Membangun Bisnis Roti Rumahan ataupun Sekala Pabrik Menengah

Posted on

Dalam pengembangan bisnis roti, analisis peluang pasar pun harus dilakukan terlebih dahulu.

Analisis tersebut bertujuan agar perusahaan mengetahui apa yang dibutuhkan dan tersedia atau tidaknya sumber-sumber dalam perusahaan yang dapat lebih unggul dari pesaing.

bisnis roti

Prospek bisnis roti

Perubahan pola makan membuka peluang bagi masyarakat luas karena bisnis industri makanan tersebut masih bisa digarap oleh industri skala UKM.

Peranan pengusaha skala Usaha Kecil Menengah dalam industri kecil banyak memberikan andil.

Dengan kreativitas dan naluri bisnis yang dimilikinya, UKM berperan dalam pembuatan roti yang harganya dapat dijangkau konsumen lapisan menengah bawah.

Umumnya usaha industri kecil tersebut akan berkembang di wilayah perkotaan, sekitar daerah industri, atau daerah pinggiran kota yang jumlah penduduknya cukup padat.

Peluang pengembangan usaha industri roti tidak terlepas dari analisis permintaan dan penawaran produk. Permintaan produk ini tampak mengalami peningkatan sejak 2-3 dasawarsa yang lalu terutama di daerah perkotaan.

Dari tahun ke tahun permintaan itu terusmeningkat yang diketahui dari pertumbuhan usaha roti dan kue yang jugameningkat mulai skala kecil hingga besar.

Munculnya industri roti yang berskala besar dan prestisius, seperti Sari Roti dan Holland Bakery tidak akan menghambat dan mematikan produsen kelas UKM karena mempunyai segmen konsumen yang berbeda.

Produsen skala industri besar dapat membidik konsumen kelas berduit dengan produknya yang berkualitas prima.

Sementara itu, UKM dapat membidik masyarakat kelas menengah-bawah dengan produk berkualitas yang lebih inferior.

Pengembangan usaha industri roti dengan skala usaha kecil menengah memiliki prospek yang cukup baik, mengingat potensi pasar yang sangat mendukung.

Pengembangan bisnis roti, baik secara berkelompok yang tergabung dalam wadah koperasi maupun secara individual, masih sangat dimungkinkan.

Potensi bisnis roti terus berkembang dan banyak usaha skala UKM yang berhasil memanfaatkannya.

Keunggulan

Industri roti skala usaha kecil memilikikeunggulan antara lain sebagai berikut.

  1. Manajemennya mandiri dan fleksibel serta pengambilan keputusan singkat sehingga mudah beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang berubah-ubah.
  2. Adanya hubungan yang baik dengan pelanggan.
  3. Penyertaan modal relatif kecil dan biaya overhead yang rendah.
  4. Hubungan personal dengan pekerja intensif.
  5. Pembuatan roti bisa dilakukan dengan teknologi sederhana.
  6. Tidak dibutuhkan persyaratan tenaga kerja yang ketat.
  7. Industri ini sering merupakan prioritas bantuan pemerintah.

Kelemahan usaha roti

Adapun kelemahan bisnis roti skala usaha kecil antara lain sebagai berikut:

  1. Manajemen kurang profesional dan kurang berorientasi ke depan.
  2. Perencanaan secara tertulis tidak ada atau jarang.
  3. Struktur permodalan lemah dan memiliki keterbatasan dalam memperoleh tambahan modal.
  4. Tidak adajaminan kepastian bagi pekerja.
  5. Lemahnya peluang pasar dan memperbesar pangsa pasar.
  6. Lemahnya pembukuan dan catatan usaha.
  7. Rendahnya daya saing usaha.
  8. Cepat puas dan pembaharuan usaha (inovasi) jarang dilakukan.
  9. Pengaderanjarang dilakukan.
  10. Pendidikan relatif rendah dan kurang percaya pada ilmu teknologi modern.
  11. Kurang pengetahuan tentang hukum dan peraturan.

Dengan diketahuinya keunggulan dan kelemahan skala usaha kecil, para pemula usaha diharapkan dapat mengambil manfaatnya agar kemampuan yang dimiliki dapat dikembangkan.

Perizinan bisnis roti

Dampak positif sosial ekonomi dari industri pengolahan roti berupa peningkatan pendapatan pengusaha dan pedagang serta penciptaan lapangan kerja secara langsung.

Pada lingkungan pun industri tersebut tidak menimbulkan dampak negatif.

Ini disebabkan limbah dari hasil produksi roti masih bias dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan pakan ternak.

Selain itu, limbah tersebut tidak akan mencemari lingkungan sekitar pabrik.

Izin usaha untuk pabrik roti amatlah mudah karena cukup memberitahukan ke RT dan RW di lingkungan pabrik untuk mendapatkan izin gangguan (HO).

Selain itu, untuk industri kecil, jika ingin mendapatkan nomor registrasi dari instansi pemerintah, hanya melakukan pengurusan perizinannya ke dinas perindustrian dan perdagangan kota atau kabupaten setempat.

Kunci keberhasilan usaha

Kunci keberhasilan usaha bisnis roti terletak pada persaingan.

Agar persaingan tersebut dapat dimenangkan, beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut.

Sumber modal

Modal yang dimaksud tidak hanya berupa uang, tetapi juga alat-alat produksi, bangunan, dan sebagainya. Dapat berasal dari modal sendiri atau modal pinjaman.

Modal sendiri atau pribadi berupa uang tabungan maupun uang hasil menjual atau menggadaikan harta.

Sementara itu, modal pinjaman dapat diperoleh dari keluarga atau teman, modal ventura atau pinjaman dari lembaga keuangan nonbank, dan pinjaman dari bank komersial atau lembaga keuangan lainnya.

Bank Indonesia melalui bank-bank BUMN serta bankā€”bank swasta mempunyai program yang disebut Proyek Kemitraan Terpadu.

PKT merupakan suatu program kemitraan yang melibatkan usaha besar, usaha kecil dan bank sebagai pemberi kredit dalam suatu ikatan kerja sama yang dituangkan dalam nota kesepakatan.

Sebelum diputuskan untuk meminjam modal, perlu dipertimbangkan hal-hal yang terkait dengan pemilik modal dan kepemilikan usaha.

Jika pemilik modal berasal dari pihak luar perusahaan, misalnya bank, pemilik perusahaan tidak perlu memberikan sebagian kepemilikannya kepada pemberi modal.

Akan tetapi, sebagai kompensasinya pemilik perusahaan memberikan bunga. Bunga tersebut tidak tergantung kondisi perusahaan, apakah keadaan untung atau rugi.

Peminjaman uang untuk modal dari bank sebenarnya tidak ada masalah, sepanjang manajemen keuangan diatur dengan baik.

Artinya, uang pinjaman benar-benar digunakan untuk modal sebagai sector produktif dan uang hasil usaha dapat dialokasikan dengan baik, termasuk untuk pembayaran pinjaman dan bunga secara teratur.

Selain itu, perlu adanya pemisahan antara harta pribadi dan harta perusahaan secarajelas dalam pengontrolan keuangan perusahaan dengan baik.

Jika peminjam modal merupakan partner usaha maka harus dibuat perjanjian kerja sama tentang hak dan kewajiban sebagai pemilik modal dalam usaha.

Selain modal berupa materi, diperlukan modal kejujuran dan kerukunan dalam hal kerja sama.

Keterbukaan dalam hal permasalahan yang dihadapi dan pemecahannya, serta pembagian tugas, hak, dan kewajiban yang adil antar anggota akan membentuk perusahaan yang kokoh.

Sumber daya manusia

Pengusaha harus mempunyai kemampuan kepemimpinan yang memadai karena bisnis roti merupakan kegiatan yang bersifat kolektif.

Berdasarkan hal tersebut, pengusaha harus membekali diri dengan pengetahuan yang cukup sebelum memulai usaha.

Misalnya, pengetahuan tentang teknik pembuatan roti, pengelolaan keuangan, pemasaran, dan pengelolaan sumber daya manusia.

Sementara itu, orang yang berhubungan langsung dengan konsumen, seperti pedagang roti keliling, harus dilatih agar pembeli dilayani dengan baik.

Pedagang harus kelihatan rapi dan bersih. Jika perlu, pedagang diberi seragam.

Produk

Sebagai penunjang keberhasilan, diversifikasi dalam produksi rotisangat penting. Pasalnya, meskipun industri roti mempunyai prospek bisnis yangbaik, tetapi umumnya sudah ada usaha yang sudah mapan

lebih dahulu. Dalam diversifikasi bisa dipilih produksi berbagaijenis roti, misalnya roti tawar serta berbagai roti manis dengan berbagai ragamcita rasa dan bentuk.

Selain itu, dapat ditempuh dengan produksi kue-kue, baik yang berbahanbaku terigu maupun nonterigu. Perubahan tersebut harus disesuaikan dengan trenyang sedang berkembang di masyarakat.

Adapun hal yang harus diperhatikan tentang produk roti dalam memenangkan persaingan, yaitu sebagai berikut:

  1. Sebaiknya produksi tidak hanya jenis roti yang biasa ada, tetapi juga jenis roti lain yang diperkirakan akan laku.
  2. Variasi bentuk roti dan pengembangan resep juga sangat penting untuk diperhatikan.
  3. Produksi roti yang sedang laris harus dalam jumlah cukup.
  4. Harga dan mutu hasil produksi harus disesuaikan dengan golongan sasaran pasar.
  5. Hasil produksi harus selalu segar.
  6. Penataan roti dalam gerobak atau etalase harus menarik.

Sarana prasarana bisnis roti

Fasilitas adalah segala sesuatu yang membantu kelancaran proses produksi mulai bahan mentah hingga menjadi makanan matang yang siap dipasarkan.

Bangunan Fisik

Dalam menentukan lokasi pabrik, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan agar kelangsungan usaha industri roti lebih terjamin.

Pertimbangan yang harus diperhatikan di antaranya sebagai berikut.

  1. Pabrik terletak di daerah yang tersedia infrastruktur jalan, listrik, telepon, serta sumber air memadai.
  2. Lokasi pabrik terletak di daerah bebas polusi, baik polusi bau maupun debu, dan bebas banjir.
  3. Lokasi pabrik tidak terlalu jauh dari tempat pemasaran dan pembelian bahan baku pembuatan roti.
  4. Lingkungan pabrik tidak banyak hewan pengganggu, seperti tikus rumah, tikus got, dan serangga yang merugikan.
  5. Lokasi pabrik tidak terlalu lembap atau terlalu panas. Roti yang terlalu lembap akan mudah busuk dan cuaca terlalu panas akan menyebabkan roti terlalu kering.

Konstruksi bangunan dan ruangan harus dikaitkan dengan fungsi luas lantai, persyaratan bahan bangunan, sirkulasi udara, dan penerangan.

Bangunan pabrik roti terdiri dari ruang kantor untuk kegiatan administrasi, ruang pekerja, dan ruang produksi.

Ruang produksi terdiri dari tempat penyimpanan bahan mentah atau gudang; tempat persiapan seperti ruang penimbangan; tempat

proses seperti ruang pengadukan; peragian, dan pembakaran, sertatempat pengemasan.

Bahan bangunan haruslah terbuat dari bahan yang tidak mudahterbakar. Lantai pun dibuat dari bahan yang tidak licin, tidak menyerap air,tahan asam, tidak menimbulkan suara keras, dan mudah  bibersihkan.

Penerangan dan ventilasi harus cukup. Penerangan dapat berasal dari listrik maupun cahaya matahari yang masuk dari  jendala. Ventilasi yang baik dibuat sekitar 10% dari total luas lantai.

Peralatan usaha

Perlengkapan dan peralatan yang digunakan harus sesuai denganprinsip efisiensi kerja dan ergonomi, yaitu desain perlengkapan dan peralatanyang disesuaikan dengan ukuran tubuh dan sikap manusia.

Prinsip ergonomic ini harus diterapkan agar orang yang kerja tidak mudah capek dan dapat mengurangi risiko kecelakaan kerja.

Jumlah dan kapasitas alat yang digunakan disesuaikan dengan kapasitas produksi atau besar kecilnya perusahaan roti yang dibuat.

Adapun peralatan yang digunakan untuk pembuatan roti adalah sebagai berikut.

Timbangan

Timbangan yang tidak tepat tidak hanya menyebabkan kehilangan bahan, tetapi menghasilkan produk yang tidak seragam.

Orang yang menimbang harus hati-hati dan teliti karena kesalahan dapat menyebabkan beban biaya menjadi cukup besar.

Gelas ukur

Pengukuran dengan alat inijuga harus hati-hati dan tepat, sepertihalnya timbangan.

Tray atau baki

Alat tersebutjangan dipilih yang terbuat dari bahan logam karenabiasanya mudah berkarat. Bahan yang baik terbuat dari aluminium. Selain ringan,baki tersebutjuga tidak berkarat.

Mixer atau alat pengaduk manual atau listrik

Bahan mixer yang paling baik terbuat dari stainles steel.

Mixer yang terbuat dari logam mudah berkarat sehingga menyebabkan adonan berbau besi.

Cutter

Alat tersebut terbuat dari bahan campuran baja dan aluminium ataustainles steel agar tidak mudah berkarat.

Roller

Roller adalah mesin pencetak untuk menghasilkan roti dengan bentuk yang baik dan rata.

Jika tidak ada, alat ini dapat diganti dengan roller yang terbuat dari kayu atau besi.

Proof box

Proof box adalah ruangan atau tempat yang bersuhu panas, tetapi lembap sehingga zat cair yang ada dalam adonan tidak banyak keluar atau terbuang.

Jika tidak ada, alat ini dapat diganti dengan tray yang ditutup dengan plastik. Alat tersebut berguna untuk fermentasi atau pengembangan roti pada tahap terakhir.

Loyang atau baking sheet

Sebaiknya alat tersebut terbuat dari aluminium karena ringan, tidak mudah berkarat, penghantar panas yang baik, dan tidak menyerap panas radiasi (sinar).

Ada tiga macam yang digunakan untuk pembuatan roti, yaitu loyang terbuka, loyang tinggi dan terbuka, serta loyang tinggi dan tertutup.

Oven

Ukuran oven disesuaikan dengan kapasitas produksi yang diinginkan.

Rak pendingin yang berlubang

Dengan adanya lobang pada rak maka proses pendinginan akan berjalan lebih cepat karena aliran udara lebih banyak.

Pisau atau alat pemotong

Alat pemotong yang baik terbuat dari stainles steel karena tidak berkarat.

Alat tersebut juga harus selalu diasah agar tetap tajam dan hasil potongannya baik dan rata.

Khusus untuk roti tawar digunakan mesin pengiris roti.

Kompor

Kompor yang baik memiliki nyala api yang seragam dan berwarna biru.

Jika nyala api berwarna merah, biasanya roti yang dihasilkan akan berbau minyak tanah.

Layout tempat bisnis roti

Layout merupakan pengaturan alur kerja dan tata letak fasilitas fisik dan peralatan yang paling ekonomis untuk operasi produksi, aman, dan nyaman sehingga meningkatkan moral kerja yang baik dari operator.

Perencanaan layout harus memperhatikan ehsiensi penggunaan peralatan, tenaga kerja, penggunaan ruangan, dan keamanan.

Layout dapat mengurangi kemacetan dan kesimpangsiuran dan memberikan kepuasan kerja sehingga dapat meningkatkan produktivitas.

Adapun langkah yang perlu dilakukan atau yang dibuat dalam perencanaan layout pabrik di antaranya sebagai berikut.

  1. Analisis produk adalah aktivitas untuk menganalisis macam dan jumlah produk.
  2. Analisis proses adalah langkah untuk menganalisis macam dan urutan proses pengerjaan produk.
  3. Analisa macam dan jumlah mesin atau peralatan serta luas area yang dibutuhkan
  4. Merancang layout mesin.
  5. Menetapkan metode pengaturan layout.

Metode pengaturan layout peralatan pada dasarnya bisa dibedakan dalam empat macam, yaitu sebagai berikut.

Layout berdasarkan aliran produksi

Mesin atau peralatan produksi diatur sesuai dengan urutan proses pengerjaan produk.

Metode ini biasanya digunakan dalam pembuatan produk dalam jumlah banyak, terus menerus, waktu produksi lama, dan jenis produk yang dibuat tidak banyak.

Layout berdasarkan lokasi material tetap

Jenis pengaturan dengan cara produk utamanya tetap pada posisinya, sedangkan fasilitas produksi (mesin atau peralatan, manusia) bergerak menuju lokasi material tersebut.

Layout tipe ini sering digunakan dalam pembuatan produk dengan ukuran besar, seperti pabrik pesawat terbang dan kapal laut.

Layout berdasarkan kelompok produk

Dapat dilakukan pada pabrik dengan produk beragam.

Layout berdasarkan fungsi atau macam proses

Pengaturan dengan cara mesin atau peralatan yang dimiliki ditempatkan ke dalam satu departemen.

Tata letak ini digunakan pada industri yang sifatnya menerima order dengan jenis produk yang bervariasi dalam jumlah yang tidak terlalu besar.

Berdasarkan keterangan tersebut, lay out yang cocok untuk industry roti adalah model berdasarkan aliran produksi (product layout).

Adapun layout selengkapnya dapat dilihat pada gambar berikut.

Pengemasan dan penyimpanan

Setelah produk roti dihasilkan, perlu penanganan selanjutnya agar roti terjual di pasar, seperti pengemasan.

Pasalnya, konsumen lebih tertarik membeli produk dengan kemasan menarik. Selain itu, penanganan lainnya yang perlu diperhatikan, yaitu cara penyimpanan.

Masalahnya, tidak selamanya produk yang dihasilkan langsung dijual.Terlebih, roti termasuk produk yang mudah busuk.

Pengemasan

Sebagian konsumen terkadang membeli produk karena terpengaruhpenampilan kemasan yang menarik. Hal itu berarti pengemasan dapat dijadikansebagai sarana promosi untuk menarik daya beli konsumen.

Oleh karena itu, bentuk, warna, dekorasi, dan bahan kemasan perlu direncanakan dengan baik.

Selain sebagai sarana promosi, kemasan berfungsi untuk memjaga mutu, mencegah kerusakan, melindungi dari pencemaran dan benturan, serta memudahkan penyimpanan, pengangkutan, dan pendistribusian.

Selain plastik dan kertas, karton juga dapat digunakan dalam berbagai model, bentuk, dan ukuran.

Sementara itu, perpaduan antara karton dan plastik di bagian tutupnya merupakan variasi kemasan roti yang menarik.

Setelah ditentukan bahan kemasannya, dibuat desain grafis kemasan untuk menarik calon pembeli.

Penampilan kemasan

Diharapkan dapat memuat aspek berikut:

  • Bentuk
  • Gambar khusus
  • Warna
  • Ilustrasi
  • Merek dagang
  • Logo, dan tanda lainnya.

Selain itu, pada kemasan dicantumkan label yang berisi nama jenis roti serta identitas produk.

Misalnya rasa, komposisi, berat bersih dan alamat perusahaan, nomor pendaftaran, kode produksi, dan tanggal kadaluarsa.

Teknik Pengemasan

Roti yang masih panas tersebut sebelum dimasukkan ke dalam kemasan, dibiarkan di udara terbuka.

Namun, udaranya tidak boleh terlalu lembap dan dingin karena permukaan roti akan basah sehingga roti mudah busuk dan berjamur.

Demikian juga, jika roti dimasukkan panas-panas ke dalam kemasan, akan menyebabkan terjadinya uap air dan menempel pada kemasan plastik.

Hal ini juga akan menyebabkan roti cepat rusak.

Penyimpanan

Bisnis roti termasuk jenis usaha yang mudah rusak dengan masa simpan 3-4 hari setelah keluar dari pemanggangan. Pembusukan roti disebabkan oleh rusaknya protein dan pati.

Secara langsung, pembusukan roti disebabkan oleh tumbuhnya mikroorganisme pembusuk.

Mikroorganisme tersebut tidak mati selama pemanggangan, tetapi setelah roti disimpan tumbuh dan berkembang.

Ciri-ciri roti yang busuk antara lain sebagai berikut:

  1. Bau dan rasa tidak menyenangkan pada roti yang mirip dengan nanas busuk.
  2. Remah semakin berwarna gelap, bahkan berwarna cokelat.
  3. Remah menjadi lengket.
  4. Kerak semakin berwarna kemerah-merahan atau merah.

Pembusukan terjadi pada waktu cuaca panas dan lembap serta kondisi pabrik kurang bersih.

Proses pembusukan sebenarnya dapat dicegah dengan penambahan asam, seperti cuka, asam asetat, asam laktat, atau asam organik lainnya.

Selain itu, adonan dapat pula ditambah garam. Asam dan garam tersebut memperlambat pertumbuhan ragi. Penambahannya dilakukan saat adonan hampir mendekati penyelesaian.

Cara-cara lain untuk mengurangi pembusukan adalah sebagai berikut:

  1. Meningkatkanjumlah asam cuka dan atau garam.
  2. Mengurangijumlah air supaya adonannya lebih kaku.
  3. Mengurangijumlah gula dalam adonan.
  4. Menggunakan sedikit adonan tua yang keasamannya lebih banyak.
  5. Menggunakan oven yang agak dingin dan pembakarannya agak lama, serta
  6. Mendinginkan roti secepat mungkin sebelum membungkus.

Kerusakan roti dapat pula disebabkan oleh jamur. Hal itu terjadi jika bahan makanan ditaruh di tempat yang agak panas atau lembap sehingga pada suatu saat akan timbul serabut-serabut halus.

Itulah yang disebut jamur. Jamur biasanya berasal dari spora yang dibawa oleh udara, lalat, atau serangga.

Oleh karena itu, pencegahan pertumbuhan jamur dengan menjaga ruang pengolahan tetap bersih dan bebas dari lalat dan serangga.

Penambahan asam tidak sepenuhnya mencegah tumbuhnya jamur, tetapi hanya menghambat pertumbuhannya.

Asam yang biasa ditambahkan adalah asam asetat dan kalsium propionat. Kedua asam ini akan bekerja lebih optimal dalam adonan yang lebih asam.

Asam asetat dan kalsium propionat yang ditambahkan sejumlah 200 9 untuk 100 kg tepung atau 2.000 ppm.

Adapun penyimpanan roti yang ideal dengan cara dibungkus plastik, kemudian disimpan di udara terbuka.

Hanya saja udara tersebut tidak terlalu lembap (RH <80%) dan tidak terlalu panas (<35O C). Selain itu, tempat penyimpanan harus bersih, tidak banyak debu, dan tidak terdapat lalat dan serangga.

Cara pemasaran

Pemasaran merupakan suatu kegiatan manajemen yang berfungsi mempromosikan usaha.

Tujuan pemasaran untuk memperkenalkan, menarik minat, dan menjual produk dengan mencoba mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen.

Oleh karena itu, perlu dilakukan perencanaan pemasaran yang matang.Adapun cara pemasaran roti meliputi sistem pemasaran dan cara pembayarannya.

Sistem Pemasaran Bisnis Roti

Promosi merupakan suatu kegiatan yang membantu kelancaran pemasaran kepada konsumen dengan mengembangkan ide-ide yang timbul untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Promosi dikategorikan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

Iklan

Promosi ini bertujuan membangun preferensi dalam pikiran pembeli.

Iklan bisa dilakukan melalui radio, internet, media elektronik lainnya, atau menyebarkan selebaran, leaflet, dan brosur.

Publisitas

Promosi ini menciptakan suatu berita dengan ciri khusus untukmenarik minat wartawan agar menuliskan artikel pabrik roti yang dikembangkan,menjadi sponsor suatu kegiatan tertentu, dan lain-lain.

Promosi penjualan

Promosi ini dengan cara pemberian diskon, misalnya memberikan gratis satu buah rotijika membeli sepuluh buah.

Membangun citra perusahaan roti agar dikenal di masyarakat dengan periklanan dan publisitas. Pelaksanaan promosi tersebut biasanya enam bulan pertama, enam bulan berikutnya dapat dilakukan promosi penjualan.

Pada saat lounching produk jangan terlalu memberi diskon yang berlebihan agar masyarakat tidak terkejut bila harganya menjadi normal kembali.

Lounching produk lebih baik digunakan untuk memperkenalkan keunggulan produk dibandingkan produk roti yang sejenis atau lainnya agar masyarakat tahu bahwa ada perusahaan roti baru yang sesuai dengan selera konsumen.

Ada beberapa faktor sehingga pelanggan tidak suka membeli roti di pabrik yang kecil. Faktor-faktor tersebut di antaranya sebagai berikut.
  1. Jenis produksinya tidak banyak sehingga pelanggan tidak memiliki banyak pilihan.
  2. Persediaan produksi roti terlalu cepat habis. Dengan demikian, pelanggan akan sangat kecewa jika mendapatkan jawaban roti yang akan dibelinya sudah habis.
  3. Kesalahan dalam mengelola manajemen bisnis roti. Masalah pengelolaan manajemen yang tidak rapi dan tidak teratur serta tidak bertanggung jawab akan berdampak terhadap kelangsungan operasional pabrik.
  4. Harga terlalu mahal atau mutu terlalu tinggi untuk golongan masyarakat tertentu sehingga pelanggan tidak mampu membelinya.
  5. Rotinya apek. Pembeli tidak akan membeli roti yang sudah apek. Walaupun sudah terlanjur dibeli, pelanggan akan kapok untuk membelinya kembali.
  6. Ketinggalan zaman. Roti yang ketinggalan zaman, baik bentuk, cita rasa, bahan, maupun penampilannya akan ditinggalkan oleh konsumen.
  7. Bau yang bukan wangi roti, seperti bau cat dan aroma masakan masuk dari dapur atau toko akan mengganggu selera pelanggan untuk membeli roti.
  8. Pelanggan tidak tahu tempat penjualannya karena tidak adanya iklan.

Dengan adanya etalase, dapat terlihat peragaan terhadap apa yang terjadi dalam suatu proses produksi.

Oleh karena itu, etalase harus dibuat mengesankan agar konsumen tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan.

Beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam menyajikan etalase, yaitu sebagai berikut.
  1. Lokasi harus mudah dijangkau, terdapat tempat parkir yang memadai, serta tempat tidak terlalu panas atau terlalu dingin.
  2. Tempatnya harus menimbulkan kesan bersih, sehat, tertata rapi, dekorasi cocok, terang, dan kombinasi warnanya serasi.
  3. Pramuniaga harus sopan, bersimpati, dan empati pada konsumen yang datang, serta berpenampilan bersih.

Sistem pembayaran bisnis roti

Bagi pembeli roti eceran, cara pembayaran dilakukan secara tunai. Akan tetapi, jika pembelian dalam jumlah besar, dapat dilakukan dengan pembayaran uang muka sebesar 25% seminggu sebelum pengambilan dan pelunasan dilakukan saat roti diambil.

Pembatalan pembelian hanya dapat dilakukan tiga hari sebelum hari pengambilan barang dengan dikenai 10% pembayaran untuk ganti rugi.

Jika pembelian dibatalkan sebelum kurang dari tiga hari maka uang muka dianggap hangus. Hal ini dilakukan agar perusahaan tidak dirugikan oleh konsumen.

Walaupun ketentuan tersebut tidak mutlak, tetapi perusahaan harus membuat ketentuan tentangjual beli untukjumlah kecil atau besar yang disepakai oleh kedua belah pihak agar keduanya tidak saling dirugikan.

Pembelian oleh distributor perlu dibuatkan ketentuan yang lebihrinci lagi terkait uang muka, waktu pelunasan, pengembalian roti yang tidakterjual, dan pemotongan uang pemeliharaan becak atau mobil keliling.

Ketentuan tersebut harus dilakukan dengan pembukuan yang rapi dan tertib agar tidak terjadi penipuan.

Oleh karena itu, perlu dipersiapkan format atau blangko berisi tanggal pengisian barang, jumlah dan jenis roti yang diambil, tanggal pengembalian roti, jumlah, uang yang disetorkan, dan penerima uang setoran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *