. Kedelai dapat dilunakkan dengan menggunakan soda kue

Dalam keadaan lunak, biji-biji kedelai dapat dihancurkan secara total (100%) tanpa adanya endapan.

d. Kandungan protein maksimal dalam sari kedelai adalah 7%.

Kandungan protein yang lebih dari angka tersebut akan menyebabkan terbentuknya gumpalan.

Umumnya, kadar protein terlarut dalam susu kedelai adaah 8% – 5%.

Fakor penentu kualitas produk

Beberapa faktor yang dapat menentukan kualitas produk pada bisnis susu kedelai, antara lain sebagai berikut.

a. Aroma dan cita rasa

Penyebab utama yang menjadikan orang enggan mengkonsumsi susu kedelai adalah adanya aroma langu dan rasa pahit yang cukup mengganggu.

1. Aroma langu

Aroma langu ini disebabkan oleh adanya aktivitas enzim lipoksidase.

Kini, aroma langu tersebut dapat diupayakan agar tidak muncul dengan menginaktifkan enzim lipoksidase tersebut dengan berbagai macam cara sebagaimana sudah disebutkan pada uraian sebelumnya.

2. Pasa pahit

Penggunaan bahan pelunak yang berupa soda kue atau soda ash, tanpa diikuti dengan pencucian menyebabkan rasa pahit Adanya rasa pahit dapat disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut.

  1. Penggunaan kapur sirih yang berlebihan
  2. Bahan baku kedelai tanpa disortasi sehingga kedelai cacat fisik karena diserang hama atau busuk terbawa dalam proses.
  3. Pelunak yang berupa soda kue atau soda ash, tanpa diikuti dengan pencucian.

Setelah aroma langu dan rasa pahit dapat dihilangkan/ ditiadakan, susu kedelai perlu ditambah dengan aroma alami.

Misalnya: daun pandan wangi, keningar, cokelat, cengkih, vanili, ataupun essence tertentu agar lebih mengundang selera.

3. Warna

Warna asli dari kedelai adalah putih kekuning-kuningan, namun warna susu kedelai sama dengan susu sapi, putih bersih.

Untuk menarik minat konsumen dan menyesuaikan dengan rasanya, warna dapat disesuaikan dengan menambahkan sedikit bahan pewarna makanan.

Misalnya cokelat untuk rasa cokelat, merah untuk rasa strawberi dan sebagainya.

4. Kemasan produk

Untuk memperbaiki penampilan danmelindungi produk susu kedelai dari cemaran debu, kotoran, cairan, maupunmikroba penyebab kebusukan, serta mengefektifkan sistem

pengawetannya, susu kedelaisebaiknya dikemas dalam wadah sekali pakai, misalnya gelas, botol, dan plastik.

5. Keawetan produk

Meskipun susu kedelai bukan merupakan produk awetan, tetapi akan lebih menyenangkan apabila dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama.

Untuk mendapatkan keawetan tersebut, diantaranya dilakukan dengan cara:

  • Sterilisasi
  • Pasteurisasi
  • Penambahan bahan pengawet
  • Pengemasan dan penutupan rapat
  • Penyimpanan dalam lemari pendingin

Alat dan bahan yang diperlukan untuk memulai bisnis susu kedelai

Bisnis susu kedelai dilakukan dengan menggunakan alat, bahan, serta proses produksi yang memenuhi persyaratan, tentunya juga akan menghasilkan produk berkualitas.

Kebutuhan alat

Alat-alat yang digunakan dalam proses pembuatan susu kedelai secara umum adalah sama, antara lain sebagai berikut.

1. Timbangan

Untuk menimbang bahan dengan berat lebih dari 50 g, cukup digunakan timbangan dengan tingkat ketelitian rendah.

Misalnya timbangan gantung, timbangan duduk, ataupun timbangan kue.

Sementara, untuk menimbang bahan dengan berat kurang dari 50 g, seperti bahan kimia, harus digunakan timbangan dengan tingkat ketelitian yang tinggi, yaitu timbangan halus.

Penimbangan bahan secara cermat perlu dilakukan untuk mempertahankan kualitas produk.

2. Takaran

Dengan tujuan yang sama, yaitu untuk mempertahankan kualitas produk, bahan-bahan cair yang akan digunakan juga harus ditakar secara cermat.

Untuk menakar volume bahan cair lainnya, dapat digunakan alat pengukur volume yang berupa gelas ukur, baik yang terbuat dari plastik maupun kaca.

3. Perangkat Penjemuran

Untuk memproses kedelai menjadi cairan sari kedelai yang kemudian diproses lanjut menjadi susu kedelai, perlu terlebih dahulu dilakukan penjemuran/pengeringan hingga kulit ari kedelai pecah-pecah.

Pada zaman dulu, pengeringan kedelai tersebut dilakukan secara langsung denganmenjamurnya di atas lantai semen.

Penjemuran umumnya dilakukan selama 7-9 hari hingga kulit ari kedelai pecah-pecah.

Namun, saat ini, penjemuran kedelai dilakukan di atas logam aluminium. Penjemuran dengan cara ini cukup dilakukan selama 2-3 hari saja.

Hal ini disebabkan karena aluminium merupakan logam penghantar panas danpemantul panas, sehingga dengan demikian kedelai akan menerima panas darisegala penjuru.

Adapun perangkat penjemuran tersebut terdiri atas kerangka penyangga dan pelat aluminium berbingkai.

a. Kerangka penyangga

Kerangka (rak) penyangga ini berfungsi untuk menyangga pelat aluminium berbingkai.

Dapat dibuat dari bambu utuh, dengan ukuran 0,8 m x 10 m, yang ditancapkan dalam tanah secara berjajar dengan jarak 1m.

b. Pelat aluminium berbingkai

Pelat aluminium berbingkai berfungsi sebagai wadah kedelai.

Bingkai dapat dibuat dari kayu ataupun bambu yang selain berfungsi sebagai penguat, juga berfungsi sebagai pegangan untuk mempermudah operasionalnya.

Pelat aluminium berbingkai ini, umumnya dibuat dengan ukuran 1m x 2m. Saat ini, pelat aluminium berbingkai ini dapat diganti dengan baki aluminium.

c. Kawat penjemur

Alat ini digunakan untuk menjemur kedelai basah hingga menjadi kering menyerupai kerupuk.

Kawat penjemur dapat dibuat dari kawat galfani yang bersifat antikarat ataupun kabel yang terbungkus plastik.

Kawat tersebut dibentangkan pada duatitik penumpu yang berupa tiang seperti halnya pemasangan kawat penjemur pakaian.

4. Bak perendam

Bak perendam ini digunakan untuk merendam kedelai yang akan diolah menjadi cairan sari kedelai.

Sebagai bak p erendam, dapat digunakan bak semen yang permanen ataupun bak plastik tergantung pada volume kedelai yang akan direndam.

5. Mesin pengupas kedelai

Mesin pengupas kedelai digunakan untuk memecah dan melepaskan kulit ari kedelai sehingga nantinya kulit ari tersebut dapat dipisahkan dengan mudah.

Kegiatan ini juga dapat dilakukan dengan menggunakan blender kering.

6. Mesin penggiling kedelai

Untuk menggiling/menghancurkan kedelai dalam keadaan basah, dapat digunakan beberapa macam mesin penggiling, yaitu:

a. Penggiling dari batu

Penggiling kedelai yang terbuat dari batu, pada umumnya digerakkan oleh tenaga manusia.

Walaupun rendemen yang dicapai tinggi dengan hasil penggilingan yang lembut, namun kapasitasnya sangat rendah yaitu hanya 2 kg – 5 kg/jam.

Penggiling dari batu ini terdiri atas dua potong batu bulat. Adapunjarak dari kedua batu tersebut dapat diatur berdasarkan jenis bahan yang akandigiling serta tingkat kelembutan yang dikehendaki.

b. Mesin penggiling elektrik

Mesin penggiling elektrik ini, dapat mencapai kapasitas : 50 kg/jam.Dalam pengoperasiannya, mesin ini digerakkan dengan tenaga listrik atau motordiesel.

Air panas dialirkan secara terus menerus dan dimasukkan bersama dengan kedelai ke dalam corong pemasukan.

Bubur kedelai hasil penggilingan yang keluar dari bagian bawah mesin, ditampung dalam wadah bersih.

Penggunaan air mendidih pada penggilingan kedelai akan dapat mempertinggi rendemen serta mengurangi bau dan rasa langu, terlebih apabila sebelum digiling kedelai dilunakkan terlebih dahulu.

Dengan demikian, di samping rendemen meningkat, kualitas cairan sari kedelai juga akan meningkat.

c. Blender

Blender juga dapat digunakan untuk menghancurkan kedelai dalam kapasitas kecil.

Di samping itu, blender juga sering digunakan untuk menghaluskan ampas kedelai yang dihasilkan dari mesin giling elektrik.

7. Bak penampung

Untuk menampung bubur kedelai hasil penggilingan, diperlukan bak penampung khusus.

Akan lebih baik apabila bak penampung tersebut dilengkapi dengan pengukur volume.

Sehingga dapat sekaligus digunakan untuk mengukur volume bubur dan volume air yang harus ditambahkan padasaat proses pengenceran bubur kedelai.

8. Mesin pres manual

Agar proses penyaringan cairan sari kedelai dapat berjalan dengan baikdapat digunakan mesin pres yang dalam pengopersiannya dilengkapi dengan kainsaring.

9. Alat perebus cairan sari kedelai

Untuk merebus cairan sari kedelai dapat digunakan panic email atau stainless steel berukuran besar.

10. Alat penyaring

Dalam pembuatan cairan sari kedelai yang akan digunakan baik dalam pembuatan susu kedelai, diperlukan alat penyaring berupa kain putih bertenun jarang (Tetoron, Sifon, ataupun Furing).

Agar penyaringan dengan kain ini dapat berjalan dengan lancar, cairan sari kedelai harus disaring terlebih dahulu dengan saringan kasar yang berupa saringan plastik atau saringan anyaman bambu.

11. Tangki Pembotolan

Pembotolan susu/cairan sari kedelai dilakukan dalam keadaan masih panas.

Untuk mempermudah pengerjaannya dapat digunaan tangki sebagai wadah susu kedelai yang akan dikemas dalam botol.

Tangki tersebut dilengkapi keran pada bagian bawahnya.

12. Alat pemanas

Alat pemanas diperlukan dalam berbagai kegiatan pengolahan dan sterilisasi botol kemasan serta alat-alat produksi.

Untuk merebus cairan sari kedelai dapat menggunakan kompor biasa.

Sementara, untuk keperluan sterilisasi, pemasakan susu kedelai, serta pasteurisasi,digunakan kompor bertekanan (brander).

13. Plastik sealer

Plastic sealer digunakan untuk menutup rapat plastik kemasan.

14. Pengaduk kayu

Dalam proses pembuatan susu kedelai diperlukan pengaduk kayu.

Kayu memiliki sifat netral dan tidak bereaksi dengan bahan yang diproses. Di samping itu, bentuk dan ukurannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

15. Alat pengukus

Dalam kegiatan sterilisasi dan pasteurisasi diperlukan alat pengukusyang berupa dandang dengan ukuran yang sesuai.

16. Baskom plastik

Baskom plastik dapat digunakan dalam berbagai tahap pengolahan misalnya sebagai wadah bahan, tempat perendaman, tempat pencucian, wadah produk, dan sebagainya.

Daftar peralatan diatas merupakan kebutuhan bisnis susus kedelai pada umumnya. Anda dapat menyesuaikannya dengan lingkungan produksi masing-masing.

Kebutuhan bahan

Beberapa jenis bahan yang diperlukan dalam pembuatan susu kedelai, antara lain yaitu:

1. Kedelai kuning

Kedelai kuning merupakan bahan baku dalam proses produksi susu kedelai.

keuntungan bisnis susu kedelai

2. Air putih

Volume air yang digunakan dalam proses susu kedelai cukup besar.

Air yang digunakan tersebut harus memenuhi syarat standar sebagai air minum yang meliputi:

  • Bersih dan jernih
  • Tidak berasa dan berwarna
  • Tidak berbau
  • Steril dari berbagai virus
  • Tidak mengandung logam berbahaya
  • Memiliki tingkat kesadahan nol

3. Bahan pewarna

Agar penampilan susu kedelai semakin menarik, perlu ditambahkan bahan pewarna makanan/minuman sesuai dengan kebutuhan.

4. Kapur sirih

Berasal dari gamping atau kapur tohor (CaOH) yang direndam beberapa lama: 1 minggu hingga akhirnya menjadi bubur yang lembut.

Kapur sirih diperlukan dalam proses pembuatan susu kedelai, namun apabila terlalu banyak akan menyebabkan rasa pahit pada susu.

5. Soda kue

Agar penghancuran kedelai dapat berjalan dengan sempurna (100%) diperlukan bahan pelunak yang berupasoda, baik soda ash/soda abu maupun soda kue.

Namun, setelah penggunaan soda tersebut, kedelai harus dicuci bersih.

6. Gula pasir

Pada pembuatan susu kedelai, gula pasir berfungsi sebagai pemanis. Guladigunakan dalam kadar : 10%.

7. Garam

Sementara, garam dalam pembuatan susu kedelai berfungsi sebagai pemantap rasa yang dapat memunculkan kelezatan khas dari kedelai.

Garam digunakan dalam kadar 2% saja.

8. Bahan pemutih

Warna kedelai olahan akan menjadi kehitam-hitaman saat dijemur. Untuk mengatasi hal ini.

Sebelum dijemur perlu diputihkan terlebih dahulu dengan merendamnya dalam larutan Natrium Metabisulfit O,3% selama 15 menit.

Demikian pula halnya dengan susu kedelai, agar warnanya menjadi putih menyerupai susu sapi.

Perlu ditambahkan bahan pemutih sebanyak 0,1% per liter susu kedelai.

9. Carboxymethyl Cellulosa (CMC)

Dalam jumlah sedikit, CMC yang sebenarnya merupakan bahan pengental dapat berfungsi sebagai bahan penstabil suspensi.

Bahan penstabil suspensi diperlukan dalam pembuatan susu kedelai untuk mencegah terbentuknya endapan. Selain CMC, dapat pula digunakan agar-agar.

10. Bahan penambah aroma dan rasa

Aroma dan cita rasa asli dari susu kedelai tidak begitu terasa. Olehkarena itu, dalam proses pembuatannya sering ditambahkan bahan penambah aromadan cita rasa, baik yang

bersifat alami maupun buatan. Bahan penambah aroma dan cita rasa yang bersifat alami, antara lain:

  • Cokelat bubuk
  • Daun pandan wangi
  • Cengkih
  • Keningar/kayu manis
  • Nangka, dan sebagainya.

Sementara, yang bersifat buatan antara lain berupa essence buah-buahan.

11. Natrium benzoat

Agar susu kedelai tahan disimpan dalam jangka waktu relative lama, dalamproses pembuatannya perlu ditambahkan bahan pengawet yang berupa NatriumBenzoat.

12. Mout jagung

Untuk melengkapi kandungan unsur gizi pada susu kedelai agar makin mendekati kondisi susu sapi, perlu ditambahkan mout jagung atau kecambah yang dibuat dari jagung.

13. Kacang tanah dan wijen

Kacang tanah diperlukan dalam proses pembuatan susu kedelai untuk meningkatkan kadar lemak dalam susu kedelai tersebut.

Tahap lanjutan dari bisnis susu kedelai

Pelajari materi strategi pemasaran untuk UKM untuk secepatnya mengeksekusi pasar.

Dan jika penjualan meningkat, Anda juga perlu memahami manajemen produksi agar tetap mampu membuat produk berkualitas yang efisien.

Model bisnis susu kedelai cocok dijalankan oleh ibu rumah tangga atau seseorang yang memiliki kemampuan mengolah bahan makanan yang cukup sensitif.

Dengan tingkat kegagalan produksi 70%. Resiko pada umumnya seperti bau apek pada produk, berwarna kekuningan, cepat basi.

2 thoughts on “Siapapun Bisa Bisnis Susu Kedelai Sekarang Juga!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *