5 Cara Pengelolaan Keuangan yang Bisa Kamu Lakukan Dari Usia Muda

By | May 3, 2021

Mencapai umur 20-an, kamu tentu masih labil dan susah mengurus keuangan. Apa lagi, umur itu termasuk benar-benar produktif untuk mengawali pekerjaan baru. Karena itu tidak bingung bila beberapa dari golongan millennial yang manfaatkan upah pertama kalinya untuk berfoya-foya, penuhi style hidupnya. Belum juga, peradaban sosial, membuat gengsi kamu tinggi dan ingin ikutan sama seperti yang lain.

Beli barang bermerek yang awalnya tidak pernah kamu punyai, jadi kepuasan tertentu saat dapat membeli memakai uang sendiri. Hal itu pasti tidak salah. Tetapi, saat sebelum uang kamu habiskan untuk kepentingan sekunder, seharusnya mulai menabung sejak awal kali. Coba turuti beberapa panduan mengurus keuangan di umur 20-an agar dapat menabung dan arif memakai upah.

  1. Menulis Semua Pengeluaran

Di umur muda, kamu tentu malas untuk mengurus keuangan secara benar. Akhirnya semua pengeluaran yang kamu pakai cuman melalui dan tidak terdaftar terang dalam buku. Walau sebenarnya rutinitas ini perlu dan penting kamu kerjakan, loh.

Kamu seharusnya melatih diri untuk selalu menulis semua keuangan sehari-harinya. Bila belum, kamu bisa kumpulkan bon-bon berbelanja lebih dulu. Nanti, saat bulan akhir, kamu dapat kumpulkan semua dan menjumlahkan pengeluaran bulananmu. Dari sana kamu dapat lakukan penilaian.

Apa pengeluaran bulanan kamu besar sekali? Bila iya, seharusnya saksikan, mana sisi yang terbanyak keluarkan uang. Jika hal itu tidak penting, seharusnya ganti rutinitas jelek itu pada bulan selanjutnya, agar tidak boros.

  1. Mulai Berinvestasi

Tidak boleh menanti tua atau mapan untuk melakukan investasi. Mulai melakukan investasi sejak awal kali ialah jalan keluar terbaik. Kamu harus melatih diri untuk menabung. Bila tidak berani bermain saham, kamu dapat mengawalinya dengan deposito lebih dulu.

Baca Juga   Tips Dalam Memulai Bisnis E-Commerce

Pinggirkan uang upah kamu dalam jumlah yang serupa secara stabil tiap bulannya. Agar lebih gampang, kamu dapat mengikut tabungan berjangka, agar lakukan autodebet dari upah bulanan kamu. Bila uang deposito telah di rasa cukup, kamu coba ngotot untuk bermain reksadana atau saham secara perlahan-lahan. Masalahnya keuntungan yang didapat semakin besar dan menjadi investasi periode panjang.

  1. Simpan Dana Darurat

Beberapa orang yang tidak terlampau mengutamakan dana genting. Walau sebenarnya uang itu penting untuk keselamatan kamu kelak. Tidak ada orang yang mengetahui bagaimana keadaan yang bakal terjadi di hari esok. Karena itu, kamu membutuhkan dana genting untuk mengantisipasi.

Dana genting, bukan uang tabungan atau harian. Dana genting harus kamu pinggirkan di tabungan yang lain setiap bulannya. Kamu bisa simpan uang untuk dana genting minimum 5% dari gajimu. Uang itu dapat kamu pakai untuk ongkos kesehatan atau resiko PHK yang kemungkinan terjadi.

  1. Memanfaatkan Benefit Perusahaan

Saat melamar pekerjaan untuk pertamanya kali, beberapa orang yang cuman fokus pada upah dasar. Walau sebenarnya tidak cuma itu yang perlu kamu lihat. Ada beberapa elemen yang lain harus kamu saksikan, seperti sokongan, asuransi, ongkos lembur, uang makan sampai keuntungan yang lain.

Hal itu menjadi pembeda dengan perusahaan tempat lain kamu melamar pekerjaan. Jika perusahaan tidak memberi asuransi, karena itu kamu harus cari sendiri. Asuransi kesehatan penting dipunyai. Permasalahannya, tidak ada yang tahu apakah yang akan terjadi kepadamu, Ongkos kesehatan yang mahal dapat tercover secara baik lewat asuransi. Solusi pinjaman dana sesuai dengan preferensi anda dan mudah disetujui.

Tidak boleh menanti umur tua untuk tergabung dengan asuransi. Semakin umur, karena itu ongkos yang perlu kamu mengeluarkan umumnya benar-benar mahal. Makin muda kamu tergabung dengan asuransi, karena itu ongkos yang keluar jadi lebih enteng . Sehingga kamu dapat semakin hemat, sekalian investasi periode panjang.

  1. Jangan Menggunakan Kartu Kredit
Baca Juga   Tips Memilih Mobil yang Cocok Untuk Keluarga Anda

Masih umur muda, seharusnya tidak boleh pakai kartu credit secara asal-asalan. Kamu kemungkinan tertarik dengan semua penawaran potongan harga dan angsuran yang dijajakan. Tetapi, hal itu sesungguhnya tidak cukup menolong. Kamu seharusnya tidak tergabung dengan kartu credit saat umur muda.

Bila ingin beli barang, sebaiknya menabung lebih dulu dan melunasinya secara kontan. Makin kerap kamu mengutang, karena itu sistem mengurus keuanganmu jadi makin amburadul. Bahkan juga tidak jarang-jarang anak umur 20-an yang mempunyai hutang semakin banyak dibanding penghasilan mereka.

Semua panduan mengurus keuangan di atas dapat kamu turuti. Banyak faedah yang dapat kamu peroleh dari panduan di atas. Jangan sampai malas untuk menabung sejak awal kali, karena kamu masih mempunyai usia panjang yang memerlukan ongkos semakin besar di hari esok. Rajinlah membaca buku agar semakin ketahui bagaimanakah cara mengurus keuangan dengan arif. Selamat mempraktikkan!